Joker The Confidence Man

Joker The Confidence Man
Bab. 11 Time Travel


__ADS_3

Pada suasana sejuk pada pagi hari di London namun suasana sejuk itu hanya bagian luarnya saja,jam sekarang menunjukan pukul 7 lewat.


Diyo yang baru saja dibawa ke Bristol yang sedikit jauh dari London untuk menenangkan dirinya, masih belum bangun dari pingsanya.


Sedangkan Kaye dan Jhon kembali mencari pelaku utamanya.


Beralih ke Refa yang sedang mencari keberadaan dari Sayu, sekarang Refa melacak ponsel dari Sayu.


Mendapatkan lokasi ponsel dari Sayu yang berada di bangunan tua pinggiran kota Jakarta Refa, Dami dan Farjan langsung menuju ke bangunan tua itu.


Dalam perjalanan mereka bertiga sering melihat pohon yang ditanda x yang seperti menandakan bahwa wilayah itu sudah dikuasai atau dimiliki oleh seseorang.


Setibanya(sesampainya) disana ternyata bangunan itu memiliki 3 lantai dan diatasnya terdapat pintu untuk memasuki bagian atap.


Refa meminta Farjan untuk tetap didalam mobil dan akan menelpon polisi jika Refa tidak keluar sampai malam.


Sedangkan Dami diminta oleh Refa untuk berjaga-jaga dibelakang dan menjaga jalan keluar mereka.


"Loh? kalau gitu presdiri sendiri doang yang masuk?"


"Tenang saja Farjan begini-begini bisa bela diri sedikit"


Dengan begitu Refa memasuki bangunan tua itu sendirian,Refa yang sudah memasukinya langsung melihat ke sekeliling.


Namun Refa tidak melihat siapapun disana dan hanya melihat fondasi bangunan itu yang sudah mau roboh(hancur), Refa memasuki bangunan tua itu lebih dalam lagi.


Dami yang sedang berjaga dijalan atau pintu keluar tidak sengaja melihat bayangan orang lain selain dia dan Farjan,Dami dengan sangat penasaran mulai mendekati.


Saat sedang mendekati bayangan itu Dami tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri karena ada yang memukul kepala Dami menggunakan kayu dari belakang.


Tidak mengetahui hal itu Farjan yang sudah bosan di dalam mobil terus akhirnya dia keluar dari mobil untuk menemui Dami yang dikiranya masih bejaga dijalan keluar.


Saat sedang berjalan untuk menemui Dami,sama seperti Dami sebelumnya ada yang memukul Farjan dari belakang dan tepat mengenai kepalanya.


Dengan begitu sekarang hanya tersisa Refa yang sedang berada di bangunan tua itu.


2 jam sudah berlalu,Refa yang sudah memeriksa semua lantai yang ada dibangunan itu kini(sekarang) akan menuju ke bagian atap bangunan itu.


Sesampainya di atap Refa tiba-tiba mendengar suara seperti ledakan yang keras spontan Refa yang ada diatas atap bangunan tua itu langsung melihat kebawah.

__ADS_1


Ledakan yang itu ternyata berasal dari mobil mereka yang sudah hancur lebur(rusak binasa).


Melihat ledakan mobilnya yang sudah hancur lebur,Refa langsung teringat dia tadi meminta Farjan dan Dami untuk berjaga-jaga dibawah.


Refa langsung berteriak nama Dami dan Farjan dengan keras untuk memastikan apakah mereka berdua masih ada dibawah.


"Dami!! Farjan!! mana kalian?!!"


Tidak mendengar balasan apapun dari bawah membuat Refa sangat khawatir dan bergegas turun kebawah untuk mencari Dami dan Farjan.


Saat sudah sampai di pintu keluar bangunan tua itu dan ingin keluar Refa tiba-tiba dihadang oleh orang yang mengenakan topeng seperti pencuri.


Orang itu melemparkan 3 buah granat ke arah Refa dan lari begitu saja, Refa bukanya berlari kebelalang malahan Refa berlari tetap ke depan dengan sangat laju.


"Boom!!"


Suara ledakan granat yang merobohkan(hancur) bangunan tua itu secara instan(terjadi dengan sangat cepat) Refa yang berlari ke arah keluar juga ikut terhempas (terlempar) ke depan dan membuatnya pingsan di depan bangunan tua yg roboh.


Kembali ke Diyo yang ada di Bristol, Diyo yang sudah bangun tidak bisa menenangkan pikiranya dia langsung pergi ke rumah sakti tempat Sayemi sedang dioperasi.


Tidak menyadari hal itu Kaye yang berniat untuk memberikan makanan diruangan Diyo tapi tidak menemukan Diyo diruangnya.


Dengan bertanya-tanya pada orang Briston Kaye mengetahui Diyo pergi kemana, dari informasi yang dia dapatkan dari orang Briston maka Diyo seharusnya pergi ke Skotlandia.


Namun itu adalah trik cerdik yang digunakan Diyo untuk mengelabuhi Kaye agar Diyo bisa pergi ke rumah sakti tempat Sayemi dioperasi tanpa halangan.


Tidak menyadari trik dari Diyo akhirnya Kaye pergi ke Skotlandia.


1 jam 30 menit perjalanan menggunakan kereta Diyo dengan tanpa halangan apapun sudah sampai di London langsung bergegas pergi ke rumah sakit tempat Sayemi berada.


"Sayemi?!! diamana kau? Sayemi?!"


Suster yang mendengar teriakan dari Diyo tanpa bertanya apapun langsung membawa Diyo ke ruangan Sayemi dioperasi.


Sesampainya diruangan operasi Sayemi,Diyo mendapatkan syok yang berat melihat Sayemi yang terbaring tak berdaya.


Amarah kembali memenuhi Diyo tidak bisa berdiam hanya melihat Sayemi yang terbaring Diyo berniat untuk membunuh pelaku utamanya.


Segala cara akan digunakan Diyo untuk menangkap pelaku utama dan membunuh nya.

__ADS_1


Diyo mencoba untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu untuk bisa menangkap pelaku utamanya Diyo harus berpikir seperti pelaku utama.


Sudah bisa sedikit menenangkan dirinya Diyo langsung pergi ke ruangan Sayemi yang diamana diruangan itu Sayemi ditusuk menggunakan pisau oleh si pelaku utama atau bawahan lainya dari si pelaku utama.


Setibanya diruangan Sayemi,Diyo melihat ke sekeliling dan menemukan sebuah surat yang dikhususkan untuk Diyo dari Sayemi.


Ternyata Sayemi sempat menuliskan sebuah surat sebelum dia ditusuk menggunakan pisau,Diyo yang merasa aneh akan hal itu namun dia tidak mempedulikanya karena fokus utama misinya kali ini adalah untuk menangkap pelaku utama serta membunuhnya menggunakan tanganya sendiri jika memiliki kesempatan.


Isi surat itu adalah informasi terkait dengan time travel yang dimiliki oleh Diyo,binggung akan isi surat itu karena semua yang ditulis disurat itu sangat tidak masuk akal.


Seperti cara menggunakan kekuatan supernatural time travelnya secara terus menerus dan beberapa resiko yang akan didapatkan oleh si pengguna jika menggunakan kekuatan itu terlalu berlebihan.


"Apa apaan ini?"


...----------------...


Mungkin ada yang penasaran dengan isi suratnya maka saya akan menuliskan isi suratnya disini.


Isi Surat :


Cara mengaktifkan time travel adalah dengan membayangkan time travel itu sendiri dan jika sudah membayangkanya maka secara otomatis time travel akan aktif.


Namun itu adalah cara jika si pengguna sudah terbiasa melakukanya,jika tidak maka pengguna akan terjebak dalam ruang dan waktu dengan tidak ada jalan keluar.


Maka dari itu cara teraman adalah dengan menusuk tubuh pengguna dan si pengguna akan memasuki ruang dan waktu namun ruang dan waktu ini berbeda dengan ruang dan waktu jika kita salah melakukan cara pertama tadi.


Diruang dan waktu ini si pengguna bisa melakukan time travel dengan menyentuh serpihan kaca yang didalamnya hanya ada masa lalu dan tidak ada masa depan.


Resiko jika menggunakan time travel secara berlebihan maka si pengguna akan mengaktifkan time travel itu tanopa keinginginan si pengguna atau time travel itu sendiri yang akan membawa si pengguna ke masa lalu dan masa depan secara terus-menerus sampai si pengguna meninggal.


Kembali ke cerita---


...----------------...


Tiba-tiba ada yang membuka pintu ruangan itu dan secara spontan Diyo menyembunyikan surat itu dalam kantong jaketnya,yang masuk ternyata adalah suster dirumah sakit itu.


Suster itu mengatakan bahwa kesadaran Sayemi sudah mulai membaik,mendengar itu membuat Diyo sangat senang dan sedikit menenangkan Diyo yang masih penuh dengan amarah.


Dengan begitu pada jam 12 .00 siang,Diyo yang sudah mengetahui cara menggunakan kekuatanya sudah bertekad akan menangkap si pelaku dan membunuhnya sedangkan Refa masih dengan kondisi yang tidak jelas di depan bangunan tua yang sudah roboh(hancur).

__ADS_1


^^^To Be Contidued... ^^^


__ADS_2