
1 Minggu kemudian
"Gilak, Lo absen 5 hari. Lo mabuk Sampek separah itu kah?." Tanya Tasya heran.
"Gak, gw cuma lagi ga enak badan waktu itu." Ucap Fina berbohong.
"Nah nah nah.. ada yang aneh nih." Ucap Tasya julid.
"Lo apa apaan sih sya." Ucap Fina kesal.
"Lo, pulang ke Bulgaria? Kog Lo bau keju." Ucap Tasya mencium aroma Fina yang khas ketika pulang dari Bulgaria.
"Gak. Tapi, gw tadi pagi sarapan sama keju." Ucap Fina.
"Ish jahad banget sih Lo. Gw ga di bawain keju nya?." Tanya Tasya kesal.
"Gw setia kawan kali Wak. Gw bawa in keju nya. Lah Lo nerocos Mulu kayak petasan." Ucap Fina dengan tertawa kecil.
"Ini tadi ga kamu bawa." Ucap Hendry memberikan botol minum Fina. Yang entah datang dari mana.
"Ah, iya tadi ketinggalan di mobil. Thankyou." Ucap Fina menerima botol minum tersebut.
"Jangan lupa, nanti sore ada latihan." Ucap Hendry singkat yang kemudian ia segera pergi.
Sore hari nya.
"Gw males banget sumpah ikut latihan." Ucap Tasya kesal.
"Memang nya kenapa? Bukan nya Lo yang paling aktif ya?." Tanya Fina heran.
"Noh, gara gara lambe turah males banget sumpah." Ucap Tasya melirik ke salah satu kakak kelas nya.
Ia bernama Nia. Dia kakak kelas Fina yang paling di benci oleh angkatan Fina. Dia selalu menyombongkan diri dan merasa paling benar. Dan satu lagi. Nia juga menyukai Hendry bahkan ia pernah mengutarakan cinta nya kepada Hendry namun di tolak oleh Hendry.
"Kalian berdoa nempel terus kayak perangko! Sana baris!!." Tegas Nia memarahi Fina dan Tasya.
Tasya dan Fina pun ikut berbaris dengan yang lain dengan perasaan kesal.
"Gw sumpah in tu lambe turah ketiban tai burung!." Gumam Tasya kesal.
__ADS_1
"Oh iya, ini laporan hari ini." Ucap salah satu teman Hendry.
"Okay, ini sudah benar semua?." Tanya Hendry kembali.
"Udah aku udah-
"Tentu saja dong, aku udah hendel semua nya. Kamu ga perlu khawatir lagi sayang." Ucap Nia.
"Lo, ngehendel apaan?! Kerjaan Lo cuma bisa marah marahin adek kelas doang itu Lo bilang nge hendel?!." Ucap teman Hendry dengan kesal.
"Ya kan biar mereka itu disiplin." Ucap Nia.
"Ngajarin mereka disiplin itu ga salah. Tapi, jangan Sampek marah marahin mereka juga. Kalau mau tegas tu boleh. Tapi, jangan kelewat." Ucap Hendry tanpa melihat ke arah Nia.
"Kena in dulu mental nya baru disk nya. Melatih seseorang itu harus dari mental. Kalau mental nya kuat fisik nya juga pasti kuat." Sambung nya.
"Iya iya maaf ya sayang." Ucap Nia.
Di sisi lain.
"Noh, dia nge ganjen in laki Lo. Hiiihhhh pen gw cekik tu manusia!!." Ucap Tasya geram.
"Sa bisa nya Lo santai kek gini." Ucap Tasya heran
"Dah lah ga guna ngurusin tu manusia." Ucap Fina pelan.
"Kalian berdua ngomongin apa?!" Pekik Nia dari depan.
"Ya ngomongin Lo lah." Ucap Tasya keceplosan.
Fina lantas membelalakkan mata nya karena terkejut.
"Ish ni temen gw beg0 benget sih." Gumam Fina.
"Apa?! Kalian ngomongin gw?!" Pekik Nia kembali.
Nia pun menyeret Fina dan Tasya menghadap kepada Hendry.
"Tuh, lihat kelakuan mereka!." Ucap Nia kesal kepada Hendry.
__ADS_1
"Kalian berdua ngomongin apa?." Tanya Hendry halus.
"Gak, kita cuma mendiskripsikan manusia ga ada akhlak itu." Ucap Tasya melirik Nia.
"Lo nyindir gw?!." Pekik Nia.
"Kalau iya kenapa?!" Sahut Tasya.
"Sya, udah lah." Ucap Fina menenangkan Tasya.
"Asal Lo tau, banyak dari kita yang keluar karena tingkah laku Lo! Gak usah sok paling benar kalau Lo itu salah!." Ucap Tasya kesal.
"Dan satu hal lagi, ga usah sok ke ganjen an sama kak Hendry. Kalau ga laku noh lampu merah menampung tontonan murahan kayak Lo!."
"Gw keluar!." Sambung nya.
"Sya, jangan aneh aneh deh. Lo mau ninggalin gw sendirian di sini?!." Ucap Fina menghentikan Tasya.
"Gw ga tahan lagi sama tu manusia Fin. Kalau Lo mau bertahan ya udah bertahan aja. Tapi, Jagan ngajak gw!." Ucap Tasya kesal.
Tasya pun pergi meninggalkan lapangan dan pergi pulang.
Sedangkan Fina masih berada di lapangan dengan perasaan bingung.
"Gw bingung harus gimana.. ya tuhan bantu aku." Gumam Fina.
"Lo kan yang udah bikin dia berani ngelawan gw!." Ucap Nia menuduh Fina.
"Hah?!." Fina terkejut.
"Push up 100 kali!!." Ucap Nia.
"Hah, ga salah?." Tanya Fina kaget.
"150 kali!." Pekik Nia.
Fina tak bisa berbuat apa apa. Ia pun melakukan apa yang Nia suruh. Hendry sebenarnya mau menghentikan Nia. Tapi, sebelum Nia meminta Fina untuk push up. Hendry sudah di panggil untuk menemui pembina.
Bahkan Hendry pun tidak tau jika Nia menghukum Fina dengan hukuman 150 kali push up.
__ADS_1