
"mami dan papi mau ke luar negeri selama satu minggu! jagain oma gantian sama cucu yang lain. dan reva kamu perkiraan lahirnya bulan depan kan?" tanya mami nabila
"iya mi jangan khawatir, sekarang jhon sudah bisa menetap di sini kok, ngga harus bolak-balik luar negeri lagi" jawab reva
"tentu saja kami khawatir, itu kan cucu pertama kami!!" ucap mami nabila
"ngga usah diantar, kalian urus saja pekerjaan masing-masing" ucap papi gala
"siapa juga yang mau antarkan" ucap ravindra
"aiiiiissss anak ini!" ucap pak gala
"sudah pi biarkan saja, kita kan mau liburan" ucap mami nabila
"hati-hati ya mami, papi" ucap reva memeluk irang tuanya
"kira-kira pulang liburan bawa adik lagi ngga buat kita" ucap ravi bercanda
"astaga!!! harusnya kamu sana cari jodoh dan segera berikan cucu buat kami" papi gala dibuatnya naik darah oleh anak bungsunya yang selalu tak mengajaknya berdebat
"ya sudah kami berangkat, kalian semua hati-hati" ucap mami nabila
keduanya melambaikan tangan
"yang, kita pulang yuk" ajak reva pada suaminya
usia kandungan reva yang sudah delapan bulan dan tinggal menunggu masa kelahiran buah hatinya yang pertama
"kemana sih kak, kenapa ngga nginep aja disini" ucap ravi tentu saja akan merasa kesepian
"ogah!! sana cari istri makanya!! kamu cuma cari temen buat makan doang" ucap reva
"kamu mau tinggal disini yang?" tanya jhon pada istrinya
"engga yang, kita pulang aja!" ucap reva
"kalian ini ngga sayang sama adik kalian yang tampan ini, gimana kalau nanti diculik" ucap ravi
ravi segera bersiap ke kantor dengan semangat
"setidaknya di kantor ada yang bisa di kerjain" ucap ravi mengingat dendamnya pada alesha yang belum terpuaskan
******
"selamaat siang pak" sapa eva
"dimana alesha?" tanya ravi yang tak melihat asistennya di meja kerjanya
setelah tiba dikantor yang memang sudah siang, karena harus menunggu orang tuanya berangkat ke luar negeri dan lanjut rapat diluar kantor
"lagi sholat pak" jawab eva
"hah? ohhh oke" ucap ravi
"kalau sudah kembali suruh ke ruangan saya" ucap ravi lagi
"baik pak" ucap eva
ravi masuk keruangan kerjanya. "setidaknya dia lebih baik dariku" ucap ravi mengingat dulu ia bersama shaka dan ayahnya melakukan ibadah bersama
__ADS_1
ravi mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang [ hallo pak dosen!]
[iya rav, gimana kerjaannya ditempat baru] tanya shaka yang masih belum tahu siapa sebenarnya ravindra
[lumayan, masih beberapa hari jadi belum begitu terasa perbedaanya. kapan ada kunjungan ke kota K] tanya ravi
iya berjanji akan membalas jasa dan kebaikan shaka serta orang tuanya, kecuali kakaknya yang tak bisa termasuk dalam daftarnya
setelah ravi kembali dalam kehidupan sebenarnya
[kalau tidak berubah akan ada jadwal seminar disana, namun masih bulan depan] jawab shaka
"permisi pak, eva meminta saya menemui bapak" ucap alesha yang masuk ke ruangan ravi
dan ravi memberikan kode dengan menutup mulut pakai jarinya agar shaka tak mendengar
[sepertinya kamu sedang sibuk, kita lanjutkan lain kali] ucap ravi
[oke] jawab shaka
lalu ravi memutuskan panggilannya
"iya, dari mana saja baru kembali ini sudah jam berapa?" tanya ravi
"baru jam satu pak, saya tepat waktu kok pak" ucap alesha
"atur jadwal saya rapat dengan perusahaan MP grup cabang di kota K sesegera mungkin, kalau bisa saya mau di hari jum'at saja" ucap ravi
"baik pak, akan saya atur dulu untuk mamajukannya jadwalnya, ada tambahan lain pak?" tanya alesha
"udah itu saja, tolong siapkan makan siang saya. dan temani saya makan" ucap ravi tak mau makan sendirian
"saya pak?" tanya alesha
"baik pak" alesha yang sebenarnya sudah makan juga tak bisa menolak dan menuruti kemauan ravi
yang terlihat sedikit tak bersemangat
"va, kita diajak makan siang bareng bos, aku pesan dulu makanannya ya!" ucap alesha
Ia membuka ponselnya dan memilih beberapa makanan yanh ia tahu tak mengandung makanan yanh menyebabkan ravi alergi.
"sha, saya sudah makan! Mana lagi diet juga!" ucap eva
"besok lagi dietnya, kalau masih mau umur panjang kerja disini. Turuti saja kata bos!" jawab alesha setelah memesankan makanan
Dan tiga puluh menit kemudian.
Makananya tiba
"makanannya lumayan! Masukan ke list makanan yang bisa saya makan!" ucap ravi selesau dengan makan siangnya
Sementara eva dan alesha mengangguk saja perutnya terasa sangat penuh karena harus makan dua kali dalam waktu yang berdekatan
"kalian boleh pergi, dan panggilkan ob untuk membersihkan!" ucap ravi
"baik pak!" alesha dan eva keluar ruangan bosnya
"dia kenapa ya?" ucap alesha
__ADS_1
Menggumam
"hemmm!! Apa sha?" tanya eva
"engga, aku lupa ada yang belum diselesaikan!"
[dek, kamu masih suka komunikasi dengan bocah magang itu ngga?] tanya alesha pada shaka
Melalui panggilan telfon
[kak, namanya ravi! Dia sudah pindah kerja sekarang tapi masih suka kirim pesan.
Ada apa?] tanya shaka
[apa dia selama ini membohongi kita?] alesha penasaran apa adiknya tahu jika ravi sebenarnya anak orang kaya
Yang sedang pura-pura mis*kin
[tentang apa kak? Udah deh kalau ngga suka jangan dibahas. Apalagi sampai fitnah.
Aku mau ada kelas lagi. Udah ya kak] shaka memutuskan panggilan telfonnya
karena kesal dengan kakaknya yang tak pernah menyukai temannya
Yaitu ravi
"dia adik siapa sebenarnya!!" ucap alesha tak kalah kesal
"sha?" panggil eva dan memberikan kode melirik ke samping
alesha melihat ke arah lain
"ada yang bisa saya bantu bu?" tanya alesha
"kak sasha?" tanya citra
"kenal saya? anda yang!" alesha mengingat sekilas dimana saat ia bermain dengan dio disalah satu mall
"iya! Saya alesha! Anda mau bertemu dengan pak ravi?" jawab alesha cepat takut dia adalah salah satu wanita bosnya
Mengingat waktu itu ravi makan hanya berdua si restoran dan menyempatkan waktu dijam kerja
"saya citra, kakak lupa? Saya adik kelas kak shaka yang dulu pernah ke rumah kakak!" ucap citra mengingatkan
"iya ingatan saya akhir-akhir ini agak kurang baik. Maaf bu. pak ravi ada didalam silahkan masuk!" ucap alesha
"terima kasih kak, salam buat kak shaka dan bunda hana ya!" ucap citra lalu masuk ke ruangan ravi tanpa mengetuk pintu
"sha, kenalan loe ok jug!" ucap eva
"ssstttt jangan banyak bicara ayo kerja!!" ucap alesha
Ia tak peduli dengan yang dilakukan bocah tengil . Yang penting tidak merepotkannya lagi
"rav, kakaknya kak shaka kerja disini? Kok aku baru tahu!" ucap citra pada ravi
"emang setiap pegawai masuk harus lapor padamu. Mana ku tahu dia kakaknya shaka!" ucap ravi masih sambil menyibukan diri
"kamu kenal shaka dari mana?" tanya ravi
__ADS_1
"dulu mantan ku pas kuliah!" ucap citra
"haah? Serius? Pantas dia kayak aneh pas liat kamu di apartemen waktu itu!" ucap ravi