
Kaye tiba-tiba mengajak Diyo keluar untuk mencari udara segar karena Diyo baru saja sembuh dari masa-masa kritis nya,Diyo yang menganggap itu adalah hal yang baik untuk tubuhnya juga pergi mengikuti Kaye keluar dari rumah sakit.
Namun sebelum mereka pergi Diyo menghadap ke resepsionis di rumah sakit itu untuk membayar biaya pengobatannya,dikarenakan Diyo sudah tidak memiliki uang lagi akhirnya Diyo meminta tolong pada Kaye untuk membayarkannya dan berjanji akan mengganti uang Kaye dalam waktu yang dekat.
Kaye yang tidak mempermasalahkan hal itu akhirnya menyutujuinya,setelah membayar nya Diyo dan Kaye keluar dari rumah sakit.
"BOOMMM!!"
"BOOOMM!!"
Suara ledakan langusung terdengar dimana-mana dan menghancurkan beberapa perumahan yang ada di Manchester,Diyo yang mengetahui dalang dari pemboman rumah-rumah di Manchester ini bergegas pergi dan mencari dalangnya.
Sebelum pergi Diyo meminta tolong pada Kaye untuk segera pergi ke London dan berjaga-jaga di Big Ben,Kaye yang sudah mengetahui Diyo memiliki rencana dikepalanya mengikuti perkataan dari Diyo dan segera pergi dari Manchester ke london.
Kaye juga meminta polisi yang ada di London untuk pergi ke London segera dan berjaga disana sampai Kaye tiba di Big Ben.
Berpisah di rumah sakit Diyo dengan berlari sangat cepat menuju ke Menara Selatan Deansgate Square yang merupakan tempat tertinggi yang ada di Manchester.
Dalam perjalanan Diyo ke sana tiba-tiba muncul tembakan dari arah kanan Diyo,menyadari hal itu Diyo langsung menghindar ke belakang.
"DORRR!!"
"DORRR!!"
Tembakan itu terus menurus mengarah ke arah Diyo yang sedang menghindari tembakan itu,Diyo yang merasa tidak bisa berlama-lama disini langsung berlari ke arah tembakan itu saat tembakan itu berhenti karena sedang mengisi peluru.
Sudah dekat dengan arah peluru itu Diyo kembali melihat Luna berdiri di bayang-bayang lorong sedang mengisi kembali peluru senjatanya,tanpa keraguan lagi Diyo langsung memukul Luna tepat setelah Luna akan menembak kembali.
Mendapat serangan telak dari Diyo,Luna terlempar sangat jauh kebelakang tidak memberikan kesempatan untuk Luna Diyo bergegas menuju ke arah Luna yang terjatuh itu dan berniat memukul nya lagi.
Namun Luna yang memiliki kelincahan yang melebihi Diyo langsung melilit Diyo seperti ular tepat saat Diyo ingin memukul Luna dan saat Luna melilit Diyo,Luna langsung membaca seperti mantra mirip seperti dokter yang mengobati Diyo di rumah sakit tadi.
"TECHNITES DIASTASEIS!!!"
Tiba-tiba ruangan sekitar DIyo tadi yang hanya ada rumah-rumah langsung berubah dengan cepat menjadi balok-balok berwarna putih,tidak mengerti apa yang sedang terjadi Diyo bertanya pada Luna dengan keras.
Luna langsung berteriak menyebut time travel,Diyo langsung paham dengan apa yang ingin dikatakan oleh Luna tentang rumah-rumah yang tiba-tiba menjadi balok berwarna putih ini.
__ADS_1
Secara singkat itu adalah kekuatan yang mirip dengan Diyo namun yang dimiliki Luna bukanlah time travel melainkan kekuatan yang berbeda dari yang dimiliki Diyo.
Luna yang tidak sabar ingin mengalahkan Diyo langsung memunculkan senjata di kedua tangannya,Diyo yang kaget Luna memunculkan senjata ditangannya padahal disana tidak ada apa-apa kehilangan konsentrasi nya dan terkena tembakan lagi.
Namun karena Diyo sempat menghindar sedikit jadi luka tembakan dari Luna tidak begitu berefek pada Diyo,tidak hanya berdiam diri Diyo kembali menuju ke arah Luna sambil berlari dari tembakan-tembakan tanpa henti dari Luna.
Semakin dekat dengan Luna,Diyo mengambil pisau yang ada di pinggangnya dengan cepat dan melemparkannya ke arah Luna.
Tidak bisa memprediksi tindakan yang dilakukan oleh Diyo,Luna terpaksa harus menghindar dari pisau Diyo tadi dan memberikan kesempatan pada Diyo untuk maju ke arah Luna yang sedang tidak dalam kondisi bertahan.
Dikarenakan hal itu Diyo berhasil kembali memukul Luna dengan keras tepat dibagian muka nya,Luna yang terkena serangan telak dari Diyo itu harus terlempar jauh dan menjatuhkan senjatanya.
Senjata yang jatuh itu digunakan oleh Diyo kembali dan mengarahkannya ke arah Luna kemudian menembak Luna dengan satu peluru tepat mengenai kepala Luna sehingga membuat Luna mati tak berdaya.
Tiba-tiba kotak-kotak yang berwarna putih itu kembali berubah menjadi seperti semula karena pemilik dari kekuatan itu sudah mati,setelah semuannya kembali normal Diyo tidak mempedulikan tubuh dari Luna yang sudah menjadi jatuh itu dan bergegas ke Menara Selatan Deansgate Square.
Sesampainya di sana Diyo langsung pergi ke lantai tertinggi dari Menara Selatan Deansgate Square,namun sebelum itu Diyo mempersiapkan dirinya dengan meminta respsionis yang ada di menara itu untuk memberikannya pisau dapur karena piasu yang digunakan Diyo tadi sudah tidak ada.
Resepsionis yang kebinggungan pada permintaan Diyo tanpa berpikir pergi ke area dapur dan mengambil pisau dapur yang diminta oleh Diyo serta memberikannya pada Diyo.
Sudah mendapatkan pisau dapur sebagai alat bertahan,Diyo dengan cepat pergi ke lantai tertinggi di menara itu,dalam perjalanan menuru lantai tertinggi menara Diyo bertanya-tanya kenapa ledakannya tidak ada padahal tadi sangat banyak ledakan yang terjadi di Manchester.
Ternyata Luna hanyalah alat bagi Magissa untuk memperlambat gerakan dari Diyo dan ledakan yang terjadi di Manchester hanyalah tipuan belaka karena tujuan sebenarnya dari Magissa adalah kota London.
Diyo memang sudah memprediksi hal itu maka dari itu Diyo sempat meminta Kaye untuk berjaga-jaga di Big Ben London,namun Diyo tidak bisa mempredikisi Magissa akan melakukan hal itu dengan cepat.
Hal yang dimaksud oleh Diyo adalah bahwa Magissa berniat menghancurkan London dengan bom-bom yang dipasangnya saat Diyo sedang dirawat di rumah sakit dan mengakhiri bom-bom yang meledak itu dengan ledakan yang paling besar.
Dan tempat ledakan besar itu berada di Big Ben London karena dalam Big Ben terdapat ruangan yang cukup besar untuk menyimpan bom yang akan menghasilkan ledakan yang sangat besar.
Tidak bisa membiarkan hal itu terjadi Diyo langsung menghubungi Kaye yang sedang berada dipesawat sedang menuju ke London,dikarenakan Kaye yang ada di dalam pesawat membuat Diyo tidak bisa menghubungi nya.
Tiba-tiba muncul berita di layar besar kota Menchester yang membertihukan bahwa terdapat ledakan besar yang terjadi di pesawat yang baru saja berangkat dan tujuan pesawat itu adalah London.
Muka dari DIyo langsung berubah menjadi sangat pucat dan berkeringat sangat banyak karena dia paham betul pesawat yang meledak itu adalah pesawat yang dinaikki oleh Kaye.
Tidak hanya itu berita yang tadinya memberitakan hancurnya pesawat berubah menjadi tayangan live yang direkam oleh Magissa sedang berdiri di atas kapal,tidak lain dan bukan yang lain Magissa merekam kota London yang akan meledak.
__ADS_1
Magissa menyampaikkan beberapa kalimat dan Magissa juga menyampaikan terima kasihnya pada Diyo di rekaman live nya karena Diyo rela menghadapi Luna dan tidak segera bergegas ke bandara.
Diyo yang sedang pucat itu berteriak nama Magissa dengan sangat keras di lantai tertinggi menara meminta Magissa untuk tidak meledakan kota London namun Magissa berkata akan tetap meledakan kota london,Magissa memulai hitungan mundur untuk meledakan kota london.
"3!!"
Para polisi yang dimintai oleh Kaye sebelumnya sudah tiba di Big Ben dan mulai mencari bom yang ada di dalam Big Ben.
"2!!"
Orang-orang London yang tidak mengetahui bahwa mereka akan meledak dan meninggal sudah dekat menganggap tayangan itu hanyalah candaan dan beraktivitas seperti biasannya seakan-akan tidak akan terjadi apa pun.
"1!!"
Diyo semakin pucat berkeringat sangat banyak dengan ekspresi campur aduk yang ada didalam otaknya,sedih,marah terhadap diri sendiri,marah terhadap Magissa,dan dendam yang menumpuk dalam 1 detik terakhir sebelum kota London menjadi rata dengan tanah.
"0!!"
"BOOOOOMMMMMMMMM!!!!!!!!"
"BLAAAAARRRRRRRRRR!!!!!!!!!"
Semua yang ada di London hacur semua tanpa sisa hanya dalam hitungan menit.
Polisi yang sedang mencari bom di Big Ben,Orang-orang yang beraktivitas seperti biasa,dan rumah-rumah megah hancur tanpa sisa dalam hitungan menit.
Yang menyaksikan hal itu adalah orang-orang diluar london secara live dan Diyo yang sudah tidak sanggup melihat kepedihan itu.
Namun saat Diyo yang meratapi kebodohannya karena tidak menyadari hal itu serta bersedih dengan sangat keras,tiba-tiba muncul Luna yang berlumuran darah habis ditembak oleh Diyo tadi.
Melihat itu Diyo yang sedang dalam kondisi tidak bisa apa-apa karena mendaptakan syok berat membuatnya hanya berdiam sambil duduk,Luna yang datang itu hanya mengucapkan satu kata pada Diyo.
"Komandan..."
Diyo yang terkaget Luna mengatakan itu langsung berdiri tegap dan melihat Luna yang sudah tidak bernyawa tergeletak di bawah,Diyo sangat paham apa yang ingin disampaikan Luna padannya.
Komandan yang dimaksud oleh Luna adalah sebuah kode yang berarti "teluk awal",Diyo yang sudah memiliki petunjuk yang sangat berguna untuk mengetahui keberadaan dari Maggisa yang merupakan dalang dari semua yang sudah terjadi di London maupun di Menchester.
__ADS_1
Langsung mengambil pisau dapur yang dimintai nya tadi pada resepsionis menara dan langsung menusuk jantungnya sehingga membuatnya kembali masuk ke ruang dan waktu untuk kembali ke masa atau time line yang sebenarnya.