Jodoh Pilihan Daddy

Jodoh Pilihan Daddy
Jodoh Pilihan Daddy 17


__ADS_3

"100.."


"101.."


"102.."


"103.."


"104.."


"Dek, udah istirahat dulu aja. Jangan Sampek kamu kenapa Napa." Ucap findha.


"105.."


"106.."


Namun, perkataan findha tak di perduli kan Fina. Fina tetap melanjutkan hukuman yang di berikan oleh Nia.


"Nia, Lo ga usah gila. Kalau Hendry tau ini kita bisa bisa habis di tangan dia." Ucap findha memperingatkan Nia.


"Dia ga bakal tau." Ucap Nia enteng.


...


"148.."


"149.."


"150.."


Fina lantas langsung berdiri walaupun seluruh badan nya terasa sangat sakit.


"Lapor, saya sudah menyelesaikan hukuman saya." Ucap Fina.


"Lari mutarin lapangan 5 kali." Ucap Nia.


"Nia, udah! Ini udah keterlaluan!." Ucap findha kesal.

__ADS_1


"Kenapa masih di sini?!." Pekik Nia.


Fina pun lantas lari memutari lapangan. Lapangan tersebut tak bisa di remehkan. Lapangan tersebut hampir sebesar lapangan olahraga pada umum nya yang berada di stadion stadion besar.


"Fina, udah berhenti aja dek! Jangan dengerin Nia!." Pekik findha dari kejauhan.


Namun, tak di gubris Fina.


Kini Fina sudah berlari memutari lapangan sebanyak 3 kali.


Fina merasa sangat lelah. Kepala nya terasa sangat pusing, kaki nya sudah tak sanggup untuk melangkah lagi. Ia pun berlari kecil sembari mengusap keringat yang bercucuran di wajah nya.


Bbrruukkhhh


Penglihatan Fina seketika hilang ia pun terjatuh tepat di tengah perjalanan memutari lapangan yang ke 4.


Hendry yang tengah melintas dari kejauhan melihat Fina yang terjatuh. Hendry langsung berlari menghampiri Fina yang sudah terkapar tak sadarkan diri di lapangan.


"Fina, Fina.." ucap Hendry membangun kan Fina.


"LO UDAH GILA?! LO NGASIH HUKUMAN YANG WAJAR WAJAR AJA! KALAU WAKAKESISWAAN DAN KESPEK TAU HAL INI GW GA AKAN MAAFIN LO!." pekik Hendry kepada Nia.


..


"Pak cepat ke rumah sakit." Ucap Hendry.


...


"Gimana keadaan nya?." Tanya Hendry cemas.


"Mari tuan ikut saya ke dalam."


"Kondisi kaki nona Fina sudah sangat kelelahan di tambah dia harus berlari memutari lapangan sebesar itu. Saya tidak mau mengatakan ini tapi, saya harus mengatakan nya. Nona Fina mengalami kelumpuhan." Ucap dokter Kiki.


"Apa kamu bilang?!!." Ucap Hendry tak terima.


"Iya tuan, nona Fina mengalami kelumpuhan." Ucap dokter Kiki kembali.

__ADS_1


Hendry lantas langsung tertunduk kaki nya lemas ketika mengetahui Fina lumpuh.


"Apa dia masih bisa sembuh?." Tanya Hendry lemas.


"Jika nona Fina rajin meminum obat nya serta mengikuti Terapy maka ada kemungkinan nona Fina bisa sembuh." Ucap Kiki.


"Lakukan apapun itu asalkan Fina bisa berjalan lagi." Ucap Hendry memberikan tatapan tajam kepada Kiki.


"Baik tuan. Saya akan melakukan nya dengan sebaik mungkin." Ucap Kiki. Ia pun pergi meninggalkan Hendry dan Fina di dalam ruangan tersebut.


...


"Eugh.." lenguh Fina.


"Kamu bangun, mau minum?." Tawar Hendry.


Lalu di angguk i oleh Fina.


Hendry pun lantas membantu Fina untuk minum.


Setelah minum.


..


"Kak, kenapa kaki aku berat banget?." Tanya Fina.


Hendry tak menjawab apapun ia langsung memeluk Fina.


Hendry kembali menumpahkan air mata nya.


"Kak jawaabbb...!"


"Kamu mengalami kelumpuhan." Ucap Hendry mencoba tegar.


"Hah?! Kak Hendry bohong kan?!." Ucap Fina tak percaya.


Hendry pun kembali mengerat kan pelukan mereka agar Fina bisa tegar.

__ADS_1


"Kak, kak Hendry bohong kan?.. aku ga mau lumpuh kak. Hiks hiks.." ucap Fina menangis dalam pelukan Hendry.


"Dengar, dokter bilang masih ada kemungkinan untuk sembuh. jadi, jangan putus asa oke." Ucap Hendry menangkup pipi Fina. Ia pun mencium kening Fina dan kembali memeluk Fina.


__ADS_2