
"kamu dari mana saja, tante nyariin kamu!" ucap chiko
Saat datang bersama dio ke apartemen ravi karena khawatir setelah ditelfon oleh tantenya
"ravi magang kak, karena kakak dan papi ngga mau bantu jadi
Ravi harus magang dihari sabtu dan minggu!" jawab ravi
ia menarik dio dalam pangkuannya
"om kenapa tanganya merah!" ucap dio melihat tangan yang melingkar ditubuhnya
"om habis alergi makanan. Tapi sebentar lagi sembuh dio belum ngantuk?"tanya ravi
"belum, kami habis dari rumah mama baru dio!" ucap dio sangat jujur
"dio! Jangan sembarangan!" tegur chiko
"tapi tante mau aku panggil mama tadi!" ucap dio
"wahhh akhirnya om dan tante pasti seneng nih pak duda sudah move on!" ucap gala
chiko menatap ravi dengan tatapan sengit. Andai tak ada dio saat ini
Ravi malah tersenyum mengejek" dio mama barunya cantik? Cariin buat om juga dong. Nanti dio punya dua mama baru!" ucap ravi makin melantur
"ravi!!! Sepertinya kamu baik-baik saja.
Ayo dio pulang!" ajak chiko kesal adiknya terus meledeknya
Ia ingat dulu marah dan berucap tak akan menikah lagi selamanya.
Tapi rupanya ada yang lebih indah dari ucapannya dulu yang membuat chiko akhirnya luluh juga
"iya pa, om dio pulang dulu ya. Nanti dio ajak mama baru ketemu om dan tante citra. Dan kakek, nenek semuanya!" ucap dio
sekaligus pamit pada omnya
__ADS_1
"oke jagoannya om, kita ketemu lagi nanti kalau tante reva sudah melhirkan. Dio bisa punya teman main!" ucap ravi
"ya sudah jaga diri, kalau ada apa-apa telfon kakak jangan buat orang khawatir lagi lain kali!" ucap chiko sebelum pamit
"oke siap pak ceo! Dadah dio!" ravi melambaikan tangannya pada bocah kecil menggemaskan
"kapan punya kayak dio!!" ucap ravi lalu ia berfikir kembali
"astaga, engga!! Punya istri dan anak itu merepotkan.
Ahhh aku lupa telfon diana. Dia pasti marag!!"
Ravi mencari ponselnya dan segera menghubungi kekasihnya yang saat ini masih tersisa diantara beberapa pacar ravi
Karena sudah tak menerima uang bulanan san jatah shopping.
[baby, sorry aku baru pulang dari rumah sakit! Aku benaran sakit beb] ucap ravi berusaha menjelaskan
[kamu udah ngga sayang lagi kan sama aku, setiap diajak ketemu pasti ngga mau] ucap diana
[baby, aku udah bilang lagi tugas diluar kota. Saat gajian ahh saat libur nanti akan pulang menemuimu! Aku janji] ravi terus merayu kekasihnya
[bukan beb, aku sedang dipersiapkan untuk menggantikan papi. Jadi harus bisa jadi anak magang dulu sementara dan hidup dari gaji sekarang. Apa kamu masih mau dengan ku?] ravi ragu menjelaskan keadaan sebenarnya
Namum selama ini diana yang tak banyak menuntut padanya
"menggantikam papinya? Dia akan mewariskan semuanya bukan?" ucap diana menggumam
[iya beb, aku akan setia menunggumu! Jangan lupa kabari aku saat tal sibuk!] ucap diana
[tentu saja, kamu sabar ya! Ini tak akan lama] ucap ravi
Lalu keduanya mengakhiri obrolannya
"gue harus segera menyelesaikan ini dan kembali ke kehidupan sebenarnya. Diana orang yang baik pasti mami dan papi akan setuju.
Tapi!!! Ahhhh tidak untuk menikah. Belum saatnya!" ravi terus berbicara sendiri
__ADS_1
Hingga malam larut dan ia terlelap
****
"cie rajin banget yang semalam habis diapelin pak duda!" ledek shaka pada kakaknya
Yang sedang menyiapkan sarapan membantu bundannya
"nih bun, shaka reseh banget kan!" adu alesha pada bundanya
"kalian ini sudah pada dewasa tapi kalau ketemu masih saja seperti anak kecil!" ucap ayah ruby
"shaka yang mulai yah, bukan sasha!" alesha tak terima
"sama saja kalian berdua! Ayo sarapan hari minggu biasa toko ramai.
Dan alesha jangan terlalu sore berangkatnya. Nanti susah kendaraannya!" ucap bunda hana
"emmmm, sedih! Kenapa hari libur hanya dua hari sih!" ucap alesha
"makannya buruan nikah sama pak duda, nanti tiap hari libur dan tinggal shopping!" sahut shaka
"gue juga punya uang banyak ngga perlu minta!" ucap alesha
Paling anti kalau soal meminta uang.
"assalamualaikum!" suara orang bertamu
"walaikumsalam, ravi sudah sembuh? Harusnya istirahat saja!" ucap bunda hana
"ayo masuk dulu kita sarapan bersama!" ajak bunda hana
"saya sudah sarapan bu, saya tunggu disini saja!" ucap ravi menolak padahal ia lapar karena uangnya sudah sangat menipis
Namun ia takut jika makannya yang mengandung alergi lagi
"tenang hanya nasi goreng dan telur saja. Roti juga ada jadi kamu ngga alergi kan?" bunda hana seolah tahu apa yang dipikirkan ravi
__ADS_1
"iya bu!"