Jodoh Pilihan Daddy

Jodoh Pilihan Daddy
Jodoh Pilihan Daddy 23


__ADS_3

Hari inj Hendry pergi berangkat ke Bulgaria ketika Fina sedang tidur.


"aku hanya pergi sebentar. setelah urusan ku selesai aku akan segera kembali." ucap Hendry. lalu mengecup dahi Widya.


...


Widya terbangun dari tidur nya namun tak melihat keberadaan Hendry.


"Ratih!." panggil Fina.


"iya nona."


"kak Hendry ke mana?." tanya Fina.


"tuan sudah berangkat ke Bulgaria nona." ucap Ratih.


"Bulgaria? kenapa dia tak memberitahu ku?!" Tanya Fina.


"maaf nona saya tidak tahu." ucap ratih.


"ah sudah lupakan,bisakah kau membuatkan ku pancake? aku ingin sekali memakan nya." ucap Fina.


"sesuai keinginan anda nona." ucap Ratih.


Fina tak melakukan kegiatan apapun ia duduk diam di kamar nya.


ia sangat malas melakukan apapun di tambah Hendry tak kunjung menghubungi Fina.


"sudah tau istri sedang hamil tapi, malah pergi nyebelin banget." gumam Fina kesal.


tak lama kemudian..


"hallo baby."


"Daddy? how are you."


"fine sayang. hari ini Hendry harus ke Bulgaria karena urusan kantor. jadi, kamu tidak masalah di rumah sendiri kan?."


"hum no problem Daddy. tapi, kenapa kak Hendry tak menghubungi ku?." tanya Fina.


"mungkin masih di pesawat."


Fina pun mematikan ponsel nya lalu pergi tidur.


ke esokan hari nya.


Fina tengah duduk di taman tiba tiba Vito datang dengan tergesa gesa.


"nona muda.." panggil Vito.


"ada apa?." tanya Fina.

__ADS_1


"itu nona i-itu.


"katakan dengan jelas!!!" ucap Fina kesal.


"pesawat yang di tumpang i tuan Hendry mengalami kecelakaan. pesawat nya tak dapat di temukan." ucap Vito.


Fina diam mematung tak percaya.


hingga ia merasakan perut nya yang sangat sakit. "akkhrrr!." pekik Fina.


"nona nona." panggil Vito.


"akkhrr! perut ku sangat sakit!." ucap Fina kesakitan sembari memegang i perut nya.


Ratih yang baru saja datang langsung terkejut karena melihat darah di area kaki Fina.


"astaga nona. cepat bawa nona muda ke rumah sakit." ucap Ratih.


Vito dan Ratih pun membawa Fina ke rumah sakit. kondisi Fina makin memburuk di tambah pesawat yang di tumpang i Hendry belum di temukan.


4 jam kemudian.


"bagaimana keadaan nona muda dokter?." tanya Ratih.


"maaf, kami tidak bisa menyelamatkan janin nya." ucap dokter Kiki.


"bagaimana bisa?! selamat kan bayi nya atau kau akan ku bunuh!!." ucap Vito. amarah nya meledak tatkala mendengar bayi Fina tak dapat di selamat kan.


"apa saya sudah bisa menemui nona muda?." tanya Ratih.


"sebentar lagi nona muda akan di pindahkan ke ruang inap." ucap dokter Kiki.


...


"ugh.."


"nona.. nona sudah sadar.. nona mau minum?." tawar Ratih.


"kenapa perut ku terasa sakit Ratih?." tanya Fina.


"nona yang sabar ya non. nona baru saja mengalami keguguran." ucap ratih.


seketika tangis fina pecah.


"kak Hendry meninggal kan ku tanpa pamit sekarang bayi ku. apa salah ku hiks hiks..!!."


"nona, nona tolong tenangkan diri nona. itu tidak baik bagi nona. sekarang kita hanya perlu berdoa agar tuan bisa segera di temukan." ucap Ratih.


"hiks hiks hiks aku tak ingin hidup lagi!." ucap Fina. Isak tangis nya tak berhenti membuat Ratih dan beberapa pelayan yang lain ikut merasakan rasa sakit itu.


tak lama kemudian Vito datang dengan seseorang.

__ADS_1


aroma yang khas bagi Fina.


siapa lagi kalau bukan Hendry.


sesampai nya Hendry di kamar Fina. ia langsung memeluk Fina.


Fina yang masih terkejut tak membalas pelukan Hendry.


"sayang, bagaimana keadaan mu? apa dirimu dan calon bayi kita baik baik saja?." tanya Hendry.


"k-kau di sini?." tanya Fina bingung.


"iya, aku di sini. aku terlambat naik pesawat. seharusnya aku naik 1 hari sebelum nya namun, aku tak enak badan jadi aku beristirahat di kantor. sampai tadi pagi." ucap Hendry.


"Vito..." lirih Fina.


"maafkan saya nona. saya tidak tau jika tuan Hendry berada di kantor. setahu saya tuan Hendry sudah berangkat ke Bulgaria hari itu." ucap Vito.


"syukurlah kau datang." ucap dokter Kiki yang baru datang.


"bagaimana keadaan istri ku dan calon bayi ku?." tanya Hendry.


"keadaan nona sudah membaik. tapi, kami tak bisa menyelamatkan bayi nya." ucap dokter Kiki.


seketika tangis fina pecah kembali. Hendry sangat terkejut dengan kabar tersebut.


Hendry lantas kembali memeluk Fina memberikan kehangatan kepada Fina.


"maaf kan aku." ucap Hendry.


"kak.. anak kita hiks hiks hiks"


"tak apa.. sudah jangan menangis."


"nona tidak perlu khawatir. asalkan nona menjalani pola hidup sehat. pasti tidak akan butuh waktu lama untuk hamil lagi." ucap dokter Kiki.


"mulai hari ini aku berjanji aku tidak akan meninggalkan mu." ucap Hendry.


begitulah kisah Fina dan juga Hendry.


huhuhu maaf harus segera author tamat kan.


pasti nanti jika author ada waktu akan ada extra chapter.


jadi, jangan di hapus dari favorit ya.


terimakasih semua nya..


sebelum nya. jika para pembaca berminat cerita genre romantis anak SMA boleh mpor atuh di


*Nikah SMA* karya terbaru author yg update setiap hari

__ADS_1


__ADS_2