Jodoh Pilihan Daddy

Jodoh Pilihan Daddy
Jodoh Pilihan Daddy 21


__ADS_3

3 bulan pun berlalu. Namun, Fina masih belum bisa berjalan.


"Kak, udah 3 bulan aku ga bisa jalan. kata kakak aku bakal bisa jalan. Mana?!!."


Pekik Fina marah.


"Sabar ya kan ada proses nya." Ucap Hendry.


"Selama 3 bulan apa ga ada alasan lain apa selain itu?." Ucap Fina geram.


"Fina, memang nya aku tuhan yang bisa tau segala hal? Apa aku tuhan yang bisa menyembuhkan kaki mu dengan cepat gak kan!!." Ucap Hendry tegas membuat Fina tertunduk sedih.


"Hiks hiks hiks.."


"F-fina maafin kakak ya, kakak ga bermaksud untuk marahin kamu. Tapi, memang semua ada proses nya." Ucap Hendry meminta maaf.


"Gak kak, aku yang minta maaf udah marah marah terus ke kakak." Ucap Fina.


"Udah ga apa apa." Ucap Hendry lantas memeluk Fina.


Ke esokan pagi nya.


Ketika Fina bangun ia merasakan kaki nya dapat bergerak.


Ia mencoba untuk turun dari ranjang dan berjalan.


Dan benar ia bisa berjalan kembali seperti semula.


Ia berteriak kegirangan membuat Hendry terbangun.


"Hah?! Ada apa?!." Ucap Hendry terkejut.


"Kak, aku bisa jalan lagi." Ucap Fina kegirangan.


"Lihat lah.."


"Oohh udah bisa jalan." Ucap Hendry belum sadar.


"Hah?!."


Fina mengangguk kan Kepala nya dengan senyuman manis yang terukir jelas di wajah nya.


Hendry pun lantas menghampiri Fina dan memeluk Fina.


Entah berapa banyak rasa syukur yang Fina dan Hendry panjatkan.


Hendry sangat senang bisa melihat Fina berjalan dengan normal kembali.


"Aku akan panggil dokter Kiki." Ucap Hendry.


Tak lama.


"Setelah saya periksa, nona sudah bisa berjalan kembali semua otot nya sudah bekerja kembali dengan normal. Dan saya saran kan agar nona tidak berlari larian dulu selama beberapa Minggu untuk mencegah hal yang tak di inginkan." Ucap dokter Kiki.


Setelah dokter Kiki pergi. Hendry menatap Fina dengan rasa yang tak dapat di artikan. Ia sangat bahagia.


Begitu pula Fina.


Hendry memeluk Fina kembali karena ia masih merasa tak percaya bahwa Fina sudah bisa berjalan kembali.

__ADS_1


"Kak terimakasih sudah selalu meyakinkan diriku." Ucap Fina dalam pelukan Hendry.


"Aku sangat menyayangimu." Ucap Hendry.


Hendry melepaskan pelukannya ia menatap sekejap mata Fina. Lalu ia hendak beranjak namun tangan nya di tahan oleh Fina.


Wajah mereka saling berhadapan bahkan seperti nya tak ada jarak.


Fina mengecup sekilas pipi Hendry sebagai tanda terimakasih.


Namun, beda hal nya dengan Hendry. Hendry langsung mengecup bibir Fina oh tidak bukan mengecup.


Pagi itu mereka habis kan untuk waktu yang menyenangkan.


Jam 1 siang.


"Kak ayo bangun." Ucap Fina membangun kan Hendry.


"Nanti dulu aku masih mengantuk." Ucap Hendry tak mau bangun.


Dengan nakal nya Fina memainkan telinga Hendry mengguna kan rambut nya.


Hendry yang merasa geli langsung membuka mata nya.


"Jangan membuat ku bangun ya. Atau ku tak akan bisa berjalan." Ucap Hendry.


"Uft, kalau begitu lebih baik aku kabur." Ucap Fina yang langsung pergi ke kamar mandi.


"Dasar." Guma.hendry mengacak acak rambut nya.


"Kak." Panggil Fina.


"Minta tolong ambilkan piyama ku." Ucap Fina dari balik pintu kamar mandi.


Hendry pun membuka almari pakaian dan mengambil piyama milik Fina.


Fina hendak mengambil piyama dari tangan Hendry namun di halangai oleh Hendry.


"Eitsh, kenapa ga langsung keluar aja?." Tanya Hendry jahil.


"Males."


Fina kembali meraih handuk nya namun segera di jauh kan oleh Hendry.


"Astaga, kak cepetan ini dingin." Ucap Fina merengek.


"Eum butuh kehangatan?." Tawar Hendry dengan licik.


"Oh tidak terimakasih. Kau selalu menyiksa ku tanpa henti." Ucap Fina.


"Aku menyiksa mu? Tapi, kau menikmati nya bukan?." Ucap Hendry dengan smirk khas nya.


"Terserah kalau begitu aku akan tidur di dalam saja." Ucap Fina yang hendak menutup pintu kamar mandi namun, segera di tahan oleh Hendry.


"Ini." Ucap Hendry menyerahkan piyama kepada Fina.


"Heheheh thankyou." Ucap Fina ya g langsung menutup pintu kamar mandi.


"Kenapa dia sangat manis?." Gumam Hendry.

__ADS_1


....


"Kak, bantu aku menyelesaikan soal ini." Renggek Fina.


"Sebentar aku selesai kan dulu tugas kantor." Ucap Hendry yang masih fokus pada laptop nya.


1 jam kemudian.


Hendry telah menyelesaikan pekerjaan kantor nya.


"Mana soal nya...- ucap Hendry dengan menurun kan nada nya.


Ia tersenyum melihat Fina tertidur karena menunggu Hendry.


"Hei, Fina.. bangun mau di bantuin ga?." Ucap Hendry membangun kan Fina perlahan.


"Euhmm." Lengguh Fina membuka mata nya.


"Hoaammm. Sudah selesai kah?." Tanya Fina sembari menguap.


"Udah,mana soal yang mau di kerjain?." Tanya Hendry.


"Ini.." ucap Fina menunjuk kan soal yang akan di kerjakan.


Hendry pun membantu Fina mengerjakan soal yang Fina minta.


Setelah 2 jam mengerjakan tugas akhirnya tugas pun selesai. Fina langsung membereskan buku nya. Dan menuju ke kasur.


Ia ingin merebahkan tubuh nya untuk tidur. Ia merasa sangat kelelahan karena kegiatan nya hari ini.


"Fina." Panggil Hendry.


"Heum?."


"Eum, aku akan pergi ke Thailand." Ucap Hendry.


"Hah? Kapan?." Tanya. Fina sedikit terkejut.


"Besok pagi jam 10." Ucap Hendry.


"Lalu? Bagaimana dengan sekolah kakak?." Tanya Fina.


"Aku sudah terbiasa. Nanti aku akan izin." Ucao Hendry.


"Memang nya harus kah?." Tanya Fina.


"Iya, Karena ada sedikit masalah di perusahaan Daddy yang di Thailand. Sedangkan Daddy masih mengurus bisnis yang berada di Amerika." Ucao Hendry.


"Berapa hari kakak pergi?." Tanya Fina.


"Tidak lama, hanya 13 hari." Ucap Hendry.


"Hah?! 13 hari di bilang ga lama?" Ucao Fina kesal.


"Aku akan pulang secepat mungkin setelah semua masalah terselesaikan." Ucao Hendry membelai rambut Fina.


"Terserah." Ucap Fina kesal. Fina pun langsung merebahkan tubuh nya di kasur.


Ia menarik selimut lalu menutup paksa mata nya hingga ia tertidur.

__ADS_1


"Maafkan aku Fina." Gumam Hendry.


__ADS_2