Jodoh Perawan Tua

Jodoh Perawan Tua
Perpisahan


__ADS_3

ravi kembali ke aktifitas magangnya yang tak lama lagi akan selesai, sebenarnya shaka memintanya untuk menyudahinya namun ravi ingin tetap menyelesaikannya dengan baik. meski bukan hal yang mudah ia lakukan


harus berkeringat dan juga bekerja dengan otot, tak membuatnya mundur untuk membuktikan pada orang tuanya


"gimana kemarin sidangnya?" tanya pak ruby pada ravi yang sedang sibuk menata beberapa barang yang baru saja tiba di tooko


"alhamdulillah lancar pak, berkat bantuan shaka dan juga toko ini" jawab ravi pada pak ruby


"syukurlah kalau begitu, apa kamu akan segera pulang kampung atau masih bekerja diperusahaan yang sekarang?" lanjut pak ruby


yang merasa akan kehilangan satu anak laki-lakinya


belakangan ini di hari liburnya ada ravi dan juga alesha yang selalu pulang ke rumah. membuat rumahnya ramai


"rencana masih kerja disini pak, tapi belum tahu nanti jika sudah wisuda" ucap ravi


"kenapa pak?" tanya ravi yang melihat pak ruby nampak berbeda dari hari biasanya


"saya akan kehilangan satu anak, kalau kau pergi. setidaknya jika masih kerja di kota ini tetaplah datang jika tak sibuk" ucap pak ruby


"siap pak, saya akan sering main dan makan masakan bunda" ucap ravi dengan semangat


"ya sudah lanjutkan, jangan terlalu keras ini hari terakhirmu bukan" ucap pak ruby lalu meninggalkan toko dan berangkat ke toko satunya


setelah masa pensiunya, memutuskan untuk membuka cabang toko agar memiliki kesibukan dan menambah pendapatnnya


"rav, ini sudah bagus dan revisinya sudah sempurna, tinggal daftarkan saja melalui online. tadi saya sudah hubungi pak imam" ucap shaka


"benarkah? baiklah letakan saja disana saya sedang sibuk" ucap ravi yang seperti biasa nampak banyak pembeli berdatangan melihat pegawai tampan yang melayani para pembeli dengan ramah


"hemm, oke!! sebentar lagi makan siang, ayo pulang dulu!" ucap shaka


"saya makan disini saja ka," ravi tak mau di hari terakhirnya bekerja dibumbui dengan pertengkaran dengan kakak shaka yang terlihat tak menyukai keberadaanya

__ADS_1


"tenang saja, macan lagi kencan jadi pulangnya sore katanya" ucap shaka yang bisa menebak apa yang ravi pikirkan


"bukan itu masalahnya" elak ravi


"sudah ayo, nanti bunda marah dia sudah masak banyak" ucap shaka


ravi meletakan pekerjaannya dan menitipkan pada mba tika dan pak karyo untuk melanjutkan, lalu mengikuti shaka pulang ke rumahnya


"pak, kok kalau saya lihat mas ravi itu kayak bukan anak orang yang ngga punya ya, menurut pak karyo gimana?" tanya mba tika yang selama ini mengamati ravi


"iya, kirain bapak aja yang berfikir begitu, kulitnya bersih dan juga pakaiannya seperti bukan barang murah" ucap pak karyo


"tapi ngapain kerja sampingan di toko seperti kita, jangan-jangan dia orang jahat" ucap mba tika


"husss, jangan sembarangan kalau bicara nanti ada yang dengar jadi masalah" ucap pak karyo menegur mba tika


lalu keduanya melanjutkan pekerjaannya dan berhenti membahas ravi


"ayo makan yang banyak, ini bunda juga buatkan lauk buat di bawa ke kostan ravi!" ucap bunda hana


"makasih banyak bu, saya sudah sangat merepotkan! kenapa dimasakin buat bekal juga" ucap ravi


"ngga repot kok, tadi dibantuin sasha, hari ini setengah hari saja tidak usah sampai sore, kita mau ada acara keluarga nanti sore jadi toko tutup lebih awal" ucap bunda hana menjelaskan


"iya bu, setelah ini saya ambil barang dulu ditoko" ucap ravi merasa sedih, keluarga shaka yang begitu baik padanya


selesai makan siang ravi kembali ke toko untuk mengambil tas dan juga beberapa barangnya lalu pulang ke apartemennya dengan motor matic yang saat ini menjadi temannya.


*******


"tante aku ngantuk" ucpa dio meminta dipangku oleh alesha di dalam mobil


"dio, kan bisa tidur di belakang sayang" ucap chiko yang saat ini menyetir mobilnya sendiri

__ADS_1


"sini sayang, bobo yang nyenyak ya! nanti kalau sudah sampai rumah tante bangunin" ucpa alesha


"nanti capek sha" ucap chiko


"engga kok kak, kasian sepertinya tadi makannya ke kekenyangan!" ucap alesha mengusap-usap kepala dio dengan lembut hingga membuat dio tidur dengan pulas


"mau mampir kemana dulu ngga?" tanya chiko


"ngga kak, pulang aja nanti sore mau ada acara keluarga soalnya sama bunda dan ayah juga" jawab alesha


"acara apa kalau boleh tahu?" tanya chiko


"biasa kak, kayak arisan keluarga gitu,, kumpul-kumpul tiap tiga bulan sekali" ucap alesha


"apakah lain kali saya bisa gabung dalam perkumpulan itu" ucap chiko


alesha terdiam sesaat hatinya entah mengapa seakan merasakan sesuatu " emmmm, inikan acara keluarga kak" ucap alesha


"jadikan kami keluargamu, apakah bisa?" chiko sedang membuat alesha gelisah dan tak tahu harus menjawab apa


"hehehehe, kamu lucu kak" ucap alesha


"saya tidak sedang becanda sha" ucap chiko


"ahhh sudah sampai, mau mampir dulu?" tanya alesha


iya sudah tak sanggup lagi rasanya berada dalam mobil berdua dengan pakĀ  duda tampan yang membuatnya takut khilaf


"lain kali saja sha, makasih sudah memangku dio, salam buat ayah dan bunda" jawab chiko


ia tahu saat ini alesha sedang menghindarinya. jadi ia tak mau memaksakan kemauannya saja, dan membuat alesha menjauh darinya"


"hati-hati kak" ucap alesha melambaikan tangan pada chiko yang langsung menancap gas dan pulang ke rumahnya

__ADS_1


__ADS_2