
Di dalam mobil.
"Kak..."panggil Fina.
"Heum.."
"Tadi, papa nya Aldi Dateng." Ucap Fina.
"Iya tau, tadi juga nemuin saya." Ucap Hendry yang tetap fokus melihat ke depan padahal dia tidak menyetir.
"Aldi, Aldi ngomong ke papa nya kalau aku pacar nya Aldi." Ucap Fina.
"Tau."
"Lah kog gitu sih akhr ga seru." Ucap Fina kesal.
"Terus di suruh gimana?." Tanya Hendry tanpa rasa bersalah.
"Kaget Tah apa Tah terserah." Ucap Fina kembali kesal.
"Waw, terus papa nya Aldi gimana?." Tanya Hendry dengan wajah yang imut.
"Gak usah kek gitu juga. Ujung ujung nya jadi jijik." Ucap Fina kesal.
"Tah, salah lagi." Gerutu Hendry.
"Dengerin saya, papa nya Aldi adalah salah satu teman bisnis Daddy. Lebih tepat nya papa nya Aldi punya hutang besar sama perusahaan Daddy. Karena itu dia harus menyerahkan perusahaan nya. Karena Daddy kasihan akhirnya Daddy membiarkan papa Aldi yang mengelola perusahaan itu." Ucap Hendry.
Membuat Fina mendelik.
"Hah? Sa bisa nya. Emang punya hutang apaan?." Tanya Fina.
"Kepo deh." Ucap Hendry.
"Ya udah." Ucap Fina kesal.
"Pak, ke kantor dulu ya." Ucap Hendry kepada sopir.
"Baik tuan."
Karena perjalanan dari sekolah ke kantor lumayan jauh jadi, Fina memutuskan untuk tidur dulu selama perjalanan.
Tidak lama kemudian
..
Di kantor.
"Fina, bangun kita udah sampai di kantor." Ucap Hendry sembari menepuk pipi manis Fina.
"Euhmm gendong." Ucap Fina yang masih menutup mata nya.
Hendry yang tak keberatan pun menggendong Fina memasuki kantor.
__ADS_1
"Selamat sore tuan." Sapa kedua penjaga pintu utama.
Yang di balas anggukan oleh Hendry.
Sesampai nya di ruangan Hendry, ia merebahkan tubuh Fina di sofa besar.
Sebenarnya ia takut ingin merebahkan Fina di sofa itu ia takut, jika tubuh Fina akan sakit jika tidur di sofa.
15 menit kemudian.
Fina bangun dengan rasa badan yang sakit. Tulang nya berbunyi ketika ia meregangkan otot tubuh nya.
"Akhr, hah ruangan siapa ?." Gumam Fina kagum.
"Udah bangun?." Sapa Hendry.
"Darimana kak?." Tanya Fina.
"Habis dari ruang an staf." Ucap Hendry kembali duduk.
"Kenapa aku ga di bawa tidur di kasur? Badan ku sakit semua tidur di sofa." Ucap Fina sembari meregangkan tubuhnya.
"Kunci kamar saya titipkan ke sekertaris saya. Ini baru saya ambil." Ucap nya.
"Mau tidur lagi?."tanya Hendry.
"Gak ah, pusing kepala ku." Ucap Fina.
Bahkan di sana tertera foto Hendry ketika masih bayi.
Fina melihat satu foto yang membuat nya membeku.
Yaitu foto dengan latar belakang sawah pedesaan. Fina merasa tidak asing dengan latar tersebut.
Setelah ia melihat nya kembali itu adalah latar pedesaan dimana dulu Fina tinggal bersama sang nenek dan juga kakek.
Tak terasa air mata Fina lolos dari mata nya.
Ia mengingat rasa senang nya ketika tinggal bersama kakek nenek nya. Namun, ingatan kelam juga kembali terlintas di benak Fina.
Membuat nya kesal dan ingin marah. Ia berfikir kenapa waktu itu Fina tidak melawan manusia bejat yang berani melecehkan Fina.
"Ga usah di pandang terus itu foto nya. Tau kog kalau saya itu tampan." Ucap Hendry dengan percaya diri.
"Isih, percaya diri banget ya pak." Ucap Fina sembari menghapus air mata nya.
"Lah, kamu nangis?." Tanya Hendry terkejut.
"Gak apa apa, di sini debu nya banyak banget. Ada yang masuk di mata aku jadi buat pedih." Ucap Fina berbohong.
"Sini coba saya lihat." Ucap Hendry mencakup dua pipi Fina.
Ia mengusapkan ibu jari nya di kantong mata Fina dengan perlahan.
__ADS_1
"Kalau mau bohong trik nya yang bagus sedikit oke." Ucap Hendry sembari mengusap kan ibu jari nya.
Tiba tiba air mata Fina kembali lolos
Fina memeluk Hendry dan kembali menangis.
"Aku kangen kakek nenek." Ucap nya dalam tangisan.
"Tau.. besok kalau ada waktu libur kita berkunjung ya." Ucap Hendry.
Yang hanya di balas i anggukan oleh Fina yang masih memeluk Hendry sembari menumpahkan air mata nya.
"Dah dah ga usah nangis." Ucap Hendry menenangkan Fina.
"Kak, mau ice cream." Pinta Fina.
"Hah?.. hahahaha habis nangis minta ice cream? Oke ayo. "
"Gak mau keluar mager." Ucap Fina.
"Istri siapa sih?."
"Istri manusia." Timpal Fina.
Hendry pun meminta salah satu staf untuk membelikan Fina banyak ice cream.
...
Fina melihat banyak ice cream yang di beli.
Hingga ia bingung sendiri bagaimana cara nya dia menghabiskan ice cream tersebut.
"Kak, kalau ga habis gimana?." Tanya Fina.
"Kalau ga habis, nanti di taruh di kulkas. Kalau ga kamu makan yang kamu suka aja. Trus yang belum di buka nanti kamu kasih staf aja." Ucap Hendry.
"Kak, sini." Pinta Fina.
"Apa lagi?."
"Ikutan makan." Ajak Fina.
Fina tampak menyingkirkan beberapa ice cream yang tak ia suka i.
"Kenapa hanya ambil itu?." Tanya Hendry.
"Hanya ini yang ku suka." Ucap Fina yang sudah mencomot ice cream coffee.
Lalu Hendry mengambil ice cream stroberi yang Fina pilih lalu mereka berdua makan bersama.
Sesekali melontarkan candaan agar suasana tidak sepi.
Sungguh romantis sekali.
__ADS_1