Jodoh Pilihan Daddy

Jodoh Pilihan Daddy
Jodoh Pilihan Daddy 7


__ADS_3

Hendry membuka pintu kamar nya. Di sana ia sudah melihat Fina duduk di atas kasur.


Dengan perlahan Hendry mendekati Fina.


"Dengar, mulai hari ini kamu tidak boleh sampai telat makan. Jika, saya tau kamu telat makan saya akan hukum kamu." Ucap Hendry perlahan.


"Baiklah." Jawab Fina singkat.


"Bagaimana, hubungan mu dengan Aldi?." Tanya Hendry.


Dengan cepat Fina mendongkrak mata Hendry. Fina sendiri masih belum bisa melupakan Aldi dan fokus dengan Hendry seperti apa yang mommy nya katakan.


"Bisakah kita mengganti topik nya?." Tanya Fina.


"Memangnya kenapa?, Apa kamu tidak nyaman?." Tanya Hendry.


"Eum, saya mau istirahat." Ucap Fina yang menghindari pertanyaan Hendry.


"Baiklah, cepatlah sembuh. Aku tidak mau jika nanti aku di cap sebagai suami yang tak bisa merawat istri." Ucap Hendry.


Fina berusaha menutup mata nya tapi, ia selaku terngiang-ngiang ucapan Hendry.


"Aku tidak mau jika nanti aku di cap sebagai suami yang tidak bisa merawat istri." Itulah kata kata yang masih melekat jelas di telinga Fina.


Hendry yang baru saja selesai mandi melihat Fina seperti orang yang tidak tenang.


"Ada apa? Apa tidak bisa tidur?." Tanya Hendry sembari mengering kan rambutnya menggunakan handuk.


"Bagaimana bisa dia tau?." Gumam Fina.


"Ada apa?." Tanya Hendry yang sudah duduk di sebelah Fina.


Fina pun yang semula nya tiduran kini duduk mensejajarkan tubuhnya.


"Eum, kak Bolehkah aku tinggal di asrama saja?." Tanya Fina.


"Kenapa?, Agar kamu bisa menghubungi pacar mu setiap saat?. Jika mau menghubungi nya ya tinggal di telfon apa begitu susah?." Ucap Hendry santai.


"Percuma aku ngomong sama dia. Toh juga aku ga bakal di ijin in buat tinggal di asrama lagi." Gumam Fina.


"Gak usah menggerutu sendiri." Ucap Hendry.


"Ini, minum obat mu lalu tidur lah." Ucap Hendry menyodorkan obat yang ia ambil di nakas sebelah nya.


Fina pun meminum obat yang Hendry berikan. Tak lama ia pun tertidur.


Hendry sebenarnya sedikit kesal ketika Fina membahas tentang Aldi. Namun, Hendry harus tetap terlihat cool dan santai.


Ke esokan pagi nya.


Di sekolah.


"Sayang, kemarin kamu kog gak nemuin aku di kantin sih?." Tanya Aldi merajuk.


"Maaf ya, kemarin tugas ku banyak banget jadi ga sempet ke kantin." Ucap Fina.


"Tadi, satpam nitipin ini. Kata nya dari nyokap Lo." Ucap Hendry yang datang entah dari mana membawakan obat Fina.


"Eum.. thanks." Ucap Fina menunduk.


"Thanks, ya bro. Kebetulan besok adek gw ulang tahun Lo datang juga ya." Pinta Aldi kepada Hendry.


Karena Hendry adalah salah satu rekan bisnis papa nya Aldi. So, Aldi juga mengenal Hendry.

__ADS_1


"Gw usahain. Klo gw ga sibuk, gw bakal Dateng." Ucap Hendry.


"Eits, jangan lupa pacar Lo ajakin ya.." goda Aldi.


"Sayang, besok kamu juga Dateng kan?." Tanya Aldi.


"Eum, ga tau kalau itu. Aku ga bisa janji." Ucap Fina.


"Lah, kenapa?." Tanya Aldi.


"Mending, tu obat nya di minum dulu. Ntar keburu masuk ga jadi di minum dah." Ucap Hendry santai.


"Gw pergi dulu." Sambung nya.


"Kamu sakit yank?." Tanya Aldi.


"Gak, tapi mati!. Illah, tau pacar nya masih di sini jugak tau ada obat di kira ni obat apaan? Baygon?." Ucap Fina kesal.


"Hehehe, maapin kan bercanda sayang."


Ucap Aldi dengan tertawa.


"Emang kamu sakit apa?." Sambung nya.


"Sakit hati!." Jawab Fina jutek.


"Hah, sakit hati? Di sakiti siapa yank?." Tanya Aldi.


"Ya kamu lah. Kenapa coba pas aku balik ke Bulgaria kamu ga bisa di telfon. Sampek mau meledak hp ku cuma buat nelfon in kamu terus." Ucap Fina kesal.


"Hehehe, maaf ya sayang.. hp aku kemarin jatuh. Terus ni beli lagi." Ucap Aldi.


"Lah, kamu juga tadi malem ga bisa di hubungin kamu ke mana?." Aldi balik bertanya.


"Ya udah, buruan obat nya di minum. Cepat sembuh ya sayang nya Aldi." Ucap Aldi sembari mengelus kepala Fina.


"Idih, jijik banget sih. Dasar bochil." Gumam Hendry.


•••


Di rumah.


Malam hari nya, Fina tengah asik menonton drakor favorit nya. Tiba tiba hp nya mati.


Dengan kesal ia mendengus sambil mengecash kembali hp nya.


Ia kembali duduk di kasur dengan perasaan kecewa.


"Ih, sebel padahal kan itu episode favorit ku." Ucap nya kesal.


Tiba tiba..


>>>


Hendry yang tengah berbincang bincang dengan Vito tentang pekerjaan di ruang tamu. Tiba tiba lampu nya mati.


Seketika itu pula.


"Aaaaaaaaaaaaaaaa..." Teriak Fina dengan keras.


"Nona tuan." Ucap Vito terkejut.


"Iya, saya juga dengar." Ucap Hendry.

__ADS_1


"Seseorang, nyalakan jenset nya." Teriak Hendry.


Tidak lama kemudian lampu nya kembali menyala. Hendry pun bergegas ke kamar nya.


Hendry sedikit terkejut karena ia melihat Fina menangis seperti orang yang sangat ketakutan.


"Hei, ada apa?." Tanya Hendry khawatir.


Hendry langsung duduk di sebelah Fina untuk menenangkan Fina.


Seketika itu pula Fina memeluk erat Hendry dan menumpahkan kembali air mata nya.


"Hiks, aku takut. Tolong, jangan tinggalkan aku." Ucap Fina ketakutan.


"Iya, iya saya gak pergi kemana mana." Ucap Hendry mengelus punggung Fina dengan perlahan hingga Fina tenang.


Tidak lama, Hendry merasakan nafas Fina sudah kembali normal. Ternyata, Fina tertidur di pelukan Hendry.


Dengan berhati hati Hendry menidurkan Fina. Ia menyibakkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Fina.


Ia juga membersihkan wajah Fina yang masih basah karena air mata nya. Bahkan tanpa jijik ia juga membersihkan bagian hidung Fina.


"Saya tau kamu takut. Saya janji, hal ini tidak akan terulang kembali. maafkan saya." Ucap Hendry sembari membersihkan wajah Fina.


Hendry pun turun ke bawah untuk menemui salah satu pelayan laki laki nya.


"Bimo! Bimo!." Teriak Hendry.


"Iya tuan."


"Kenapa tadi listrik bisa mati? Kamu tau kan istri saya takut gelap." Ucap Hendry kesal.


"Maaf tuan, tadi ada ranting pohon tetangga yang menimpa aliran listrik rumah ini. Jadi, listriknya padam." Ucap Bimo menjelaskan kepada Hendry.


"Segera perbaiki listrik nya, saya tidak mau lama lama memakai jenset karena berisik. Besok cari jenset yang lain, yang tidak berisik." Ucap Hendry.


"Baik tuan."


Setelah itu Hendry pun kembali ke kamar nya, ia melihat wajah Fina penuh dengan keringat dingin.


"Fin, Fina kamu kenapa?." Tanya Hendry sembari membangun kan Fina dengan perlahan.


"Hah!." Fina terkejut.


"Kamu kenapa?." Tanya Hendry. Hendry pun mencomot tisu lalu, membersihkan keringat yang mengalir di wajah Fina.


"Aku mimpi buruk." Ucap Fina.


"Mimpi apa?." Tanya Hendry.


"Mau tau aja deh, aku mau ganti baju. Aku akan segera mengganti seprai nya." Ucap Fina yang beranjak dari tempat tidur dengan mengusap wajah nya.


Tidak lama kemudian Fina kembali dengan baju tidur nya yang baru. tapi, di sana Fina melihat seprai nya sudah di ganti dengan yang baru.


"Siapa yang menggantikan seprei nya?." Tanya Fina terkejut.


"Jangan di pikirkan, ini minum obat mu lalu tidur." Ucap Hendry memberikan obat tersebut kepada Fina.


Tidak lama Fina pun tertidur.


"Masa lalu mu memang menyeramkan, aku akan berusaha membuat mu lupa dengan kenangan itu." Gumam Hendry sembari mengamati wajah Fina.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2