Jodoh Perawan Tua

Jodoh Perawan Tua
Merasa Bersalah


__ADS_3

"kamu sudah bangun! sebentar saya panggilkan suster dulu" alesha berlari keluar mencari suster untuk memberitahukan keadaan ravi


alesha kekeh menunggu ravi karena merasa ia yang mendorong ravi untuk makan masakan yang sangat pedas. sedangkan yang lain pulang lebih dulu karena menurut dokter tidak terlalu parah dan hanya menunggu pasien siuman


"saya cek dulu ya pak, setelah hasilnya keluar dan dinyatakan aman bapak bisa pulang" ucap suster yang memeriksa ravi


"terima kasih suster" ucap ravi dengan tubuh yang masih lemas


 setelah selesai susterpun keluar kamar rawat ravi


"kamu mau minum?' tanya alesha


"engga usah mba terima kasih" ucap ravi menolak . bukan ia marah namun ia masih lemas dan masih ingin beristirahat



Aleha menatap ravi dengan wajah yang sulit diartikan


"mba bisa ngga mukanya biasa aja! Saya memang tampan sejak lahir!" ucap ravi dengan sombongnya


Alesha mencibikan bibirnya "tau gitu gue tinggalin aja loe biar sendirian dibawa suster ngesot!" ucap alesha mengumpat ravi


Yang dengan santai memainkan ponselnya


[hemmm, iya baby aku baik-baik saja! Nanti kalau sudah pulang aku telfon lagi] ucap ravi saat menjawab panggilan telfon seseorang


"baby!!! tadi pura-pura lemas. Gilaran sama pacaranya sok sehat!!" kesal alesha


"ya udah sih mba, pulang aja saya ngga apa-apa juga sendirian. Bentar lagi pacar saya juga mau jemput!" ucap ravi

__ADS_1


"ya udah gue pulang, ini juga terpaksa kalau bukan karena bunda yang nyuruh. Ogah banget sama orang sombong dan arogan!" alesha mengambil tasnya dan pergi meninggalkan ravi


"geh sana pulang, makasih udah ditungguin!" ucap ravi tak peduli


Alesha menutup pintu dengan sangat kesal.


"nyesel tadi hampir aja minta maaf, rasain tuh kesepian.


Tapi kalau bunda sama ayah tanya gimana!" alesha bicara sendiri


Ia kembali lagi ke kamar ravi,


"maaf! Saya udah bikin kamu begini!" ucap alesha lalu ia duduk kembali ke kursi disamping ravi


Dimana dalam satu kamar ada dua pasien.


Tak lama ponsel ravi pun berdering kembali


[ravi, kamu kemana aja mami telfon dari pagi ngga diangkat] mami nabila khawatir pada anaknya


Saat menanyakan pada chiko. Dikantor libur


[ravi lagi lembur mi, mm umi jangan khawatir ya. Nanti kalau sudah pulang ravi telfon umi lagi]


[umi???? Ravi kamu ngomong apa sih!!]mami nabila murka


Namum ravi malah menutup panggilan ponselnya


Lalu mengirim pesan pada maminya jika saat ini ada orang lain bersamanya

__ADS_1


Tak mau penyamarannya terbongkar


Mami nabila akhirnya paham


"pak ravi sudah diizinkan pulang, silahkan lengkapi administrasinya!" ucap suster


"terima kasih suster!" ucap ravi dan alesha


"bisa jalan kan?" tanya alesha


"bisa!!" jawab ravi ketus


"oke, kita pulang terpisah. Saya ngga bisa antar!" ucap alesha


lalu ia menyelesaikan administrasi untuk kepulangan ravi


"terima kasih! Saya bisa pulang sendiri. Sampaikan pada shaka besok saya masuk kerja!" ucap ravi


Meninggalkan alesha.


*****


"aargggghhhh. Uangku habis!!! Gajian masih dua minggu lagi! Harus giman?" ravi merebahkan tubuhnya dikasur setelah tiba di apartemennya


Lalu ia memutuskan untuk menghubungi papinya dan mengatakan keadaan keuangannya saat ini.


Namun papi gala sengaja memblokir semua akses kartu ravi. Karena ia masih ketahuan menggunakan uang untuk pacarnya


Dan tak mau tahu kecuali tentang panti asuhan yg sebelumnya selalu aktif setiap bulan menjadi donatur

__ADS_1


__ADS_2