Jodoh Pilihan Daddy

Jodoh Pilihan Daddy
Jodoh Pilihan Daddy 11


__ADS_3

Di rumah.


"Selamat datang tuan muda, nona muda." Sapa salah satu staf yang membuka kan pintu mobil Fina.


Fina dan Hendry pun segera masuk ke dalam rumah.


"Akhr.. " desis Fina lirih ketika menuruni anak tangga.


Langkah Hendry pun terhenti ketika mendengar lirih suara Fina.


"Ada apa?." Tanya Hendry.


"Tak apa, perut ku hanya sedikit nyeri." Ucap Fina sembari memegang i perut nya.


Tanpa menunggu lama Hendry langsung menggendong Fina. Fina yang terkejut dengan spontan melingkar kan tangan nya di leher Hendry.


Hendry langsung membawa Fina ke ruang makan.


"Sajikan makanan nya." Titah Hendry.


"Cepat makan dan setelah itu minum obat.." Sambung nya.


Fina dan Hendry pun makan siang bersama.


Setelah selesai Fina segera mengganti pakaian dan mengerjakan tugas nya.


"Aku akan ke kantor jika aku belum pulang tidur lah duluan jangan menunggu ku." Ucap Hendry.


Ia langsung pergi menuju kantor.


Malam hari nya.


Ketika Hendry pulang dari kantor ia melihat para pelayan masih berdiri di dekat meja makan. Ini berarti Fina belum makan malam.


"Kenapa kalian masih di situ?." Tanya Hendry.


"Kami masih menunggu nona muda tuan." Ucap Ratih sang kepala penanggung jawab.


"Fina belum turun?." Tanya Hendry.


"Belum tuan, nona muda bilang mau menyelesaikan tugas nya terlebih dahulu." Ucap Ratih.


Hendry pun menuju ke kamar nya.


Ia melihat Fina tertidur di meja belajar dengan buku yang sudah berantakan alakadar nya.


"Fin.. Fina." Panggil Hendry dengan pelan.


"Eummhh.."


"Bangun dan makan malam dulu. Setelah itu tidur." Ucap Hendry.


"Aku tidak lapar." Ucap nya yang masih menutup mata. Bahkan enggan mengangkat telinga nya karena Fina sudah dalam posisi wenak.


"Mau turun sendiri atau aku gendong." Tanya Hendry.

__ADS_1


"Gendong." Ucap Fina tanpa sadar.


Dengan cepat Hendry pun menggendong Fina Hinga sampai di meja makan.


"Sajikan makanan nya." Ucap Hendry.


Ia melihat Fina masih betah tidur di atas meja makan.


"Ekhemm.."


Tak ada respon apapun dari Fina.


Lalu Hendry terfikir kan dengan ide yang cemerlang.


"Bawakan aku tepung dari dapur." Ucap Hendry


Dengan cepat salah satu pelayan membawakan tepung yang di minta Hendry.


"Fina bangun." Panggil Hendry sekali lagi.


Karena masih tak di respon oleh Fina.


Hendry menabur kan sedikit tepung di rambut Fina dan membedakan sedikit di wajah Fina.


"Bawa ini " ucap Hendry menyodorkan tepung tersebut kepada salah satu pelayan nya.


"Bangun kan dia." Ucap Hendry yang kembali duduk di kursi nya.


"Nona, nona." Ucap Ratih sembari menepuk pelan lengan Fina.


Fina pun membuka mata nya dan melihat diri nya sudah di meja makan.


"Apa? Kenapa melihat saya?." Tanya Hendry.


Namun tak di balas oleh Fina.


Ia melihat sekilas pantulan wajah nya dari meja makan.


Ia melihat rambut nya yang putih dan wajah nya yang comot akan tepung.


Ia langsung berdiri dan melihat di kaca yang tak jauh dari meja makan.


"Akhrrhejsjsjhsjajia.."


"Pasti ini kerjaan es batu."gumam Fina.


Fina langsung menuju ke dala kamar mandi bawah dan membersihkan rambut seta wajah nya.


Karena pakaian nya ada di atas jadi ia hanya mengenakan piyama.


Di meja makan Fina makan malam sembari rambut nya di keringkan oleh beberapa pelayan.


"Apa senyum senyum?." Tanya Fina ketus.


"Siapa yang senyum." Tanya Hendry.

__ADS_1


"Ya anda lah, bapak Hendry yang terhormat." Ucap Fina kesal.


"Jangan bilang kamu menuduh ku yang melakukan hal itu oke." Ucap Hendry santai.


"Wait wait, aku belum mengatakan apa apa kenapa kau sudah mengatakan nya." Ucap Fina kesal.


"Lagi pula, aku tau itu ulah mu, karena aku 99% tidur dan 1% sadar." Ucap Fina. Sembari memakan makanan nya.


"Baiklah baiklah aku yang melakukan nya.lagian, kamu di panggil buat bangun ga bangun bangun." Ucap Hendry terkekeh.


"Kau lihat, kelakuan majikan mu." Adu Fina kepada para pelayan yang berada di situ.


Mereka hanya bisa menahan tawa melihat tingkah lucu kedua pasangan ini.


"Kenapa tidak makan dari tadi? Jam makan malam mu sudah lewat 1 jam yang lalu." Ucap Hendry.


"Tugas ku masih banyak jadi, aku mau menyelesaikan nya dulu." Ucap Fina.


"Lain kali jika kau telat makan lagi aku akan menghukum mu." Ucap Hendry dengan menatap Fina.


"Apa tatap tatap?." Tanya Fina kesal.


"Gak!, Cuma memastikan apakah kamu benar benar sudah bangun atau masih tidur." Ucap Hendry meledek Fina.


"Terserah males ngeladenin es batu." Ucap nya kesal.


Tak lama setelah mereka makan, mereka berdua pun menuju ke kamar nya.


"Fina." Panggil Hendry.


Fina hanya menoleh


"Saya mau kasih kamu sesuatu." Ucap Hendry.


Hendry pergi mengambil kotak di dalam laci meja nya.


Setelah itu ia menarik pelan pergelangan tangan Fina. Membawa Fina duduk di tepi kasur.


Fina hanya diam mengikuti langkah Hendry.


"Aku ga tau apa kesukaan mu. Tapi, aku berusaha mencarikan nya yang terbaik untuk mu." Ucap Hendry.


Ia lalu membuka kotak tersebut. Di sana terdapat kalung emas dengan ukiran yang cantik. Tentu nya itu kalung sangat mahal bagi Fina.


Hendry menyerahkan kotak beserta kalung nya kepada Fina.


"Ga ada niatan mau makekin?." Tanya Fina sembari menatap mata Hendry.


Hendry yang terkejut hanya sedikit membelalakkan mata nya.


Tangan sedikit bergetar ketika harus memakai kan kalung tersebut di leher Fina.


"Your so beautiful in the night." Ucap Hendry melihat paras cantik Fina.


"And I say thank u my husband." Ucap Fina. Ia langsung memeluk Hendry dengan hangat.

__ADS_1


Ia merasa nyaman dalam posisi ini.


Ia berharap jika memang Hendry yang tuhan utus untuk menjadi pendamping nya maka Fina akan berusaha mencintai Hendry sebesar Hendry mencintai Fina.


__ADS_2