
Susana yang begitu ribut di kota Jakarta karena polisi yang berkeliaran mengejar pembunuh kejam bernama Suradji dan sekarang jam menunjukan pukul 04.45 sore.
Refa dan kawan-kawanya yang sudah memulai rencana mereka pada jam 1 siang tadi.
Sekarang mereka dalam situasi mengejar kapal kargo yang sedang menuju ke London.
Sedangkan Diyo yang ada didalam kapal sedang dalam kondisi dimana dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kenapa banyak sekali penjaga disini?"
Ucap Diyo yang sedang di dalam kapal.
Beberapa penjaga dengan ketat menjaga yang membuatnya tidak bisa berkeliaran dengan bebas.
Tidak berselang lama dari itu penjaga yang tadinya sangat ketat tiba-tiba menjadi sangat longgar dan membuat Diyo mendapatkan kesempatan untuk maju.
"Bagus! sekarang bisa bergerak"
Dengan sedikit keraguan Diyo bergerak maju.
"Woah!!"
Teriak Diyo dengan nada kecil.
Diyo tidak sengaja menabrak seorang wanita dewasa yang tidak dikenalnya.
"Siapa kau?!"
"Tolong saya....tolong saya...."
Suara dan nafas yang dikeluarkan oleh wanita itu terlihat sangat berat seperti orang yang akan mati.
"Mbak?! mbak kenapa?! tunggu sebentar, saya akan membaringkan mbak didinding"
"Ah...tolong aku...tolong aku...saya akan dibunuh... "
Dengan cepat Diyo menggendong wanita itu ke dinding untuk beristirahat.
Wanita itu terus mengeluarkan kata-kata yang sama yang membuat Diyo menjadi tidak tega meninggalkan wanita itu disini.
"Mbak,mbak bisa mengikuti ku kan? saya akan membawa mbak keluar dari sini"
Tidak menggubris apa yang barusan Diyo katakan, wanita itu terus meminta tolong.
"Baiklah baiklah saya akan menolong mbak"
Diyo menggendong wanita itu dan mulai berjalan ke depan.
Saat sedang berjalan kedepan Diyo melihat pintu yang terhubung ke bawah kapal.
"Pintu? untuk apa pintu disini?"
Sangat penasaran dengan pintu itu Diyo menurunkan wanita itu dan membuka pintu itu secara perlahan-lahan.
Membuka pintu membuat Diyo semakin terkejut.
Melihat banyak nya wanita dewasa tidak menggunakan pakaian yang layak sedang tertidur berada dibalik pintu itu.
Tidak kuat melihat itu Diyo kembali menutup pintu itu rapat-rapat dan mulai berjalan kembali.
"Apa apan itu...menjijikkan...apa mbak ini juga tadinya berada disana?"
"Woi! siapa kau?!"
__ADS_1
Penjaga dari jauh tiba-tiba melihat Diyo.
"Sial!"
Diyo bergegas lari dari situ, namun karena Diyo yang sedang menggendong wanita dewasa membuatnya tidak bisa berlari dengan cepat.
Tidak punya pilihan lain Diyo secara perlahan menurunkan wanita itu dan mengambil pisau yang ada di pinggang nya.
"Kemarilah dengan tenang!"
Penjaga itu menambahkan kecepatannya.
Saat sudah mendekati Diyo,penjaga itu berencana untuk memukul dari depan.
Melihat itu Diyo langsung mengambil kuda-kuda bela diri taekwondo dan menghilang dari pandangan penjaga itu.
"Apa?! kemana dia?!"
Dari belakang pisau langsung menancap di tangan penjaga dan tepat mengenai titik saraf sehingga tangannya jatuh lemas tak berdaya.
"Ahkk!! pisau?!!"
Tidak memberi kesempatan pada penjaga itu Diyo langsung melilit penjaga itu hingga membuat nya pingsan.
"Ha...niatnya tidak ingin ketahuan malah ketahuan,untung dia hanya berbadan besar"
Diyo menggendong wanita itu dan kembali berjalan,namun kali ini Diyo mengambil jalan yang berbeda dari tadi.
Niatnya mengambil jalan yang berbeda untuk terhindar dari penjaga.
Diyo malah bertemu dengan beberapa penjaga di lorong penuh dengan mesin kapal.
"Sial...apa pilihan satu satunya hanya masuk secara terbuka?"
Para penjaga yang melihat Diyo langsung mengejarnya dengan cepat.
Diyo melawan 4 penjaga sambil melindungi wanita dibelakang.
Walaupun Diyo memiliki kemampuan yang tinggi dalam bela diri dan tidak takut akan musuhnya,namun karena Diyo bertarung sambil melindungi membuat Diyo kesusahan.
Tidak berselang lama dari itu Diyo yang sedang melawan 4 penjaga itu harus ditampar oleh fakta.
Karena penjaga yang sebelumnya dikalahkan oleh Diyo membawa bantuan yang banyak dari arah belakang,sehingga membuat Diyo harus melawan 10 penjaga secara bersamaan.
"Keberuntungan tidak menyertai ku ya..."
Tanpa pandang bulu Diyo menjadi liar seperti harimau yang sedang lapar untuk mengalahkan penjaga-penjaga itu.
Memakan waktu yang lama Diyo berhasil mengalahkan penjaga-penjaga itu.
"Ha...ha...ha...capeknya...memang pilihan maju secara terbuka bukan pilihan yang bagus"
Disaat Diyo sudah kecapean pintu yang ada didepan lorong tiba tiba terbuka.
"Sekarang apa lagi?"
Dari pintu itu muncul sosok yang sangat tangguh memakai baju layaknya Yakuza.
"Yakuza?"
Melihat itu Diyo terdiam sejenak.
Yakuza itu melihat Diyo yang telah mengalahkan 10 penjaga seorang diri.
__ADS_1
"Hebat juga kau bocah"
Ucap sosok itu dengan bahasa Jepang.
"Bahasa Jepang? oi oi yang benar saja, ini Yakuza asli?"
"Maju sini bocah!"
Yakuza itu memprovokasi Diyo.
Diyo paham dengan artinya tidak langsung maju melainkan mengamankan wanita itu terlebih dahulu.
"Baiklah sekarang saya bisa bergerak bebas, maju sini Yakuza!! atau kau takut ya? ayo sini dong kucing imut"
Ucap Diyo dengan nada memprovokasi kembali dalam bahasa Jepang.
Terprovokasi dengan kata-kata nya Diyo, Yakuza Itu langsung maju dengan penuh celah.
"Mati kau!!"
"Bagus dia penuh dengan celah, akan ku selesaikan ini dengan cepat"
Saat ingin mengambil kuda-kuda nya dari belakang ada yang memukul Diyo menggunakan balok kayu dengan keras.
"Bruk!!"
Suara balok kayu yang mengenai kepala Diyo.
Diyo langsung jatuh tak berdaya saat Yakuza itu sedang maju ingin memukul Diyo.
...----------------...
Matahari yang sudah mau terbenam menandakan jam sudah menunjukkan pukul 6.43 sore.
Refa, Farjan dan Budi serta polisi sudah menemukan kapal kargo itu ditengah laut yang sedang menuju ke London.
"Dapat! presdir! Farjan berhasil mendapatkan lokasi kapal nya"
"Bagus! Farjan cepat kirimkan data itu ke Siva dan anggota polisinya"
"Baik!"
Dengan bergegas Refa yang sedang manaiki kapal pencarian meminta kapten dari kapal itu untuk pergi ke lokasi kapal kargo itu.
Diikuti dengan Siva yang sudah mendapatkan data lokasi itu dari Farjan mulai menaikkan kecepatan kapal nya.
"Jangan mati Diyo! Dami!"
Lautan yang seharusnya tenang dipenuhi dengan kapal kapal pencarian dan kapal penyelamat dan semuanya merupakan anggota polisi dari Siva.
Dalam kapal pencarian yang sedang menuju ke kapal kargo Refa menelpon Siva untuk menyarankan beberapa hal.
"Pak Siva,saat sudah sampai di kapal kargo saya dan tim ku akan masuk paling akhir setelah Pak Siva masuk kedalam"
"Baiklah! tidak apa-apa!! selama ada saya semuanya akan baik-baik saja!"
"Terima kasih pak Siva"
Refa mengumpulkan Budi dan Farjan untuk mendiskusikan rencana tambahan saat sampai di kapal kargo.
Tidak terlalu berbeda dengan rencana awal namun kali ini Budi akan tetap bersama Farjan didalam kapal.
Sedangkan Refa akan masuk sendirian saat semua polisi sudah masuk ke dalam kapal kargo.
__ADS_1
Matahari terbenam bintang-bintang bersinar terang seolah-olah menandakan keberhasilan akan rencana Refa.
^^^^^^To Be Continued... ^^^^^^