
"Assalamualaikum, bunda" ucap alesha ketika sampai di rumahnya
"walaikumsalam, anak bunda udah pulang" bunda hana membuka pintu untuk anaknya dan terkejut melihat seorang pria disamping alesha
"bu!" sapa chiko yang nampak melihat ibu dari alesha terdiam
"iya, ayo silahkan masuk!" bunda hana mengajak ketiganya masuk ke rumah seletah beberapa detik terdiam
"ayo pak ayo masuk" ajak alesha
alesha diantarkan oleh chiko dan anaknya yang sedang tidur dimobil bersama susnya.
"pak silahkan duduk, sebentar saya tinggal ke dalam ya" ucap alesha
chiko yang awalnya hanya akan menyapa saja dan akan pulang karena anaknya sudah tertidur dan juga sudah cukup larut
sesaat seorang pria paruh baya keluar menemui chiko "pak, saya chiko" sapa chiko pada ayahnya alesha
"saya ayahnya alesha, teman kantor?" tanya pak ruby
"iya pak!" jawab chiko yang bingun akan menjawab apa selain itu
"ini tehnya diminum dulu biar hangat" ucap bunda hana yang membuatkan minum untuk tamunya
"terima kasih bu, maaf merepotkan!" ucap chiko
"hanya minuman saja, sudah lama kenal alesha?" tanya bunda hana
"belum lama bu, beberapa bulan saat bu alesha dipindahkan ke kantor pusat" ucap chiko menjelaskan awal pertemuan keduanya
"papa!" panggil anak kecil yang berlari menghampiri chiko
terlihat ia baru bangun dari tidurnya.
chiko melihat ekspresi kedua orang tua alesha yang nampak bingung " salaman dulu sama kakek dan nenek" ucap chiko mengarahkan anaknya
"haiii, kenapa bangun sayang?" alesha datang setelah mengganti pakaiannya dan menemui chiko kembali
"tante, ini rumah siapa?" tanya dio
"ini rumah orang tua tante, dio mau minum teh?" tanya alesha dengan telaten
__ADS_1
layaknya seorang ibu pada anaknya, alesha memangku dio dipahanya
"siapa namanya?" tanya bunda hana
"dio nek," jawab dio dengan malu-malu
"pak, bu mohon maaf saya harus pamit karena sudah malam" ucap chiko pada orang tua alesha
"iya hati-hati, terima kasih sudah mengantarkan anak saya" ucap pak ruby
"sama-sama pak, searah juga jadi bisa sekalian" ucap chiko
alesha mengatarkan dio ke mobil dan mengucapkan terima kasih pada chiko, ia merasa tak enak juga senang pulang tanpa harus naik kendaraan umum
setelahnya alesha masuk kembali ke rumahnya
"cieee, yang dianterin atasan" goda shaka yang sejak tadi mengintip diruang sebelah ruang tamu
"apaan sih, orang sekalian doang kok! reseh banget" ucap alesha
"kak, bunda mau bicara" ucap bunda hana
"ayah mau tanya? apa dia teman dekatmu?" tanya pak ruby
"engga ayah, dia mantan atasan alesha yang sekarang pindah kerja dan kebetulan pulangnya searah jadi alesha diantarkan" ucap alesha menjelaskan
"dia punya anak?" tanya bunda hana
"iya bun, dio anaknya pak chiko" jawab alesha
"nak, bukan bund mau membatasi atau apa, tapi jangan sampai kamu membuat berita buruk di kampung, kamu tahu sendiri kan bagaimana orang memandang keluarga kita sejak kamu menolak lamaran anak pak lurah" ucap bunda hana
"maksudnya gimana bunda? alesha ngga ngapa-ngapin kan?" alesha tak mengerti maksud bundanya
"jangan berteman dengan lawan jenis yang sudah beristri, dan ayah maunya tahun depan kamu sudah harus menikah, apa lagi yang kamu cari dan tunggu" ucap ayah ruby
usia anaknya kini sudah kepala tiga dan masih belum menemukan jodohnya
"kalau kamu tidak bisa mencari, ayah akan jodohkan kamu dengan anak teman ayah" ucap pak ruby sudah tak bisa diganggu gugat lagi
"ayah, bunda. pertama alesha ngga dekat dengan pak chiko dan kedua pak chiko juga seorang duda, istrinya meninggal saat melahirkan anaknya.
__ADS_1
dan ayah sama bunda ngga perlu jodohin alesha, alesha akan menemukannya sendiri" ucap alesha
"duda? tapi bunda ngga masalah sepertiya orangnya baik, anaknya juga suka sama kamu" ucap bunda hana
"ayah juga tak masalah selama kamu tidak merebut milik orang lain. jadi ngga usah tunggu lama lagi" ucap pak ruby lalu meninggalkan anak dan istrinya
dan beranjak ke kamarnya karena malam sudah semakin larut
"kak, buruan nikah sama pak chiko. ternyata dia sekarang jadi CEO di perusahaan yang aku kerja sebelum resign" ucap shaka
membertitahukan
"terus waktu itu pak chiko juga tanya-tanya tentang kakak, apa kakak udh nikah atau belum, pasti ada apa-apa kan ya bun?" ucap shaka lagi
"jangan bohong!!" ucap alesha tak percaya
"ya udah kalau ngga percaya, tapi itu kenyataanya. buruan nikah biar aku juga bisa segera nikah" ucap sakha
"sudah-sudah, kalian harus pikirkan baik-baik! cari pasangan yang baik dan sayang dengan keluarga. kalian sudah berumur tapi tak ada juga yang mengenalkan pada kami" ucap bunda hana
flashback on
"sakha! ayah mau kamu jadi dosen dulu baru pacaran!!" ucap ayah ruby saat mengetahui shaka pergi bersama pacaranya
"tapi yah, citra ngga mengganggu kuliah shaka!" sahka membantah
"dia buat kamu jadi melawan dengan ayah, kamu tahu dia anak orang berada dan siapa kita! sangat jauh shaka, jadi lepaskan sekarang atau nanti akan makin sulit!
ayah kasih waktu satu bulan, jika kamu tak mengakhiri hubungan kalian ayah pindahkan kamu ke universitas lain" ucap ayah ruby dengan kemarahan yang memuncak
setelah dirinya dihina oleh kakek dari citra kekasih shaka.
shaka dianggap hanya akan menjadi beban bagi keluarga citra nantinya
"ayah melakukan ini demi kebaikanmu, dan keluarga kita! pikirkanlah" ucap ayah ruby menepuk pundak anaknya
shaka merenung sendirian, usianya yang sudah bisa dibilang dewasa, setelah lulus S1 ia langsung melanjutkan S2nya seseuai keingian ayahnya agar menjadi seorang dosen
flashback off
"shaka masih muda bun" jawab shaka
__ADS_1