
pagi hari alesha sudah siap dan rapih untuk berangkat ke kantor.
Mulai hari ini ia memutuskan menerima mobil ventaris dari kantor karena merasa ia butuh apalagi untuk pulang ke rumah orang tuanya.
"selamat pagi bu!" sapa alesha pada reva yang secara bersamaan di area parkir kantor
Wanita cantik yang saat ini berbadan dua
"pagi juga bu alesha, mari!" ucap reva saat ini bersama asisten pribadinya
Reva sesekali mengunjungi perusahaan saat benar-benar dibutuhkan.
"mer, tolong buatkan kopi ya saya mengantuk!" ucap alesha tak biasnya pagi-pagi sudah meminta kopi.
Ini sampainya diruangannya meminta asistennya untuk membuatnya menahan rasa kantuk
"baik bu!" jawab meri
Tak lama ponselnya bergetar tanda pesan masuk
~maaf selamam dio mengganggumu!~isi pesan masuk pada ponsel alesha
~tidak apa-apa kak~jawab alesha
Ia pun sangat suka dengan dio. Meski ia mengantuk namun tetap membacakan dongeng melalui video call dengan alesha
Membuatnya kini terus menguap
"ayo fokus! Kerjaan banyak!" ucap alesha
pada dirinya sendiri
"permisi bu, ini kopinya!!" ucap meri
"mm mer, hari ini ada jadwal meeting dengan siapa?" tanya alesha
"hari ini tidak ada meeting bu, tapi laporan dari kantor cabang baru saja dikirim dan harus ibu periksa!" ucap meri
"oke! Terima kasih kamu boleh kembali bekerja!" ucap alesha
Ia fokus dengan pekerjaanya dan tak menghiraukan beberapa bunyi pesan masuk
Hingga jam makan siang tiba
~
__ADS_1
~maaf bu, saya susnya dio. dia meminta mengirimkan foto kepada ibu~ ucap sus lia
~ganteng sekali, tidak apa-apa sus!~ balas alesha
Ia terus memandangi wajah anak kecil yang menarik hatinya.
Lalu bapaknya???
~tante, papa marahin aku!~ Dio kembali mengirimkan pesan pada alesha
"dia sangata tampan dan dewasa!" ucao alesha
~dio, dengerin nasehat papa ya. Tante kerja dulu oke, miss you~ balas alesha
Dan tak disangka
"kamu sedang apa hemmm"tanya chiko pada anaknya
"engga pa, lagi kirim pesan sama tante aja kok!" ucap dio
"jadi dari tadi ngga dengerin papa ngomong malah main ponsel!
Pesannya sejak pagi beluk lagi dibalas. Namun anaknya mudah sekali berkomunikasi dengan alesha
"kenapa kamu kirim foto papa! Lain kali jangan begitu oke!" ucap chiko
Kenapa anaknya lebih pintar darinya. Dalam mendekati wanita
******
"shaka minggu depan udah bisa mulai buat laporan dan bantu revisi tesisku?" tanya ravi
Usai pulang kerja ia menghampiri shaka ke kampus dimana shaka bekerja
"bisa! Tapi kamu harus belajar lagi untuk minggu depan buat laporan barang masuk, keluar dan stok dalam toko.
Sisanya kamu sudah mengusai!" ucap shaka memuji ravi
"benarkah!! Semoga saja semua ini cepat selesai!" ucap ravi
"kamu lelah? Kalau ngga sanggup istirahat saja dulu! Jangan terlalu dipaksakan!" ucap shaka
__ADS_1
"saya harus segera menyelesaikan satu-persatu. Kalau ngga semua akan makin sulit!" jawab ravi dengan penuh semangat
"oke, ayo pulang!" ucap shaka
"saya boleh minta tolong anterin pulang ngga, soalnya...!" ravi tak melanjutkan ucapannya
"ayo!!" tanpa banyak bertanya shaka mengantarkan ravi
"orang tuamu kerja apa?" tanya shaka pada ravi saat keduanya berada di mobil shaka menuju apartemen ravi
"ibu tidak bekerja, bapak kadang kerja kadang engga! Kenapa?" tanya ravi lagi
"ngga apa-apa, saat sukses nanti kamu pasti akan menikmati masa-masa ini
Jadi jangan menyerah!
Oh iya ini pegang!" ucap shaka
Ia mengepalkan .sesuatu ketangan ravi
"buat apa?" tanya ravi setelah melihat jika itu adalah uang
"pegang saja dulu, mungkin nanti butuh
Kita sudah sampai!" ucap shaka
Ravi tak dapat berkata-kata. baru kali ini ada orang yang memberinya uang karena tanpa sebuah alasan
"ngga usah, nanti saya ngga bisa bayar!" ucap ravi sebenarnya ia memang butuh
"tidak usah dibayar! Ini bukan hutang. Lain kali kalau sudah gajiam traktir saya kopi!" ucap shaka
"terima kasih shaka, kamu dan keluargamu sangat baik padaku!" ucap ravi
"kecuali wanita jutek itu!" gumam ravi
"kenapa?" shaka tak mendengar ucapan ravi yang terakhir
"engga, salah denger aja. Terima kasih bro buat semuanya!" ucap ravi ia turun dari mobil shaka dan masuk ke apartemennya
"satu juta! Biasanya uang ini hanya cukup untum bensin satu hari. Kenapa sekarang begitu berharga!" ucap ravi melihat kembali uang yang shaka berikan
Dari sini akhirnya ravindra mengenal arti kata tulus.
Sejal awal shaka tak memandang apa latar belakangnya dan begitu percaya mengajaknya pulang kerumahnya dan membantunya
__ADS_1
"ini harus cukup untuk sampai gajian satu minggu lagi!" ravi akan menggunakan uang pemberian shaka dengan baik