
Sekarang jam sudah menunjukan pukul 12 siang setalah kejadian pembantaian yang dilakukan oleh Luna.
"Diyo!! kau bisa mendengarku?! Diyo!!"
Tidak bisa mendegar suara dari Kaye karena sekarang Diyo sedang koma dan terbaring tidak berdaya seperti orang yang akan mati.
Kaye tetap berusaha memanggil Diyo namun tidak ada respon apapun dari Diyo sampai memasukki ruang operasi,Kaye sekarang hanya bisa berdoa agar Diyo bisa selamat dari kematian.
Tiba-tiba dokter datang dan langsung memasukki ruang operasi nya Diyo tersebut.
Tidak lama kemudian semua suster yang ada didalam ruang operasi tadi tiba-tiba keluar semua dan hanya menyisahkan dokter tadi.
Terheran-heran kenapa cuman ada dokter dalam ruang operasi dan itupun cuman 1 dokter.
Kaye langsung bertanya dengan nada yang keras,Kaye bertanya kenapa semua suster keluar dari ruang operasi.
Suster-suster itu pertama-tama meminta Kaye untuk diam sebentar karena dokternya sedang dalam kondisi yang memerlukan kefokusan yang tinggi.
Setelah itu suster itu menjawab pertanyaan dari Kaye yang sedang kebinggungan serta khawatir itu.
__ADS_1
"Dokter yang masuk itu adalah dokter unggulan di rumah sakit ini,jadi tenang mbak"
Mendengar jawaban dari para suster membuat Kaye semakin marah karena menganggap nyawa seseorang akan selamat dengsn 1 orang yang berbakat.
Para suster itu kembali membalas pernyataan dari Kaye itu dengan berkata bahwa semua pasien yang ditangani dokter itu selalu selamat.
Atau dengan kata lain selama dokter itu menangani pasien mau itu pasiennya sedang dalam kondisi kritis dokter itu bisa menyembuhkannya.
Tetapi dokter itu selalu meminta dengan 1 syarat yaitu dengan mematikkan cctv di ruang operasi dan meminta hanya dia sendiri yang menangani pasiennya.
Terdiam karena mendengar penjelasan detail dan jelas dari para suster membuat Kaye semakin lega dan kembali tenang sambil mundur kebelakang untuk duduk.
Dalam ruang operasi dokter yang masuk itu langsung mematikan cctv yang ada di ruang operasi itu dan setelah itu mengiris jarinya kemudian membuat seperti lingkaran dari darahnya untuk memanggil sesuatu.
Tiba-tiba muncul sosok seperti manusia memakai jubah hitam tetapi tidak memiliki kaki serta memiliki wajah tengkorak atau sosok itu melayang-layang di atas lingkaran darah yang dibuat oleh dokter itu.
"Grim apa jiwa nya masih ada di sekitar sini"
Dokter itu bertanya pada sosok yang dia panggil itu,sosok itu yang mendengar pertanyaan dari dokter langsung menjawab dengan suara yang sangat mengerikan.
__ADS_1
"Tuan,jiwa anak muda ini masih ada"
Setelah mendengar jawaban dari Grim,Dokter itu langsung mengambil pisau operasinya dan berencana untuk melakukan operasinya segera.
Saat melakukan operasi pada Diyo,Dokter itu tiba-tiba mengeluarkan bayangan-bayangan yang menyerupai alat-alat operasi di atas Diyo.
Suasana di dalam ruang operasi itu menjadi sangat dingin dan menyeramkan dengan dipenuhi oleh kabut-kabut tebal di bagian bawah seluruh ruang operasi itu.
Dokter itu membuka semua tempat yang ada peluru didalamnya dan mengeluarkan peluru-peluru yang ada didalam tubunya Diyo.
Setelah itu dokter itu menutup semuanya kemudian melepaskan sarung tangan operasinya dan kembali melukai tangannya,seperti sebelumnya dokter itu membuat lingkaran dari darahnya itu.
Berbeda dari sebelumnya lingkaran dari darah itu dibuat di tengah-tengah perutnya Diyo,tidak lama dari itu dokter itu seperti membaca mantra-mantra penyihir.
Seketika Grim yang dipanggilnya tadi itu berubah menjadi partikel-partikel kecil secara perlahan memasuki tubuh Diyo dan secara ajaib luka-luka yang ada didalam tubuh Diyo sembuh tanpa ada nya yang cacat.
Bekas jahitan yang dibuat dokter itu juga hilang dan kulit dari Diyo terlihat seperti baru kembali tanpa adanya luka satu pun yang ada dalam tubuh Diyo.
^^^To Be Continued...^^^
__ADS_1