Jodoh Perawan Tua

Jodoh Perawan Tua
Hampir Ketahuan


__ADS_3

"selamat pagi!!" shaka baru saja tiba di kantor dan menyapa beberapa rekan kerjanya


ia tak nampak ravi ada di dalam ruangan. "ravi kemana?" tanya shaka pada temannya


"tadi di panggil sama bos kayaknya! biasa anak magang mungkin banyak kesalahan kali!" jawab teman shaka


"setau saya ravi kerjanya bagus, walaupun magang tapi dia juga tetap bekerja sesuai dengan kemampuannya yang menurut saya harusnya dia punya jabatan loh!" shaka membela ravi yang baru beberapa hari ini ia kenal


entah mengapa ia tak rela jika temannya itu diperlakukan tak adil sama sepertinya saat awal masuk kerja dulu, dan shaka ngga mau orang lain merasakan apa yang ia rasakan dulu


"sudah sana kerja lagi, nanti sore saya traktir makan selepas pulang kerja" ucap shaka membuat para temannya tersenyum senang tentunya


"kayaknya ulang tahunmu masih lama kan?" tanya seorang temannya


"udah kita kerja dulu sekarang, nanti selesai jam kantor kita kumpul di parkiran oke" ucap shaka ia duduk di kursi kerjanya dan mulai menyalakan laptop untuk bekerja


shaka sudah mengajukan surat pengunduran dirinya sekitar dua minggu yang lalu, setelah diputuskan diterima di universitas


dan sebelum mendapatkan pengganti maka shaka masih akan tetap bekerja seperti biasa di kantor


tak lama setelahnya ravi masuk ke ruangan yang entah ia datang dari mana



"ravi kamu dari mana?" tanya shaka


"dari ruangan om......emmm bos kita yang baru!" jawab ravi gugup


"bos baru? kenapa kamu bisa dipanggil. kamu kenal?" tanya shaka penasaran


"engga sih, cuma tadi saya melakukan sedikit kesalahan dan ada kesalah pahaman jadi saya dipanggil untuk menyelesaikan" jawab ravi dengan hati-hati


"ohhh, ya sudah ayo bekerja biar ngga dipanggil bos lagi. bosnya wanita apa laki-laki" tanya shaka lagi


"pria, sepertinya galak dan banyak mau" ucap ravi mengolok kakaknya sendiri

__ADS_1


"ngga beda jauh dengan bos sebelumnya berarti, tapi saya yakin meraka baik" ucap shaka lalu membiarkan ravi dan melanjutkan pekerjaanya


ravi menghela nafasnya karena saat ini jantungnya masih tak bisa diamankan, kalau saja shaka tahu yang siapa yang ravi temui itu


mungkin rasa pertemanan atau perlakuan shaka akan beda, ravi merasa shaka dan keluarganya sangat baik namun ia juga tetap harus berhati-hati dan tak boleh sampai orang lain tahu


karena itu tugasnya dari sang ayah sebagai bukti bahwa ravi mampu menjalani segala masalah dan pekerjaan dari bawah


"ohh... iya nanti sore pulang kerja saya dan yang lain mau makan dan kumpul bersama, mau gabung?" tanya shaka baru ingat ravi belum diberi tahu


"boleh, tapi saya kerjakan pekerjaan saya dulu ini cukup banyak! " ucap ravi


"tenang saja, kamu kan disini sebagai penggantiku jadi selama satu minggu ini saya akan tetap membantu dan mengerjakan yang menjadi tugas saya. minggu dapan saya udah pindah kerja" ucap shaka pada ravi


"jadi saya gantiin kamu! terus kamu mau pindah kemana?" ravi terkejut baru saja ia mendapat teman yang menurutnya baik


namun tiba-tiba saja harus berpisah


"saya kerja di kampus, kamu tetap bisa main kerumah saya kalau mau" ucap shaka melihat ekspresi ravi yang merasa akan kehilangan


"oke!! kita belum bertukar nomer ponsel kan." ravi memberikan nomer ponselnya dan meminta milik shaka


lalu keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan tak lagi saling mengobrol


*******


"bu alesha, di minta ke ruangan rapat , sedang di tunggu oleh bu reva" ucap meri memberitahukan informasi yang diperoleh dari asisten reva anak dari pemilik perusahaan


"iya mer, terima kasih" ucap alesha lalu beranjak meninggalkan meja kerjanya dan menuju ruang rapat yang ditunjukan meri sang asistennya


langkah cepat alesha menuju ruang rapat "permisi, saya alesha! benarkah dengan bu reva?" tanya alesha dengan sopan


"iya, silahkan duduk! masih ingat dengan saya?" tanya reva


"tentu saja masih ingat bu! terima kasih sudah menerima saya" ucap alesha yang baru kali ini bertemu lagi dengan salah satu tim pengujinya saat masuk tes perusahaan dulu

__ADS_1


"itu karena prestasi dan kemampuanmu, bagaimana bekerja di kantor pusat?" tanya reva


"alhamdulillah saya betah dan nyaman bu, dan sekali lagi saya berterima kasih telah diberikan kesempatan untuk dapat duduk di kursi yang sekarang" ucap alesha denganrendah hati


"selama beberapa tahun kebelakang ini saya perhatikan para pegawai yang memiliki dedikasi tinggi untuk perusahaan ayah saya, dan bu alesha merupakan salah satunya.


tujuan saya memanggil anda kesini adalah ingin berkenalan lebih dekat karena nantinya bu alesha akan langsung melaporkan semua keuangan perusahaan pada saya. dan juga


saya ingin meminta secara langsung untuk bu alesha handle keuangan yang ada di tempat pelatihan pegawai calon sekurity umum dan khusus


selama ini saya lihat laporannya hanya manual dan sulit terkontrol. apakah ini memberatkan?" tanya reva yang sudah menjelaskan maksudnya memanggil alesha


ia benar-benar percaya dan yakin alesha mampu menggantikan posisinya dulu, yang sangat sulit untuk ia cari


"saya bersedia bu, namun saya harus pastikan jika untuk mengontrolnya langsung ke kantornya. dan meminta tim baru untuk membantu saya" ucap alesha


"kami akan sediakan supir dan mobil inventaris. namun jika anda menginginkan mobil pribadi bisa ajukan ke bagian HRD nanti akan saya sampaikan pada ayah saya yang lebih berwenang saat ini" tawar reva


"tidak perlu bu, saya cukup dengan mobil kantor ketika mengharuskan untuk keluar kota atau kantor cabang saja" ucap alesha yang memang beberapa kali ditawarkan kendaraan atas prestasinya namun ia menolak


dengan berbagai alasan


dan saat ini gajinya pun mampu untuk hidup mewah, namun ajaran orang tuanya tak membuat alesha lupa diri karena berada di puncak karir


"baiklah kalau begitu, nanti saya akan siapkan tim untuk membantu, jika ada yang anda butuhkan bisa langsung hubungi saya atau bagian HRD" ucap reva


wanita cantik berkarisma yang membuat alesha kagum


bahkan saat ini reva sedang mengandung, namun tetap aktif dalam pekerjaan membantu papinya


"baik bu, terima kasih banyak, saya akan usahakan semaksimal mungkin kemampuan saya" ucap alesha


reva beranjak ia mendekati alesha dan entah apa membuatnya memeluk alesha. lalu pamit dan meninggalkan ruang rapat


alesha mengatarkan reva sampai ke depan litf dan kembali lagi keruangannya

__ADS_1


__ADS_2