Joker The Confidence Man

Joker The Confidence Man
Bab Prolog. Diyo Dan Refa


__ADS_3

Diyo sedang melihat jam yang menunjukan Jam 05.43 Pagi.


Suasana yang begitu teduh disebuah tempat kost-kostan dekat pelabuhan Jakarta,terdengar sebuah teriakan yang keras.


"Woi, bayar kamarmu sekarang!" Suara ibu kost yang berteriak di depan kamar Diyo. Diyo yang mendegar teriakan itu langsung kabur lewat jendela belakang.


"Ini masih pagi loh... tuh ibu-ibu tidak tidur atau apa, kah? " Ucap Diyo yang sedang melarikan diri.


Tidak lama dari itu, ada teriakan lainya yang tertuju pada Diyo tapi sekarang suaranya lebih kecil seperti suara siswi SMA.


"Berhenti kau Diyo!!"


Diyo yang mendengar kata itu langsung refleks berhenti berlari dan menghadap ke belakang.


"Oh astaga, Sayu? sedang apa kau disini?" Ucap Diyo yang bingung


"Sedang apa katamu? sedang menghentikanmu yang sedang berlari-lari seperti pengecut!" Ucap Sayu dengan berjalan perlahan ke arah Diyo.


"Ha? buat apa kau menghentikanku? dan ada perlu apa kau denganku pagi-pagi begini?"


Diyo yang tidak mengerti dengan perkataan Sayu, mundur perlahan.


Sayu dengan cepat mendekati Diyo dan memeluknya dengan erat.


"Kau sudah tidak bisa lari kemana mana, Diyo"


Suara Sayu tiba-tiba berubah menjadi sangat lembut.


Diyo yang kebingungan kembali kembali teringat kenapa Sayu menghentikanya dan memeluknya secara tiba tiba.


"Tidak!!"


Diyo yang sudah mengingat nya kembali.


Langsung melepaskan pelukan Sayu dan berlari dengan seluruh tenaganya,tapi tiba tba langsung jatuh karena dia menginjak minyak yang ada di trotoar.


"Ha! kenapa tiba tiba ada minyak di bawah sini?"


Sayu dengan kerasnya ketawa.


"Ahahahaha! astaga Diyo kau lupa kalau saya itu anaknya ibu kost itu? atau kau hanya pura pura tidak ingat?"


Ketawa keras Sayu membuat Diyo terdiam dan balik bertanya kepada Sayu.


"Sayu...kau tahu saya dikenal dengan julukan apa?"


Kata kata dari Diyo terlihat sangat mengintimidasi seolah dia sudah tau ini akan terjadi.


"Candaan apa lagi yang kau katakan Diyo? julukan itu kau dapatkan saat zaman SMA kan"


Sayu mengambil ponsel nya dan mencoba menelepon ibunya yang merupakan ibu kost dari Diyo.


Tidak lama dari itu sebuah pisau tertuju pada leher Sayu dan dengan cepat mengambil ponsel Sayu lalu membuang nya ke tempat sampah.


"Apa yang coba kau lakukan Diyo? ini di trotoar jalan loh Diyo,yakin kau melakukan ini didepan publik?" Ucap Sayu yang sedikit gemetar.


"Kau bukan Sayu! melainkan kakaknya karena kau tidak mengetahui kode yang kuberikan"


Diyo menjelaskanya dengan nada yang cepat.


Penjelasan yang dijelaskan Diyo terlalu terperinci sehingga mengkagetkanya.Kakak Sayu terdiam sementara dan mulai menatap Diyo dengan tatapan marah.


"Kerja bagus,dasar pembunuh!" Kata kata dari kakanya sayu terdengar sangat dalam.


Kakak Sayu yang bernama Sayemi ternyata memiliki pacar seorang polisi yang bertugas dalam penyelidikan pembunuhan berantai di kota Jakarta yang terjadi 2 tahun lalu,tapi pembunuhnya tidak ditemukan sehingga kasus ini ditutup oleh kepolisian untuk menjaga reputasi polisi itu sendiri.


Diyo yang menghela napas seolah tidak terima dengan perkataan Sayemi tadi mulai mengambil ponsel nya kembali dan mengembalikanya.


"Apa sampai segitunya kau membenciku karena telah meninggalkanya?"


"Sudah kubilang padamu,kalau saya melakukan itu karena tidak ingin menyakitinya!!"


Kata kata Diyo tadi sampai terdengar ke rumah orang lain.


Sebuah tangan dengan cepat menampar Diyo dengan sangat keras.


"Jangan kau dekat dekat dengan Sayu lagi! jika saya lihat kalian berdua bersama,saya tidak akan memaafkan mu!!"


Sayemi dengan perasaan marah.


Langsung pergi meninggalkan trotoar itu dan Diyo ditempat.


...----------------...


Setelah Kejadian yang terjadi pada Diyo tadi, jam sudah menunjukan pukul 09.30 Pagi.


Dirumah mewah bertingkat di pusat kota Jakarta


Terdengar suara yang sangat ramah dan lembut.


"Presdir...Presdir....Presdir Refa...sudah saat nya kau bangun,ini sudah jam setengah 10 pagi loh"


Refa yang tadinya tidur dengan enaknya langsung terbangun setelah mendengar suara itu.


"Iya iya...saya sudah bangun....astaga kenapa saya sial hari ini"


Refa dalam keadaan baru bangun memberi perintah kepada Dami.


"Dami tolong sediakan kameja ku dan mobil secepatnya"


Dami dengan cepat dan efesien menyediakan kameja dan pergi menyiapkan mobil untuk digunakan.


Diwaktu yang bersamaan saat Dami menyiapkan mobil,Refa telah selesai mandi dan dengan terburu buru Refa menggunakan kamejanya dan pergi ke mobil untuk langsung pergi ke kantor nya.


Dalam perjalanan menuju kantor Refa,Dami mulai menanyakan apa yang harus dia buat sekarang.Refa yang mendengar itu langsung memberi tugas kepada Dami.


"Dami tolong siapkan jadwal ku hari ini...ah...dan juga jangan lupa untuk atur pertemuan dengan presdir nya Lopetri saya ingin bertemu dengan presdir baru nya"


Lopetri adalah perusahaan makanan yang sedang bersaing dengan Refa Compony


"Siap presdir segera kusiapkan jadwalnya dan saya akan mengatur pertemuan dengan persdir baru Lopetri".


Tidak lama dari itu terjadi sebuah kecelakaan sehingga menghalang mereka dalam perjalanan mereka menuju kantor,Dami dengan cepat menyarankan Refa untuk turun dan pergi ke kantor menggunakan taksi yang ada diseberang terjadinya kecelakaan.


Tanpa pikir panjang Refa mengikuti saran itu dan pergi menuju taksi dan meninggalkan Dami di mobilnya.


"Astaga,kenapa hari ini? kesialan menimpa ku 2 kali..." Ucap Refa yang sedang terburu buru berlari menuju taksi yang ada diseberang.


Setelah sampai di kantor,Refa langsung menelepon Dami untuk memastikan Dami tidak kenapa napa.


"Dami,kau tidak apa apa disana? saya sudah sampai dikantor tolong cepat kesini"


Kata kata Refa terdengar sangat khawatir terhadap Dami.


"Presdir,saya tidak bisa sampai dikantor dalam waktu yang singkat...saya perkirakan saya akan sampai 30 menit lagi"


"Baiklah,tolong cepat"


Refa menutup telepon dengan perasaan khawatir dan cemas.


Dengan terburu buru Refa langsung pergi ke ruanganya tanpa mempedulikan suara yang menyambut dan memanggilnya.

__ADS_1


Dalam ruanganya,Refa mulai mengerjakan dokumen dokumen yang ada dimejanya.


Sudah 2 jam 10 menit Dami tidak kembali ke kantor,Refa dengan perasaan khawatir menelepon Dami kembali.Tapi sudah 5 kali Mencoba,Dami tidak mengangkat telponan dari Refa.


"Kali ini apa lagi? kesialan ke 3 ku?".Kata kata Refa kali ini terdengar sangat berat.


Tidak lama setelah itu ponsel Refa berbunyi yang menjadi pertanda ada yang menelpon.


"Siapa lagi yang menelpon di saat saat begini?"


Refa mengambil ponsel nya dan dengan perasaan senang Refa melihat nama Dami yang sedang menelpon nya.


Dengan cepat Refa mengangkat telponan Dami.


"Dami! Dami! kau dengar saya Dami!? tolong jawab Dami! kau tidak kenapa napa kan? kenapa kau tidak mengangkat telponan ku tadi?" Ucap Refa yang dengan sangat khawatir.


Tidak ada satu kata yang keluar dari telponan itu, Refa mulai semakin khawatir dan semakin memanggil nama Dami dengan keras.Namun hasilnya tetap sama, Dami tidak membalas satu kata pun.


Dalam Kesunyian itu,mulai terdengar suara wanita dewasa dengan nada kecil meminta tolong.


"Dami?! kau tidak kenapa napa kan?"


Suara wanita mulai hilang secara perlahan dan mulai terdengar dengan keras suara sepatu kulit yang mendekati ponsel itu.


"Dami? siapa itu? kau ada dimana sekarang? kau dalam perjalanan menuju kantor kan? sekarang kau ada dimana?"


Bukanya suara Dami yang terdengar melainkan suara seorang pria dewasa.


"Kau presdir dari perusahaan makanan Refa Compony kan?" Suara pria itu seperti sedang memakan sesuatu.


"Siapa kau?! diamana Dami?!" Ucap Refa yang dengan suara keras.


Telponan itu langsung terputus.


Tidak lama dari terputus nya telponan itu,Refa menerima pesan dari kontak Dami yang bertulis.


"Datanglah ke pelabuhan besok jam 5 pagi dan bawa uang sebanyak 50 Miliar,uang itu akan ditukar dengan wanita ini.jika tidak maka saya akan membunuhnya".


Refa yang melihat pesan itu terjatuh putus asa.


"50 Miliar...uang sebanyak itu..mana mungkin saya bisa siapkan dalam 1 hari"


ponsel yang tadinya diam tiba tiba berbunyi kembali.


"Siapa lagi kali ini yang menelpon ku...".Ucap Refa sambil mengangkat telponan yang tidak dikenal itu.


"Halo? siapa ini? jika tidak ada urusan penting saya tutup"


Kata kata Refa terdengar seperti orang marah tapi tetap dengan kepala dingin.


Tidak lama dari itu,terdengar sebuah suara pria dewasa tapi bukan suara.


"Malam malam datanglah ke gunung dekat SMA lama mu maka kau akan mendapatkan bantuan yang sangat special"


Setelah itu telponanya langsung berakhir tanpa kata kata yang tidak berguna,Refa yang mendengar itu terdiam sementara untuk memahaminya dan langsung mengambil keputusan untuk pergi malam malam ke gunung demi mendapatkan bantuan special itu.


Tidak berselang lama,Refa langsung memanggil asisten keduanya.


"Farjan!"


Pintu yang tertutup tiba tiba terbuka dengan sangat keras.


"Ya presdir! ada keperluan apa dengan ku?....wooaaa!!"


Suara orang jatuh dengan sangat keras memenuhi ruangan Refa.


Refa yang tidak peduli akan hal itu berjalan cepat menuju mejanya.


"Adu duh..sakit..presdir tidak khawatir dengan Farjan kah? berjalan tanpa menolong ku begitu..." Ucap Farjan dengan menahan sakit.


"Saya lagi tidak ada waktu buat melakukanya, dokumen ini harus selesai sebelum sore tiba".


Ekspresi wajah Farjan tiba tiba berubah menjadi ekspresi kecewa dan mulai berdiri dengan menahan sakit.


"Baiklah baiklah presdir,saya akan segera membuat jadwal pertemuan presdir dengan presdir baru Lopetri"


Farjan dengan ekspresi marah, pergi dari ruangan Refa.


...----------------...


Jam menunjukkan pukul 12.45


Diyo yang tidak punya tujuan karena telah di usir,berjalan menuju pelabuhan dekat kost-kost an nya.


"Haaa...ini hari tersial ku mungkin,sekarang saya harus gimana ya..".Ucap Diyo yang sedang melihat laut di pelabuhan.


Tidak lama kemudian ada suara keras yang meneriakan nama Diyo.


"Diyo!! Dimana kau?! ini sayu! saya tau kau ada disini karena teman sekolah ku tadi melihat mu ke arah sini, jadi tolong ke luar lah"


Suara itu terdengar sangat tidak asing bagi Diyo.


"Sayu? kenapa dia disini? saya harus lari... jika tidak itu akan menjadi akhir yang sesungguhnya"


Diyo menggunakan ke jeniusanya pergi dari pelabuhan dengan cepat dan tidak ketahuan oleh Sayu, sebelum Diyo pergi dia meninggalkan sebuah surat untuk Sayu dimana surat itu isinya tentang kejadian tadi pagi dan alasan kenapa Diyo tidak mau bertemu dengan Sayu.


"Diyo...kenapa kejadian sepenting ini tidak saya ketahui...saya harus menemui kakak dan membujuk nya"


Sayu dengan perasaan marah setelah membaca surat itu dan langsung pergi mencari kakanya Sayemi.


Diperjalanan Diyo melarikan diri dari Sayu. Diyo mendapatkan telponan dari nomor yang tidak dikenal.tanpa Diyo sadari sendiri Diyo menekan tombol angkat dan terdengar suara wanita dewasa.


"Malam malam pergilah ke gunung dekat SMA lama mu,maka kau akan mendapatkan jawaban yang kau perlukan" seketika telponan itu langsung berakhir.


Diyo sadar ada orang lain di telponan itu,tapi Diyo tidak mempedulikan itu dan malah mempedulikan kata kata dari wanita dewasa itu.


"Ha? apa maksudnya malam malam pergi ke gunung dekat SMA dan saya akan mendapatkan jawabnya yang saya perlukan?"


...----------------...


Waktu telah berlalu sekarang jam sudah menunjukan pukul 15.23.


Pintu kantor Refa tiba tiba terbuka dengan keras lagi.


"Presdir! presdir! mobil sudah siap, tinggal menunggu presdir.kita akan pergi ke Lopetri"


Refa yang baru saja menyelesaikan dokumen dokumenya mulai merasa capek.


"Ahhh...capek nya...Farjan bersihkan meja dan ruangan ku saya akan pergi sendiri ke Lopetri" Ucap Refa yang berjalan menuju mobil.


Farjan yang kembali kecewa karena berharap dia bisa pergi bersama Refa tidak mengatakan kalimat lain selain.


"Iye iye akan ku bersihkan..." Ucap Farjan dengan suara kecewa nya.


Dalam perjalanan menuju Lopetri,Refa yang mulai tidak percaya dengan kata kata dari pria dewasa di telponan tadi telah membuat rencana ke dua untuk menyelamatkan Dami.


Setibanya Refa di Lopetri,dia langsung disambut dengan asisten keuangan Lopetri.


"Selamat datang presdir Refa, saya akan mengantar anda ke presdir Natan"


"Iya.tolong cepat"

__ADS_1


Sembari berjalan menuju ruangan presdir Natan,Refa melihat sekeliling dan merasa ada yang aneh dengan perusahaan Lopetri seperti,pot bunga yang tidak ada bunga didalamnya atau bingkai foto yang tidak ada foto didalamnya tapi tetap di pajang.


"Kau asisten keuangan di Lopetri kan? siapa nama mu?".Ucap Refa sambil berjalan.


"Iya, saya Joe asisten keuangan di perusahaan Lopetri.apa ada yang salah presdir Refa?"


"Ah tidak, tidak ada..."


Tidak memakan waktu yang lama, Refa telah sampai di ruangan presdir Natan.


"Baiklah, kita sudah sampai presdir Refa.mohon kerja sama nya"


Kata kata dari Joe itu mulai memicu kecurigaan kepada Lopetri dikarenakan,Refa tidak bilang apa pun dan urusanya datang ke Lopetri.


Tidak lama pintu di depannya terbuka.


"Selamat datang presdir Refa,saya adalah pengelola keuangan di Lopetri nama saya Elie silahkan duduk presdir Refa"


Refa tanpa basa basi langsung menuju meja presdir Natan.


"Presdir Natan! saya akan langsung ke inti nya saja apakah bisa?" Ucap Refa dengan penuh keyakinan.


"Ah...tunggu...tunggu dulu kenapa kau menatap ku dengan tajam seperti itu presdir Refa? "


Tanpa keraguan,Refa dengan keyakinanya untuk menyelamatkan Dami langsung menjalankan rencana ke duanya.Yaitu membuat kesepakatan yang sangat bagus dengan presdir Natan.


"Saya akan membuat kerja sama dengan mu presdir Natan dengan satu syarat,berikan saya 30 miliar dan kerja sama akan dibuat segera"


Ekspresi presdir Natan yang tadinya tenang dan ramah langsung menjadi sangat marah dan berteriak.


"30 miliar katamu?! hanya untuk kerja sama dengan perusahaan mu? tidak akan!!


Ucap presdir Natan dengan perkataanya yang bertujuan untuk mengusir Refa.


Kata kata dari presdir Natan menusuk sampai ke tulang Refa(mendapat syok berat) dan dengan itu Refa gagal untuk rencana ke duanya.hanya tinggal satu rencana yang ada yaitu, mengikuti perkataan suara pria dewasa yang tidak dikenal.


...----------------...


Hari telah larut malam, jam menunjukan pukul 21.23 malam.


Diyo yang terpaksa mengikuti suara dari nomor yang tidak dikenal tadi pergi ke gunung dibelakang SMA dan menunggu apa yang akan terjadi.


"Untuk apa saya mengikuti nya, sialan...apa seputus asa itu kah saya hari ini?"


Diyo yang sudah menunggu selama 1 jam lebih tidak mendapatkan apa pun melainkan hanya kesunyian yang sangat dalam.


"Ahh...pulang saja ya? tapi saya sudah tidak ada rumah untuk di tinggali,uang ku juga sudah tidak ada..tidur disini saja lah" Ucap Diyo dengan putus asa.


Tidak lama dari itu terdengar suara sepatu yang sedang menuju ke tempat Diyo,Diyo yang menyadari hal itu langsung bersembunyi didekat situ dan mengamatinya.


"Tidak ada siapa pun disini? sudah kuduga itu hanya tipuan ya...seputus asa itu kah saya sampai harus percaya akan kata kata orang itu?" Ucap pria yang baru datang itu.


Mendengar itu Diyo dengan cepat mengambil pisau dan mengancam pria itu dari belakang.


"Diam ditempat, siapa kau? dengan urusan apa kau datang ke sini? cepat jawab!"


Pria itu langsung terdiam dan gemetar melihat pisau sudah ada tepat di depan lehernya.


"Ah! tunggu! tahan dulu! saya akan menjelaskanya.jadi,tahan dulu!"


Diyo yang semakin curiga dengan pria itu langsung memberi perintah.


"Jangan lihat kebelakang dan cepat jelaskan!" Ucap Diyo dengan tegas.


Pria itu dengan tidak memiliki pilihan lain mulai menjelaskan siapa dia dan untuk apa dia kesini.


Mendengar nama Refa,Diyo langsung kaget melihat sahabatnya dulu ada didepan matanya lagi.


"Refa? tidak terbayang kalau presdir dari perusahaan makanan terbesar di Jakarta datang ke sini karena putus asa".


Refa yang sedikit tidak percaya kalau itu adalah Diyo sahabat SMA nya dulu mulai menanyakan intinya agar ini cepat selesai.


"Diyo...kau kah orang special itu? tapi kenapa kau ada disini? dan juga pisau itu..."


Diyo terdiam sejenak dan melepaskan pisau nya,mendengar hal itu Diyo mulai bercerita tentang dirinya setelah lulus SMA 5 tahun lalu, cerita itu didengar dengan baik oleh Refa.


"pisau ini adalah barang yang dibutuhkan untuk hal hal yang tidak terduga"


"Refa, saya adalah bantuan special itu".Diyo mengucapkanya dengan percaya diri.


Setelah mendengar cerita dari Diyo,Refa langsung percaya bahwa Diyo yang ada didepan nya adalah Diyo sahabatnya dulu.


Tapi Refa Tidak langsung percaya jikalau Diyo adalah bantuan special itu.Refa bertanya kepada Diyo yang menelpon nya tadi apakah wanita dewasa atau pria dewasa untuk memastikan Diyo bukan satu rekan dengan orang yang menculik Dami.


Dengan berhati hati Diyo mulai memikirkan beberapa kesimpulan,yang menelpon nya tadi adalah seorang wanita dewasa tapi ada terdengar kecil suara sepatu kulit, dari hal itu Diyo menyimpulkan.


"Yang menelpon mu tadi adalah seorang pria dewasa,karena saat ditelpon oleh wanita dewasa ada suara sepatu kulit didekatnya.jika kau tidak percaya dengan saya...maka saya akan pergi dari sini".


Refa yang tidak punya pilihan lain, percaya dengan Diyo.


"Tunggu! tunggu dulu...baiklah saya percaya kau adalah bantuan special itu jadi, tolong dengar baik baik apa yang saya bilang" Ucap Refa dengan perasaan khawatir.


Refa menjelaskan tentang Dami dan pria dewasa yang menyuruh nya membawa uang 50 miliar, dalam cerita Refa tadi.Diyo berpikir banyak kejanggalan yang terjadi dalam ceritanya Refa tapi Refa berkata itu yang terjadi.


"Haa...baiklah, cerita mu tadi sangat penuh dengan celah dan juga apakah benar Dami itu setia dengan mu? bukanya dia hanya mengincar uang mu?".


Ucap Diyo dengan penuh kecurigaan terhadap Dami.


"Tidak! itu tidak mungkin, Dami sudah berkerja dengan ku selama 3 tahun lamanya tidak mungkin dia berhianat"


Diyo yang mengutarakan opini nya kepada Refa namun Refa tetap saja membantahnya.


"untuk sementara saya akan percaya dengan perkataan mu Refa...kita tidak boleh buang buang waktu juga,jadi mari kita buat rencana untuk besok pagi".


Dengan kejeniusanya Diyo, mereka membuat rencana yang sangat bagus dan tidak mempunyai celah atau itu yang mereka pikirkan.


"Ha...selesai juga,besok kita akan menjalankan rencana ini" Ucap Refa dengan percaya diri akan rencana mereka berdua.


Berbeda dengan Diyo, dia khawatir rencana ini sudah ditebak oleh si pelaku.


"Ya..saya berdoa rencana ini akan berhasil"


Refa berjalan santai menuju ke tepian gunung untuk merenggangkan tubuhnya, namun saat tiba di tepian gunung Refa dengan kagetnya melihat bulan berwarna merah.


"Diyo!! lihat bulanya! bulanya berwarna merah?!" Ucap Refa dengan sangat kaget.


Diyo yang sudah tau kalau bulan merah benar benar ada tidak terlalu terkejut melainkan mulai semakin khawatir dengan rencana yang mereka buat.


"Apakah ini pertanda baik atau buruk?..." Ucap Diyo dengan khawatirnya.


Tanpa mereka sadari mereka membuat rencana itu dibawah sinar gerhana bulan merah total tapi yang mereka tidak sadari,sinar bulanya bukan menuju ke bumi melainkan seperti terhisap sesuatu di alam semesta sana.


To be Continued...


...----------------...


Apakah rencana Diyo dan Refa akan berhasil ?


Tolong untuk nantikan cerita kelanjutan dari Refa dan Diyo di hari selanjutnya.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2