Jodoh Pilihan Daddy

Jodoh Pilihan Daddy
Jodoh Pilihan Daddy 8


__ADS_3

Flashback


Fina sedang berjalan pulang ketika selesai membeli obat dari warung. Nenek nya sedang sakit kepala jadi, nenek nya meminta Fina untuk membeli obat di warung.


Maklum karena pedesaan biasa lah jalan malam malam.


Namun, malam itu terasa sangat berbeda daripada malam biasa nya.


Waktu itu Fina masih kelas 7 smp atau bisa di sebut masih awal awal an di Indonesia. Cara nya berbahasa Indonesia pun masih sedikit kaku.


"Wow, kenapa suasana nya seperti ini?." Gumam Fina


Fina mendengar suara semak semak tertiup angin. Malam itu benar benar sunyi, gelap dan dingin.


"Ehekmm.. anak bule nih.. ikutan main yuk." Tawar laki laki yang tak Fina kenal.


"Who, who are you?." Tanya Fina gemetar.


"Hah? Apa?! Ga bisa bahasa Inggris!" Ucap pemuda tersebut dengan kasar.


"Cantik cantik jalan sendirian malem malem pula. Ga tau apa para buaya berkeliaran malem malem." Ucap teman salah satu pemuda tersebut.


Fina sempat ingin lari namun tangan nya sudah di genggam erat oleh pemuda yang tak ia kenal tersebut.


Ia berteriak beberapa kali namun apalah daya hanya jangkrik sawah, dan udara lah yang mendengar suara jeritan Fina.


Fina di saat itu sudah pasrah mungkin ini akhir dari segalanya.


Ke dua pemuda berbuat yang tak sewajarnya kepada Fina.


Namun, belum terlambat warga desa sudah datang dengan berbondong bondong untuk mencari Fina. Karena nenek Fina mengeluh Fina belum pulang dari warung.


Kedua pemuda itupun lari terbirit-birit seperti di kejar hantu.


Sedangkan Fina sudah terkapar lemah di tanah.


Fina segera di bawa ke puskesmas desa.


Dokter mengatakan bahwa beruntung nya Fina belum jauh di perlakukan yang akan merenggut masa depan Fina.


Flashback off.


Tengah malam


Sekujur badan Fina berkeringat dingin namun suhu badan nya sangat panas.


Hendry tertidur pun segera bangun karena merasakan ada yang aneh dari Fina.

__ADS_1


"Oh my God. panas sekali suhu tubuh nya."guma Hendry setelah menyentuh tangan Fina.


Hendry segera bangun meminta pelayanan untuk memanggil dokter Kiki.


Tidak lama kemudian dokter Kiki pun datang dengan segala hal yang ia perlukan tak lupa ia membawa Suter.


"Tuan, suhu badan nya sangat tinggi." Ucap dokter kiki sembari memeriksa Fina.


"Lalu?" Tanya Hendry


"Apakah harus di bawa ke Rumah sakit sekarang juga?." Sambung nya.


"Jika tuan tidak menghendaki nona muda ke rumah sakit saya sudah jaga jaga dengan membawa Suster kemari." Ucap dokter Kiki.


"Eum baguslah." Ucap Hendry


Malam itu Hendry tak tidur karena menjaga Fina.


Beberapa kali Fina tampak mendesis ketakutan, beberapa kali pula Fina mengucapkan kata "stop" dan "help"


Hendry hanya bisa diam dengan menatap wajah Fina.


Sesekali ia mengusap keringat dari wajah Fina.


...


"Ratih, jaga Fina. Ketika dia sudah bangun bersihkan badan nya dan juga kamar jangan sampai Fina tidak nyaman dengan kamar. Ganti seprai nya dengan kain yang adem. Dan juga jangan lupa ingatkan suster itu untuk setiap jam mengecek suhu Fina dan minta dia untuk melaporkan nya kepada ku." Ucap Hendry yang sudah siap dengan pakaian nya untuk ke sekolah.


"Baik tuan." Ucap Ratih sang kepala penanggung jawab


...


Di sekolah


"Tumben Lo telat?." Tanya raya heran.


"Fin- ehm mksd gw adik gw sakit jadi gw harus jagain dia dulu sebentar." Ucap nya yang hampir saja keceplosan nama Fina.


"Hah adik? Bukan nya Lo anak tunggal?." Tanya raya kembali dengan heran.


"Adik sepupu gw maimunahh.. lu kira dengan gw anak tunggal ga punya sepupu gitu?." Ucap Hendry Kesal.


"Oke oke gw paham." Ucap nya


...


Siang nya.

__ADS_1


Di kantin


"Tasya, Lo ga lihat Fina?." Tanya Aldi.


"Gw juga ga tau, dia juga ga berangkat sekolah. Gw telfonin juga ga di angkat." Ucap Tasya.


"Gw juga udah telfon dia puluhan kali tapi tetep aja ga di angkat." Ucap Aldi berdecik kesal.


Di sisi lain


Hendry yang tengah makan, hidangan makan siang yang ia bawa sembari sesekali menengok ponsel nya.


Myself : 'gimana keadaan Fina?'


Suster: 'demam nona muda sudah turun tuan. Sekarang nona muda sedang makan.'


Myself: 'minta Ratih untuk menyembunyikan ponsel Fina sementara waktu.'


Suster:' baik tuan.'


"Ehh broo bisa Kan Lo nanti sore Dateng?." Tanya Aldi yang tiba tiba datang.


"Kayak nya gw ga bisa gw ada urusan mendadak sory ya." Ucap Hendry.


"Oke deh klo gitu ga masalah." Ucap Aldi


Setelah pembelajaran selesai Hendry segera bergegas pulang ke rumah. Jujur saja ia tak fokus dengan pelajaran karena khawatir dengan Fina.


Di rumah.


"Sudah baikan?." Tanya Hendry yang sudah melihat Fina duduk bersandar di kasur.


"Eum sudah lebih baik." Ucap Fina dengan suara lirih.


"Kakak ga bilang sama mommy kan kalau aku sakit?." Tanya Fina.


"Tentu saja, IYA!." Ucap nya menegaskan kata IYa.


"Kak, nanti kalau aku di marahin mommy gimana?." Tanya Fina.


"Ya tinggal jelasin aja ga susah kan?." Jawab Hendry ketus.


"Lo kenapa sih? Istri sakit di ketusin! Lo mau gw mati?." Ucap Fina tegas.


Tanpa mendapatkan jawaban dari Hendry Fina malah menetes kan air mata.


Hendry pun tak memperdulikan Fina. Ia lebih memilih pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2