Joker The Confidence Man

Joker The Confidence Man
Bab. 16 Kematian


__ADS_3

Begitu tenang namun sangat berbahaya seperti danau yang tenang tetapi didalamnya terdapat buaya yang ganas siap memangsa mangsa nya begitu lah situasi yang sedang terjadi di ibu kota inggris,kota yang begitu indah London.


Jam sekarang menunjukan pukul 5 sore lewat sedikit.


Diyo yang sedang berlari dengan lajunya menuju ke kafe tempat pertama pembunuhan terajadi tiba-tiba mendengar suara teriakkan di dekat bank.


Tidak bisa membiarkan hal itu terjadi membuat Diyo susah memilih pilihan,apakah dia akan menyelamatkan bank yang ada didepan matanya sekarang atau pergi menyelamatkan nyawa seseorang.


Dalam kebingungan itu Sayemi muncul secara tiba-tiba menemui Diyo dan tanpa basa basi langsung memberitahukan Diyo tentang time travel yang di timeline ini Sayemi belum memberitahukan tentang time travel kepada Diyo.


Meliahat Sayemi yang secara mendadak ada disana sambil menjelaskan kepada Diyo panjang lebar(secara terperinci).


Diyo yang sudah mengetahui tentang time travel itu menghentikan penjelasan dari Sayemi dan memintanya untuk pergi ke bagian belakang kafe tempat pembunuhan pertama serta merekam saat sudah ada di bagian belakang kafe itu.


Tidak mengerti apa yang dimintai oleh Diyo,Sayemi kembali bertanya untuk apa dia ke kafe itu Diyo yang tetap tidak bisa membiarkan bank itu kembali memintai tolong pada Dami dengan sungguh-sungguh.


Dengan terpaksa karena Diyo meminta dia sampai segitunya akhirnya Dami pergi ke kafe itu dengan lajunya.


Sedangkan Diyo langsung pergi ke bank itu untuk mengalahkan perampok yanga ada disana.


Sayemi yang sudah tiba di kafe itu pergi ke bagian belakangnya sesuai instruksi dari Diyo tadi,setibanya di bagian belakang kafe itu Sayemi langsung jatuh terkaget karena melihat darah sangat banyak mengarah ke dalam ruangan yang pintunya terbuka kecil.


Sesuai instruksi dari Diyo tadi Sayemi mulai merekam dari darah yang banyak nkemudian memasuki ruangan itu.


Tidak langsung masuk begitu saja karena ketakutan Sayemi mengintip(melihat melalui lubang kecil) ruangan yang pintunya terbuka kecil.


"DORR" "DORR!!"


Terdengar suara tembakan yang sangat keras dari dalam ruangan itu Sayemi kembali terkakeget karena melihat seorang cewek(Desha) jatuh dengan tangan yang terluka seperi terkena tembakan.


Tidak hanya itu Sayemi melihat seoarang pelajar yang terikat di kursi dengan tangan dibelakang serta kaki disilang Semua itu terekam menggunakan hp dari Sayemi.


Tiba-tiba ada yang terlempar keluar dan mengenai Sayemi yang pada saat sedang mengintip,yang terlempar tadi ternyata seorang pria kira-kira berumur 19 tahun(Wish).


Wish yang menyadari ada orang lain di sekitar itu langsung menyuruh Sayemi pergi dari sini,namun karena Sayemi melihat Wish terluka seperti tertembak membuatnya tidak bisa meninggalkan Wish begitu saja.


Kembali melihat sosok pria dewasa yang terlihat seperti Diyo membawa pistol di tangan kanannya Sayemi langsung panik dan bertanya pada Wish apa yang sebenarnya terjadi disitu.

__ADS_1


Orang itu yang membawa pistol langsung mengarahkan pistol itu kembali ke arah Wish karena ingin mengakhiri ini secepat mungkin sambil mengejek Wish karena tidak bisa menandinginya.


"Ha!? apa maksudmu?! kau sendiri yang tiba-tiba menggunakan pistol!!"


Membalas ejekan dari Orang itu,Wish langsung mendapatkan tembakan dari Orang itu namun Wish yang sudah menyadari itu menghidari tembakan itu sambil membawa Sayemi ke dalam ruangan itu.


Kemudian menutup pintu ruangan itu dengan cepat menggunakan kakinya kemudian Sayemi mengunci pintunya sebelum Orang itu kembali menekan pelatuk pistolnya.


Dalam ruangan itu sekarang hanya terdapat Sayemi,Wish,Desha dan si pelajar yang masih belum sadarkan diri,Wish yang melihat Sayemi merekam sejak dari tadi bertanya dengan bingungnya.


"Mbak apa yang Mbak lakukan ditempat seperti ini?! lalu untuk apa merekamnya?"


Sayemi menjawab pertanyaan dari Wish dengan berkata dia dimintai oleh Diyo ke sini dengan alasan yang tidak jelas.


Mendengar nama Diyo dari mulut Sayemi membuat Wish enek(tidak enak mendengarnya) dan bertanya dimana Diyo sekarang dan sedang apa dia.


Kembali menjawab pertanyaan dari Wish dengan jujur,namun kali ini Wish hanya terdiam kemudian tidak lama dari itu jatuh menahan sakit karena terkena tembakan dari Orang itu.


Disaat Wish yang terjatuh Orang itu kembali mendobrak(memaksa masuk) ruangan itu menggunakan palu-palu yang keras memukuli pintu ruangan itu.


Wish meminta Sayemi untuk meletakkan ponsel nya dibawah meja dalam keadaan tetap merekam dan akan ditutupi oleh jaket yang dikenakkan Sayemi.


Melakukan sesuai apa yang dikatakan oleh Wish kemudian kembali bertanya apa yang harus dialakukan sekarang,Wish menyarankan untuk merancang rencana sekarang untuk kabur dari sana.


Namun tidak sempat berpikir rencana selanjutnya Orang itu berhasil mendobrak pintu ruangan itu.


Tidak punya pilihan lain Wish langsung mengambil tindakan untuk bertahan sambil melindungi Sayemi yang ada dibelakangnya.


Melihat mereka berdua yang bertahan terlihat sangat menyedihkan dan membuat Orang itu merasa semakin jijik pada mereka berdua(Sayemi dan Wish).


Menekan pelatuk dari pistol Orang itu menembak Wish yang sedang melindungi Sayemi itu tepat di dekat luka tembak sebelumnya,tidak hanya berdiam diri Wish langsung menyerang kembali tepat dia mengenai tembakan dari Orang itu.


Itu adalah kesempatan terbesar yang bisa Wish lakukan jika ingin memukul dengan Orang itu karena pistolnya masih dalam kondisi tidak ada peluru lagi.


Namun saat ingin melancarkan serangan keras pada Orang itu yang sedang mengisi peluru pistolnya tiba-tiba Wish langsung jatuh karena tidak bisa menahan sakit akibat luka tembakan di perutnya itu.


Menyadari hal itu Orang itu tersenyum sadis pada Wish,tetapi Sayemi muncul secara tidak disadari dari arah belakang Wish yang baru saja jatuh itu dan langsung menendang wajah dari Orang itu.

__ADS_1


Membuat Orang itu terlempar jauh keluar dan menjatuhkan pistolnya berserta peluru yang ingin diisi oleh Orang itu tadi.


"Sekarang ayo lari!!"


Sayemi secara alami membawa Wish dan berniat lari dari sana,si kasir tiba-tiba muncul dari arah dekat kafe dan meminta mereka berdua untuk masuk ke ruangan lain dekat kafe itu.


Mengetahui hal itu Sayemi yang tidak tahu si kasir merupakan sekutu dari Orang itu sebelumnya akhirnya mengikuti si kasir ke dalam ruangan lainnya.


Sekarang Wish dan Sayemi berada di ruangan yang ditunjukkan oleh si kasir tadi,si kasir didalam ruangan itu memberitahukan bahwa dia berada di pihak Wish dan Sayemi karena dia sudah disewa oleh Diyo.


Kaget akan hal itu Wish bertanya apakah Diyo sudah memprediksi situasi mereka ini,Sayemi yang sudah mengetahui kejeniusan dari Diyo sejak lama mengiyaka(membenarkan) pertanyaan dari Wish itu.


Si kasir yang ternyata dulunya adalah seorang dokter langsung mengambil peralatannya yang ada diruangan itu kemudian mengobati luka tembak yang diderita oleh Wish.


Namun tidak berselang lama itu pintu ruangan mereka terbuka Wish,Sayemi dan si kasir melihat sosok baru yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.


Sosok berjubah serba hitam itu mengeluarkan katana dipinggannya dan langsung masuk serta menutup pintu ruangan itu rapat-rapat.


Menyadari sosok itu berniat untuk membunuh mereka bertiga(Wish,Sayemi dan si kasir) langsung melakukan perlawanan terhadap sosok itu.


Beralih ke Diyo yang baru saja menyelesaikkan perampokkan yang terjadi di bank tadi akhirnya tiba di lokasi pembunuhan pertama.


Setelah memasuki lorong disamping kafe itu yang menuju kearah belakang Diyo melihat banyak darah di gelapnya lorong itu mengarah ke 2 ruangan.


Satu ruangan didepannya terlihat sedikit darah namun ruangan yang ada disampingnya terdapat banyak sekali darah.


Diyo yang langsung paham apa artinya ini memasuki ruangan pertama sambil menutup matanya karena tidak mau tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Membuka matanya didalam ruangan pertama itu membuat Diyo meneteskan air mata yang tidah berhenti sambil jatuh berlutut meminta maaf.


Apa yang dilihat Diyo adalah mayat dari Wish,Sayemi dan si kasir yang sudah disiksa sedemikian rupa.


Kaki terpotong-potong, tangan sudah tidak bersatu dengan tubuh dan diikat di kursi menggunakan usus yang keluar dari dalam perut.


Seperti halnya buaya yang ada didanau tenang jika ada orang memasuki danau itu maka orang itu akan dimangsa oleh si buaya sama halnya dengan situasi yang dilihat oleh Diyo saat ini.


^^^To Be Continued...^^^

__ADS_1


__ADS_2