Jodoh Perawan Tua

Jodoh Perawan Tua
tugas baru


__ADS_3

[assalamualaikum, bunda minggu ini sasha ngga bisa pulang, karena ada pekerjaan tambahan] alesha menghubungi orang tuanya agar tak menunggunya yang berjanji akan pulang di akhir minggu saat libur kerja


[iya sayang, yang penting kamu jangan capek-capek ya! bunda sama ayah hanya bisa mendoakanmu nak] tiba-tiba bunda hana merasa sedih


kedua anaknya bahkan sudah usia cukup dewasa namun belum ada yang menemukan jodohnya [bunda juga masih berharap kamu segera menemukan pendampingmu ya nak, kami sudah tak lagi muda sampai kapan kamu mau mengejar karimu?] bunda hana mengingatkan alesha tentang usianya yang mnginjak kepala tiga


[bunda maaf ya, alesha tak bisa membuat harapan bunda terwujud. alesha hanya ingin karir yang sukses baru akan menikah bunda, alesha janji] ucap alesha hatinya terpukul mendengarkan keluahan bundanya


yang selama ini selalu sabar dan selalu mendukungnya, [ya sudah jaga dirimu baik-baik nak, jangan lupa makan dan jaga kesehatan ya] ucap bunda hana sebelum keduanya mengakhiri panggilan terlfonnya


alesha masih terdiam dan tersadar apa yang bundanya sampaikan benar adanya, bahkan sahabatnya sudah menikah meski pernikahannya akhirnya juga kandas


"bu! sudah siap?" tanya meri yang menjemput alesha ke rumah sewanya dan duduk termenung sendiri di depan teras


"ayo mer, saya sudah siap" ucap alesha melangkahkan kakinya


lalu masuk kedalam mobil bersama asistennya


"bu maaf hari ini yang jaga anak saya sedang sakit dan suami saya juga lembur dikantor, jadi saya bawa anak saya bu" ucap meri pada alesha


"ngga apa-apa, siapa namanya ?" tanya alesha saat sudah naik ke mobil dan duduk di belakang anak asistennya


"ian tante!" jawab anak kecil yang memegang ponsel dan bermain game duduk dikursi mobil dipangkuan ibunya

__ADS_1


"nama yang bagus, mau duduk dibelakang dengan tante?" tanya alesha yang menyukai anak kecil


ian saat ini berusia empat tahun


"terima kasih tante, sama ibu aja" jawab anak imut itu


sekilas terbayang alesha jika memiliki anak kandungnya sendiri, ia lalu tersenyum


dulu ada beberapa pria yang mendekatinya dan bahkan ada yang berani melamarnya, namun alesha kekeh pada pendiriannya bahwa kesuksesannya adalah nomer satu diatas segalanya


"mer, mana berkas yang harus saya pelajari?" tanya alesha tak mau larut dalam kesedihan dan kesepian


"ada disamping ibu, ditas" ucap meri memberitahukan apa yang dibutuhkan alesha untuk pekerjaanya


"selamat siang bu, dari mana?" tanya satpam gedung yang alesha datangi


"saya dari perwakilan bu reva dari kantor pusat" jawab alesha


"silahkan" ucap satpam yang berjaga membukakan gerbang untuk mobil yang alesha naiki


"selamat datang bu, alesha, silahkan masuk" ucap seorang pegawai mengarahkan alesha dan asistennya


"terima kasih, pak! maaf saya week end kesininya" ucap alesha yang melihat kantor tak terlalu banyak orang

__ADS_1


"tidak masalah bu, karena kantor selalu ada orang namun kebetulan hari ini pak burhan sedang ada urusan diluar kantor" ucap seorang pegawai yang diminta untuk menyambuta alesha


"iya pak, bisa kita mulai sekarang pak?" tanya alesha


semua pegawai berkumpul dan mengadakan rapat yang alesha minta untuk melakukan apa yang diminta langsung oleh reva, anak pemilik perusahaan


alesha menyampaikan beberapa hal yang harus ia lakukan setiap bulannya pada kantor cabang sekaligus tempat dimana pelatihan para pegawai dilakukan


setelah semua beres, rapat dilakukan kurang lebih tiga jam dan saatnya alesha diajak untuk berkeliling.


"kalau begitu saya pamit dulu pak, sampai bertemu bulan depan" ucap alesha berpamitan dan mengajak asistennya untuk segera meninggalkan tempat


merri meminta sang supir mengantarnya kembali pulang yang membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam perjalanan


saat ditengah perjalanan yang sudah hampir menjelang magrib,


"pak cari tempat makan yang ada masjid atau musholanya ya pak, kita makan dulu" ucap alesha melihat ian anak sang asisten tertidur pulas mungkin karena kelelahan


"baik bu" jawab sang supir


tak lama tempat yanga diminta alesha tepat disebalah kiri jalan. " saya mau beribadah dulu sebentar, kalian bisa langsung pesan makan, nanti bergantian kasihan ian" ucap alesha


"iya bu" jawab meri

__ADS_1


dan juga sang supir yang alesha minta untuk makan bersama


__ADS_2