
Malam hari nya..
"Ayo makan." Pinta Hendry. Namun, Fina masih setia dalam lamunan nya.
"Fina.."
"Aku ga mau makan kak." Ucap Fina.
"Kalau kamu ga mau maka gimana cara nya kamu bisa sembuh?." Ucap Hendry membujuk Fina.
Fina pun kembali menangis dalam diam nya. Ia melamun namun air mata nya kembali tumpah.
"Fina, dengar kamu pasti sembuh kog." Ucap Hendry.
"Makan ya, dikit.. aja." Pinta Hendry.
Lalu Fina pun mau makan walaupun itu hanya sedikit.
....
Di sekolah
Hendry berangkat ke sekolah tanpa di antar sopir. Mood nya sedang tidak baik.
Sedangkan Fina di rumah sakit di jaga oleh Ratih dan beberapa pelayan lain nya.
Langkah panjang Hendry melangkah dengan kasar menuju keruang guru.
Hendry pun memberikan laporan tentang Nia. Walaupun ia tau konsekuensinya adalah ia akan kehilangan jabatan nya.
__ADS_1
Namun, ia tak perduli ia hanya mau keadilan untuk Fina.
Karena hal itu Nia pun di skors selama 6 bulan.
"Semoga dengan hal ini Lo paham dengan apa yang Lo lakuin." Ucap Hendry sebelum meninggalkan ruang guru.
...
Di rumah sakit
"Nona, silahkan makan dulu. Saya suapi ya." Ucap Ratih membujuk Fina. Seketika membuyarkan lamunan Fina.
"Yang lumpuh hanya kaki saya! Tangan saya ga lumpuh!." Pekik Fina secara tiba tiba.
"Maafkan saya nona." Ucap Ratih.
"Bawa pergi makanan nya. Aku ga mau makan!." Pekik nya kembali.
"Selamat siang nona. Bagaimana keadaan anda?." Tanya suster tersebut dengan ramah.
"Apa kau tidak lihat?! Aku tak bisa berjalan. Aku hanya bisa duduk di atas ranjang ini melihat dinding dinding yang menertawakan ku. Hiks hiks kau senang?.." ucap Fina.
"Maafkan saya nona."
...
Di sekolah
'tuan, bisakah anda langsung ke rumah sakit? Nona Fina tidak bisa di kendalikan tuan.' ucap Ratih dalam telfon.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama Hendry sampai di rumah sakit hanya butuh waktu 25 menit.
Hendry pun menuju ke ruang an Fina demhan langkah yang cepat.
sesampai nya di dalam ruangan Fina. ia langsung memeluk Fina dan menenangkan Fina.
"Shut shut.. Fin, tenang oke." Ucap Hendry menenangkan Fina. tangan nya sembari membelai rambut Fina.
"Tenang kata mu?! Kaki ku tak dapat bergerak dan kau meminta ku tenang?!." Pekik Fina dalam tangisan nya. tak lupa ia juga memukul mukul kan tangan nya di dada Hendry..
Kiki pun memberi kan isyarat kepada Hendry. Hendry yang sudah paham pun lantas memeluk Fina dengan erat memberikan kenyamanan kepada Fina dalam dekapan nya. ia berusaha membuat Fina Agar dia tenang. Lalu, dokter Kiki pun menyuntikkan obat penenang.
Tak butuh waktu lama Fina pun tertidur.
"Kenapa dia bisa tak terkendali seperti ini?." Tanya Hendry.
"Inilah yang saya takutkan tuan. Jika ini berkelanjutan ini bisa membahayakan kesehatan nona Fina sendiri." Ucap Kiki.
"Sayang, tolong bersabarlah.. aku akan selalu berada di samping mu. Dalam keadaan apapun. Dirimu adalah kamu. Tak perduli seperti apa dirimu aku tetap mencintaimu." Bisik Hendry dalam telinga Fina.
Hendry sangat terpukul dengan hal ini. ia berharap agar Fina bisa segera membaik.
..........
hallo guys.. terimakasih udah dukung karya author..
maaf ya author slow up karena author sedang sibuk.
author juga mau mengucapkan selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin semua nya..
__ADS_1
semoga hari yang akan datang author biasa fast up.
amiinn..