
[baby, kata kak reva kamu sudah sidang ya, kapan wisudanya. aku mau siapin baju buat dampingin kamu..ahhhh jadi ngga sabar] ucap diana dalam panggilan telfonnya pada sang kekasih
[hemmm, bulan depan! acaranya hanya untuk keluarga saja din] ucap ravi dengan datar
[baby, kenapa kamu panggil namaku tak seperti biasanya, why?] diana meminta penjelasan pada ravi karena merasa ada sesuatu yang salah
[saya lagi sibuk, nanti kita lanjutkan lagi] ucap ravi memutuskan mengakhiri panggilan telfonnya
flasback on
"mami, papi kalian pulang duluan ya, ravi mau kerumah teman dulu sebentar" ucap ravi usai sidang tesisnya
yang di hadiri papi dan juga maminya, karena dibuka untuk umum
"oke, asal bukan kiki" ucap mami nabila mengingatkan
"tenang saja mi, ini berbeda!!" ucap ravi
**
"cari siapa?" tanya seorang wanita pada ravi saat membukakan pintu rumahnya
"saya ravindra tante, bisa ketemu diana?" tanya ravi pada wanita yang ia tahu itu adalah ibu dari kekasihnya
"diana lagi pergi sama pacarnya, mungkin pulangnya malam!" ucap ibu diana
"ohh baiklah kalau begitu, saya permisi bu" ucap ravi berpamitan dengan hati hancur
kedatangannya dengan kejutan untuk sang kekasih namun yang didapatkan adalah penolakan yang tak penah ia bayangkan sebelumnya
flashback off
toookk....tokk....tokkkk
"haiiiiiii," ucap citra
saat pintu dibuka
__ADS_1
"citra, ngapain kamu kesini?" tanya ravindra melihat citra ada di apartemennya
"main lah, ke rumah kak chiko lagi ngga ada, ya udah tunggu aja disini" ucap citra
"ngga diajak masuk rav?" meski usia citra lebih muda namun dari garis keturunan ravi adalah anak dari adik orang tua citra
"masuk aja, cuma ada begitu jangan banyak protes" ucap ravindra
"ini masih mending, dulu kak chiko lebih parah lagi tinggal dikosant yang cuma ada kamar dan kamaar mandi diluar" ucap citra memutari ruang apartemen ravi
"mau makan?" tanya ravi menawarkan pada sepupunya
"kayak punya aja, ngopi yuk di luar" ajak citra merasa bosan
"buat aja disini, di kulkas banyak makanan tadi dibawakan sama ibunya temen" ucap ravi menunjukan isi kulkasnya
"wahhh banyak banget, kebetulan belum makan siang, aku mau ya" ucap citra memilih beberapa menu dan menghangatkannya kembali
sedangkan ravi sibuk dengan ponselnya, entah apa yang dia lakukan
"mau tahu rahasia ngga?" ucap citra disela-sela makannya
"rahasia dijaga, jangan dibocorin!!" ravi menimpali ucapan citra
"aku???? apa itu!!! cepat katakan" ucap ravi memaksa citra
"tadi ngga butuh katanya, ya udah gue mah bisa nyimpen rahasia" citra makin menggoda ravi agar maki penasaran
"mau ngomong sekarang, atau aku bilang sama om kalau kamu kesini mau temuin mantan kamu, iya kan!!" ancam ravi
"ahhh,,, oke-oke!! jadi semalem aku dengar papa dan om lagi bicarain kepulanganmu. dan om bilang kalau dalam bulan ini kamu akan ditarik lagi ke kota K dan akan mulai menggantikan om di perusahaan" ucap citra
yang akhirnya benar-benar membocorkan rahasia om dan papanya
"benarkah? bagus juga kamu kesini ada gunanya. makan yang banyak lalu pulang sana" ucap ravi
"si*alan, dapat informasi ngusir loe, ohh iya kemarin aku sama reva makan siang bareng pacarmu, dia makin cantik aku jadi iri" ucap citra terus saja mengunyah dan mengoceh pada ravi yang tak lepas dari ponselnya
ting..tong
__ADS_1
"rav, kamu ngusir aku mau kedatangan tamu?" tanya citra
"temenku mau main katanya sekalian bantuan tugasku, mungkin dia yang datang" ucap ravi
"bukain pintunya, aku mau ke kamar mandi" ravi meminta citra membukakan pintu untuk temannya
"kak shaka!!!" citre terkejut setelah membukakan pintu untuk yang katanya teman sepupunya
"maaf saya salah kamar sepertinya" ucap shaka ia akan membalikan badan
"shaka, kenapa masih diluar ayo masuk" ucap ravi yang sudah keluar dari kamar mandi melihat temannya masih didepan pintu
"gimana sih cit, kenapa tak disuruh masuk" ucap ravi
"maaf saya mengganggu , lain kali saja saya datang lagi" ucap shaka
"jangan pedulikan dia, dia datang tak dijemput pulang tak diantar, ayo masuk dan silahkan duduk" ucap ravi
"sembarangan aja kalau ngomong" citra mendorong badan ravi
shaka meras tak nyaman dengan yang dilihatnya, mantan kekasihnya bersama dengan teman baiknya
"saya pamit aja ya" ucap shaka beranjak dari sofa
"biar aku aja kak yang pergi kalau ngga nyaman ada aku" ucap citra
"kalian saling kenal?" tanya ravi
"sepertinya kakak sudah pulang, aku kerumah kakak dulu rav" ucap citra menyahut tas dan berpamitan pada ravi
"kamu kenal citra?" ravi kembali bertanya pada shaka
"iya dulu kami sempat satu sekolah waktu SMA" ucap shaka
"ohhh, gitu! mau minum apa?" tanya ravindra
"nanti saja, dia kekasihmu?" tanya shaka memberanikan diri
__ADS_1
"bukan!!!" ucap ravi tanpa menjelaskan lebih detail dan shaka juga tak lagi mempertanyakan lebih lagi
toh baginya citra adalah masalalunya