Jodoh Pilihan Daddy

Jodoh Pilihan Daddy
Jodoh Pilihan Daddy 19


__ADS_3

Sudah 1 Minggu Fina di rawat di rumah sakit. Ia tetap saja masih sama belum bisa mengendalikan emosi nya sendiri.


Terkadang Hendry harus di buat kwalahan dengan segala ocehan Fina.


Siang hari


"Selamat siang tuan. Tumben sekali tuan pulang jam segini." Sapa Ratih.


"Iya, tiba tiba pulang awal." Ucap Hendry.


"Bagaimana Fina?." Sambung nya.


"Masih sama tuan. Bahkan sekarang, nona tidak mau bertemu dengan siapa pun. Nona pasti sangat terpuruk atas hal yang menimpa nona." Ucap Ratih.


Hendry pun melangkah kan kau nya masuk ke dalam ruangan Fina. Ia melihat Fina yang tengah terbaring di atas kasur dengan menangis.


Hati nya sangat sakit tatkala melihat wanita yang ia cintai menangis.


"Bagaimana cara ku memberitahu Daddy. Aku sangat takut. Tapi, jika aku tak memberitahu Daddy. Daddy pasti akan marah kepada ku." Gumam Hendry.


Hendry melangkah mendekati Fina yang masih setia menangis.


Hendry duduk di kursi sebelah brankar Fina.


"Hei, apa kabar? Kenapa menangis?." Tanya Hendry.


Hendry pun membantu Fina untuk duduk menyandar. Perlahan Fina pun mau berbicara kepada Hendry.


"Aku harus bagaimana? Aku tak bisa berjalan. Aku ingin berjalan kembali seperti dulu. Aku ingin berjalan." Ucap Fina dan ya.. air mata nya kembali tumpah.


"Dengar, dokter mengatakan kepada ku kalau masih ada kemungkinan untuk sembuh. Jadi, bersabar lah jangan putus asa." Ucap Hendry.


"Dokter hanya berkata kemungkinan. Tapi, dia tidak bisa berjanji. Lalu bagaimana jika aku tidak bisa berjalan selama nya? Kau akan meninggalkan ku. Untuk apa kau bersama dengan diri ku seorang wanita yang lumpuh ini." Ucap Fina.

__ADS_1


"Fina, dengar mau seperti apa dirimu kamu adalah kamu. Dan aku tetap mencintaimu hingga mau memisahkan kita." Ucap Hendry.


"Kau tak usah khawatir aku akan selalu berada di samping mu. Entah itu dalam suka maupun duka mu. Kau belahan jiwa ku sekarang. Tanpa mu aku pun akan mati." Ucap Hendry menghapus air mata Fina.


"Hiks hiks, aku istri yang tak berguna." Ucap Fina menangis dalam pelukan Hendry.


Hendry membelai rambut Fina hati nya begitu sakit melihat Fina menangis.


"Sekarang makan ya. Kata nya mau sembuh." Ucap Hendry membujuk Fina.


Fina pun mengangguk kan kepala guna membalas pertanyaan Hendry.


3 hari kemudian.


"Dari hasil tes, kaki nona sudah lebih membaik. Nona, sudah boleh pulang. Setiap beberapa jam sekali lakukan lah hal yang sudah Ku beritahu agar bisa mempercepat proses penyembuhan kaki nona." Ucap dokter Kiki.


Fina.oun tersenyum tatkala ia di perbolehkan pulang. Hendry pun sama.


"Selamat datang kembali nona." Sapa para pelayan dalam rumah Hendry.


"Welcome darling."


Mata Hendry dan Fina seketika terbelalak mendengar suara laki laki dari arah tangga.


"D- Daddy." Ucap Hendry.


"Bagaimana keadaan mu?." Tanya Daddy sembari menunduk dan melihat wajah sang menantu.


"I'm fine Daddy." Jawab Fina.


"And you, my son. Kenapa kau tidak memberi tahu Daddy jika Fina mengalami kecelakaan?." Tanya Daddy.


"Kecelakaan?." Gumam Hendry memutar otak nya.

__ADS_1


"Iya, waktu itu Daddy pulang kemari dan melihat kondisi kantor. Daddy tak melihat mu. Lalu Vito mengatakan bahwa Fina mengalami kecelakaan." Ucap Daddy.


Hendry pun lantas melirik Vito yang berada di samping para pelayan yang lain nya.


"Baguslah kalau Vito bisa menutupi hal ini." Gumam Hendry lega.


"Lalu, bagaimana keadaan kaki mu?." Tanya Daddy kembali.


"Eum, Fina mengalami kelumpuhan dad. Tapi, dokter mengatakan bahwa masih ada kemungkinan Fina untuk sembuh." Ucap Hendry.


"Kalau begitu Hendry bawa Fina ke atas dulu." Ucap Hendry.


Hendry pun lantas menggendong Fina menaiki tangga menuju kamar mereka berdua.


"Apa kalian yakin tidak menyembunyikan sesuatu dari ku?." Tanya Daddy Hendry kepada para pelayan Hendry.


"Tidak ada tuan."


"Baiklah, Vito ayo kembali ke kantor. Ratih, katakan kepada Hendry jika aku kembali ke Bulgaria malam ini.


Biarkan mereka berdua istirahat. Aku tak mau mengganggu nya." Ucap Daddy Hendry.


...


hai semua nya.. terimakasih sudah mendukung karya karya author.


jika kalian suka dengan karya author jangan lupa untuk like ya.


jika berkenan pun boleh untuk vote author..


terimakasih banyak..


sayang banyak banyak💜

__ADS_1


__ADS_2