
"papa, mau ke rumah tante!!" ucap dio terus merengek pada papanya
Karena ingin bertemu dengan alesha
"dio ini sudah malam. Lagian tante ngga dirumah sekarang. Tante ada dikota K deket rumah opa!" ucap chiko menenangkan anakanya
"papa bohong! Dio ngambek!" ucap anak kecil itu lalu meninggalkam kamar papanya
"sus lia bisa telfon tante ngga?" tanya dio pada pengasuhnya
"sini sus tanya sama bu alesha dulu ya! Kalau boleh nanti kita telfon oke!" ucap sus lia
Dio mengangguk
Dan sus lia mecoba mengirim pesan pada alesha namum tak ada balasan.
Hingga dio mengantuk dengan sabara menunggu balasan alesha
***
[besok aku mau ke rumah bunda deh kayaknya, kangen shaka!] ucap ine pada alesha
[jangan macem-macem ya!!] ancam alesha
Keduanya saling mengobrol melalui panggilan video
[hahahaha, takut banget punya adik ipar kayak gue ya?] ucap ine
[bukan takut, cuma aku ngga mau kita nanti malah jadi ngga akur. Lagian usianya jauh dibawah loe.
Masak mau nikah ma brondong] ucap alesha
Usia ine dan alesha berbeda dua tahun , dan alesha dengan shaka beda usia tiga tahun
[helooo, hari gini masih mikirin aja usia. Cinta itu buta sayyy]ucap ine
[ogah gue mah, punya pacar atau suami lebih muda ahhh yang ada ngalah terus] alesha bergidik membayangkan memiliki pasangan jauh dibawahnya
[nggak jamin tua juga lebih dewasa, mantan gue buktinya!! Lagian jangan sesumbar nanti benaran dapet jodoh brondong baru tau rasa!] ine mengingatkan
[ohh tidak, emmm cerita ngga ya!!! Gue lagi mulai deket sama pak duda ganteng anak satu!] ucap alesha
[omo!!! Sungguh!! akhirnya besti..
Tapi kalau bisa mah ada kali temen pak duda yang bisa dikenalin] ucap ine
[hmmm. Biasanya koleksimu segudang. Ehhh udah malem kita lanjut besok lagi gimana? Besok ada rapat pagi nih] ucap alesha melihat jam sekitar pukul sebelas malam
[oke, ya udah sana bu perawan tua bobok yang nyenyak] ledek ine
__ADS_1
[baik bu janda kembang] balas alesha
Keduanya tertawa dengan ucapannya masing-masing
Lalu mengakhiri obrolannya
*****
"bu ini ada undangan dari salah satu pegawai bagian resepsionist. Apa ibu bisa datang?" tanya meri
Ia menyerahkan undangan untuk alesha setelah tiba di kantor
"emm, liat nanti aja mer, saya agak males ke acara seperti itu!" ucap alesha
"baik bu, kalau mau berangkat kita bisa bersama dengan tim yang lain!" ucap meri
"ya, nanti saya kabarin. Rapat pagi kita diluar kantor?" tanya alesha
"iya bu, ini dadakan diubah oleh direktur!" ucap meri lagi
"oke! Siapkan semua berkasnya!" titah alesha
Meri kembali ke meja kerjanya
~selamat pagi~ pesan masuk ke ponsel alesha
"ya ampun! Dio kirim pesan dari semalam belum ku balas"
~pagi pak chiko, ada yang bisa saya bantu?~balas alesha
Lalu ia pun membalas pesan dari dio
Alesha mengatakan akan pulang lusa. Dan dio bisa main ke rumah ibunya
~hanya menyapa, selamat bekerja!~ balas chiko
Ia bingung akan menyanyakan apa lagi pada alesha kenapa rasanya canggung sekali
"kaku banget kaya kanebo kering" ucap alesha berbica sendiri
~terima kasih pak, selamat kerja juga buat pak chiko!~ balas alesha lalu ia mematikan ponselnya karena akan rapat bersama direktur dan beberapa kepala devisi bagian lain di perushaan
"terima kasih sudah hadir pagi ini dengan tepat waktu,
Rapat hari ini saya akan membahas tentang beberapa masalah yang telah terjadi.
Salah satunya adalah pemutusan hubungan kontrak dari perusahaan pada penyewaan jasa sekurity kita.
Untuk detailnya dari bagian humas dan keuangan sama minta laporan .
__ADS_1
Karena banyak yang mempersoalkan dengan harga jasa yang tidak sesuai.
Lalu hal lain adalah. Karena akan ada masa peralihan jabatan yang saya duduki sekarang. Yang mana sekitar tiga bulan lagi akan diisi oleh penerus saya.
Jadi tentu saja akan banyak yang diubah atau disesuaikan dengan pimpinan baru!
Silahkan laporan masing-masing bagian!" pak gala memaparkan beberapa hal yang akan dibahas dalam rapat
Kemudian alesha menjelaskan bagaimana yang diminta oleh direktur tentang laporan pertimbangan biaya jasa yang harus diterima dan dikeluarkan
Alesha cukup gugup. Baru kali ini ia berhadapan langsunh dengan pemilik perusahaan
Kemudian bagian lain juga menyampaikan hal yang sama dengan alesha
"baiklah, untuk keputusan harga jasa yang ditawarkan silahkan rapatkan lagi dengan bidang HRD, keuangan dan juga bu reva selaku perwakilan saya!
Rapat hari ini saya tutup!" ucap pak gala
"huuuhhh ibu yang ngomong saya yang deg-degan!" ucap meri setelah keluar dari ruang rapat yang diadakan di salah satu hotel
"mati dong kalau ngga deg-degan!" jawab alesha
keduanya berjalan beriringan
"hey!! Alesha!!" ucap seorang wanita bersama dengan pria yang digandengnya
"hmmm, haiii sylla!" jawab alesha dengan menampilka senyum palsunya
"ibu saya duluan!" ucap meri
"tidak perlu, ayo kembali ke kantor!" ucap alesha
"wahhh, somboh sekali pada teman lama. sayang kamu ngha menyapa fansmu?" ucap sylla pada suaminya
Orang yang dulu sempat disukai oleh alesha saat masih kuliah.
"hai sha! Apa kabar?" sapa aska
"haii juga aska, maaf saya sibuk. Duluan ya!" ucap alesha
"kalau mau nikah jangan lupa undang kami ya sha!" ucap sylla
"tunggu saja, segera saya berikan undangannya!" ucap alesha lalu menarik tangan meri dan pergi meninggalkan
Manusia yang munafik menurutnya
"kalau saya jadi ibu, udah saya robek tuh mulut sok imut!" ucap meri kesal
"sudah biarkan saja, manusia memang tak pernah berubah!" jawab alesha
__ADS_1
Untung saja ia sudaj melupakan aska, orang yang hampir saja membuatnya gila
Karena mempermainkan perasaannya