Joker The Confidence Man

Joker The Confidence Man
Bab. 9 Musuh Baru?


__ADS_3

Desha yang sudah tidur dengan lelap nya, jam sekarang menunjukkan pukul 4 pagi.


Secara pelan-pelan Diyo pergi dari kamar itu dan meninggalkan Desha disana, saat keluar dari hotel Diyo langsung menelpon Sayemi yang sedang berada di kota London.


Tidak harus menunggu lama Sayemi mengangkat telponan dari Diyo, ternyata Sayemi juga sedang mencari Diyo yang sedang berada di London sejak 4 hari yang lalu.


"Halo Sayemi?"


"Diyo?! astaga saya sudah mencari mu kemana-mana"


Mengetahui Sayemi sudah mencari Diyo di London sejak 4 hari yang lalu membuat Diyo kebingungan kenapa Sayemi tidak menelpon Diyo saja saat sudah sampai di London.


Namun Sayemi tidak menjawab pertanyaan dari Diyo itu dan meminta Diyo untuk segera bertemu, Sayemi saat itu sedang ada di Big Ben London atau menara jam di london.


Diyo segera bergegas pergi ke big ben London untuk bertemu dengan Sayemi,setelah tiba di big ben Diyo yang melihat Sayemi dari jauh langsung berteriak memanggilnya.


Mendengar ada yang memanggilnya Sayemi langsung berbalik kebelakang dan melihat Diyo yang sedang berlari-lari ke arah dia.


Tanpa basa basi lagi Sayemi langsung berniat memberitahukan informasi tentang time travel yang dia dapatkan dari orang yang tidak dikenalnya.


Tapi sesaat ingin memberitahukan informasi terkait time travel ada yang menembak Sayemi menggunakan pistol dari jauh dan tergagetnya Diyo melihat Sayemi yang tertembak di depan matanya.


Tidak menolong Sayemi terlebih dahulu Diyo langsung melihat ke arah tembakan tadi dan sekali lagi membuat Diyo terkejut karena yang menembak itu adalah Desha.


Menerima fakta bahwa sebenarnya Diyo lah yang membuat Sayemi sampai bisa tertembak karena membiarkan Desha sendirian dihotel itu tanpa adanya pengawasan padahal Desha adalah orang asing membuat Diyo malu pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Dengan amarah Diyo berniat untuk mengejar Desha yang langsung lari setelah menembak Sayemi dari jauh,namun karena Sayemi yang sudah terjatuh tak sadarkan diri itu membuat Diyo tidak dapat mengejar Desha yang sudah pergi jauh itu.


Secara cepat Diyo langsung membawa Sayemi ke rumah sakit terdekat dalam perjalanan ke rumah sakit Diyo bertemu dengan Kaye bersama polisi London lainya,melihat,Diyo yang membawa orang yang terluka membuat Kaye berpikir buruk terhadap Diyo.


Namun karena Diyo tidak mempunyai waktu yang banyak Diyo meminta Kaye untuk mengikuti nya ke rumah sakit terdekat,karena Kaye lebih mengetahui jalan-jalan yang ada di London akhirnya Diyo dan Kaye berhasil membawa Sayemi ke rumah sakit tepat waktu.


Di rumah sakit Kaye langsung berteriak kepada suster yang ada disana untuk membawa Sayemi ke ruangan operasi dan segera lakukan operasi terhadap Sayemi.


Dengan pangkat yang dimiliki oleh Kaye para suster dan dokter di rumah sakit itu tanpa bertanya langsung membawa Sayemi ke ruang operasi.


Menerima bantuan yang begitu banyak dari Kaye membuat Diyo sangat berterima kasih kepada Kaye karena mau membantunya Kaye tidak mempersalahkan hal itu dan lebih memperdulikan alasan kenapa Sayemi bisa terluka.


Diyo menjelaskan kepada Kaye bahwa orang itu adalah Sayemi orang yang akan dia temui saat pagi harinya,namun saat sudah bertemu tiba-tiba Sayemi ditembak oleh Desha dari jauh.


"Desha?! si Desha yang kita temui tadi malam?!"


Setelah mengetahui Dehsa yang menembak Sayemi membuat Kaye merasa malu sebagai letnan kepolisian di London karena tidak menanyakan beberapa hal kepada Desha padahal itu sudah menjadi hal umum saat polisi bertemu dengan orang asing yang memiliki tingkah laku(sifat) yang aneh.


Tidak hanya keluar dari mulut Kaye berniat menangkap Desha saat itu juga dan dengan otoritas yang dimiliki Kaye para polisi di Londong mulai mencari Desha diseluruh kota London bahkan dii lorong-lorongnya.


Sudah 2 jam berlalu dan para polisi belum juga menangkap Desha yang masih berkeliaran  di London,polisi sudah mengusahakan segala cara seperti,melacak ponsel dari Desha ataupun melihat cctv di big ben pada jam 5 saat Diyo dan Sayemi beremu di big ben.


Diyo yang sudah mengetahui bahwa polisi tidak bisa dengan mudah menemukan Desha,Diyo sudah memikirkan beberapa spekulasi apa yang akan dilakukan cewek sekolahan setelah menembak seseorang.


Mengingat semua yang dikatakan Desha saat memperkenalkan diri dengan menggunakan informasi yang terbatas Diyo berhasil menemukan lokasi dari Desha yaitu di rumah orang tuanya yang kaya raya,Kaye yang mendengar kesimpulan yang didapat oleh Diyo menggunakan informasi yang terbatas membuatnya kagum.

__ADS_1


Para polisi langsung pergi ke rumah orang tuanya Desha saat tiba disana orang tua dari Desha sempat memberikan perlawanan dan membela putri kesayanganya,namun dengan adanya Kaye disana membuat kedua orangtuanya Desha tidak dapat berbuat apa-apa.


Saat memasuki rumah orang tua dari Desha membuat semua polisi terkhususnya Kaye terkagum-kagum karena tebakan dari Diyo yang bermodalkan informasi yang sangat sedikit dapat dengan cepat menemukan Desha padahal polisi yang begitu banyak saja kesusahan saat mencari Desha.


Desha yang sudah ditemukan langsung kocar kacir(tidak keruan) mencoba untuk kabur dikeadaan dimana seluruh rumahnya sudah dipenuhi oleh polisi.


Tidak dapat kabur lagi Desha akhirnya dibawa ke kantor polisi untuk di interogasi sedangkan Diyo tidak akan menunggu interogasi dari Desha selesai karena Diyo tahu Desha tidak akan memberikan informasi yang dibutuhkan.


Selagi(saat) Desha diinterogasi oleh Kaye,Diyo pergi ke kamar hotel tadi malam dimana Desha terakhir dilihat dihotel itu sebelum Desha menembak Sayemi.


Dikamar hotel itu Diyo berniat mencari beberapa informasi tambahan agar semakin dekat dengan pelaku utamanya,karena menurut Diyo pelaku sebenarnya yang membuat Sayemi tertembak adalah pelaku utamanya.


Namun dikamar itu tidak ada petunjuk lain dan hanya terdapat kasur yang tidak rapih,tidak menemukan petunjuk Diyo kembali keluar dari hotel itu berniat mencari petunjuk di tempat terjadinya penembakan terhadap Sayemi yaitu di big ben.


Sama seperti di kamar hotel tadi di big ben juga tidak ada petunjuk selain pistol yang dipegang oleh Desha.


TIdak patah semangat Diyo kembali memikirkan rencana apa yang akan dilakukan pelaku utama,tiba-tiba Kaye yang sudah selesai menginterogasi Desha namun tidak mendapatkan informasi penting datang menemui Diyo yang sedang berada di big ben.


Kaye menanyakan apa yang sedang dilakukan oleh Diyo di big ben Diyo tidak menjawabnya dan menyuruhnya diam sebentar karena Diyo saat itu berpikir dengan keras berpikir seperti si pelaku utama.


"Buat apa kau berpikir seperti si pelaku utama?"


"Karena cara tercepat menemukan pelaku utama adalah dengan berpikir seperti pelaku utama itu"


Terdiam karena mendengar ucapan yang tidak masuk akal dari Diyo,Kaye langsung meninggalkan Diyo disana dan mencari petunjuk di big ben yang sebenarnya Diyo sudah melakukan hal itu sebelumnya.

__ADS_1


Dengan begitu pada pukul 3 sore Diyo dan Kaye mencari pelaku utamanya menggunakan cara meraka masing-masing.


^^^To Be Continued...^^^


__ADS_2