
Suasana jakarta sudah mulai panas,jam menunjukan pukul 09.00 pagi.
Kapal kargo yang sudah pergi jauh sudah tidak terlihat lagi.
Refa yang tadinya pingsan akhirnya kembali terbangun.
"Woah!! Diamana pelakunya?! Diyo?! dimana kau?! dimana saya?!"
Refa yang baru saja terbangun dan belum memahami situasinya berteriak ketakutan.
Tidak lama dari itu suara pintu tiba tiba terdengar yang menandakan ada seseorang yang membukanya.
"Presdir Refa?! astaga presdir Refa, betapa khawatirnya Farjan"
"Farjan?! dimana ini sekarang?"
"Diamana? bukanya sekarang kita ada di rumah sakit..."
"Rumah sakit?!!"
Dengan cepat Refa melihat sekeliling dan berjalan jalan disekitarnya.
Refa yang semakin tidak paham dengan situasinya bergegas keluar dan berniat untuk pergi ke pelabuhan.
"Presdir Refa? presdir mau kemana?"
"Kemana? sudah jelas ke pelabuhan!"
Saat sedang ingin keluar dari ruangan itu, pintu kembali terbuka secara tiba tiba.
"Refa? sudah sadar kau ya"
Kembali binggung, Refa semakin tidak paham dengan situasinya.
"Apa yang...kenapa kau ada disini Budi?"
"Sedang apa? sedang melihat kondisi mu lah apa lagi"
Yang masuk ke ruangan itu ternyata pacar dari Sayemi, Budi.
.......
.......
.......
...----------------...
(Baiklah karena akan ada yang bertanya tanya Budi itu siapa, jadi akan dibuat catatan singkat disini)
Catatan singkat
Budi adalah teman sekelasnya Refa dan Diyo saat SMA, walaupun kurang dekat namun Budi sering membantu duo ini saat sedang kesulitan.
Lanjut ke cerita...
.......
.......
.......
...----------------...
Terdiam sejenak, Refa yang mulai memahami situasinya mulai tenang.
Tanpa berlama-lama, Refa langsung menanyakan beberapa hal terkait dengan apa yang terjadi saat di pelabuhan.
Budi melihat Refa sepanik itu mulai menjelaskan apa yang terjadi di pelabuhan tadi subuh.
"Haaa?!! Diyo naik ke kapal itu?! lalu kemana kapal itu pergi?!"
"Yo ndak tau tanya kok tanya saya, orang dia yang tiba tiba masuk ke kapal"
Memahami Diyo dalam bahaya, Refa kembali berpikir karena dua orang yang penting sedang dalam kondisi bisa mati kapan saja.
"Budi, kau bilang tadi ada teman si pelaku kan ?"
"Iya"
"Dimana dia sekarang?!"
"ya...ada di kantor polisi, kemungkinan dia sudah ada dalam sel sementara"
__ADS_1
Dengan cepat Refa menuju ke mobil untuk pegi kantor polisi dan menemui teman si pelaku itu.
Melihat itu Farjan langsung menghalangi Refa.
"Presdir Refa! Farjan yang akan membawa mobilnya,melihat kondisi presdir sedang buruk"
"Ah...iya tolong Farjan"
Farjan dengan senangnya dengan bergegas menyiapkan mobil.
"Sudah siap presdir silahkan masuk,Farjan akan dengan cepat mengantarkan presdir ke tujuan dengan selamat"
Perasaan Farjan saat itu sangat bahagia hingga sepanjang perjalanan dia terus senyum-senyum sendiri.
Setibanya di kantor polisi, Refa langsung bertanya kepada polisi di tempat itu.
"Halo pak, pak bisa saya bertemu dengan orang yang baru saja masuk tadi?"
"Orang yang masuk tadi ya? hmmm...tunggu ya saya cek di laporan dulu"
"Ahmad!"
Terdengar suara Budi dari arah belakang.
Polisi yang mendengar itu langsung melihat nama Ahmad di laporannya.
"Oh Ahmad ya? baiklah saya akan mengantarkan kalian, tolong ikut saya"
Berkat bantuan Budi prosesnya jadi mudah dan cepat.
"Terima kasih Budi"
"Kalo mau berterima kasih, berterima kasih lah pada pacar ku"
Polisi yang mengantarkan tadi menunjukan sel Ahmad yang sudah berada di depan mata mereka.
Ahmad yang melihat Refa dan Budi langsung berteriak dengan keras.
"Selamatkan teman kalian sekarang!! dia akan mati berada di kapal itu!!"
Kata-Kata dari Ahmad membuat Refa menjadi sangat khawatir dengan Diyo.
"Emang ada apa di kapal itu?! cepat jawab!"
Ucap Refa dengan khawatir
Dari penjelasan Ahmad, kapal itu adalah kapal dari Indonesia namun diberi wewenang khusus dengan menggunakan lambang lain.
Dalam kapal itu juga terdapat banyak korban lainya selain Dami dan yang menculik mereka semua adalah kakak dari Ahmad yaitu Suradji.
"Suradji kata mu?!"
Polisi, Budi dan Refa kaget mendengar nama Suradji.
Farjan yang baru saja tiba menanyakan siapa itu Suradji.
"Suradji? siapa itu? apa dia orang yang terkenal?"
"Kau tidak tau Suradji itu siapa?
Polisi bersama mereka menjelaskan siapa itu Suradji dan apa yang pernah dia lakukan.
Suradji adalah orang yang pernah membunuh 45 wanita dewasa selama 9 tahun dari tahun 1988 sampai 1997.
Suradji seharusnya sudah di hukum mati pada tahun 1998.
"Dengan kata lain Suradji adalah pembunuh yang bukan sembarang pembunuh?"
"Ya...tapi kenapa dia bisa muncul kembali? bukanya dia sudah di hukum mati?"
Polisi tadi hanya terdiam dan tidak bisa menjawab apapun.
"Kalau Suradji ini pembunuh tulen maka Diyo dan Dami dalam bahaya!!"
Mereka bertiga meninggalkan Ahmad di sel nya dan mulai pergi untuk menyelamatkan Diyo dan Dami yang dalam situasi buruk sekali.
"Buruk ini buruk sekali!!"
Dengan perasaan yang tidak jelas Refa dengan keras berpikir dan akhirnya mendapatkan rencana sementara.
"Presdir Refa tolong ikut saya, kita akan mendiskusikan hal ini dengan kepala Polisi sekitar"
"Ah...baik"
__ADS_1
Refa,Budi dan Farjan pergi mengikuti polisi untuk mendiskusikan rencana ini kepada kapolsek.
Setibanya di ruangan kapolsek, polisi tadi langsung masuk ke dalam ruanganya.
Tidak lama dari itu terdengar suara yang sangat keras dari dalam ruangan.
"Suradji katamu?!!"
"Iya pak! tahanan yang bernama Ahmad menjelaskanya begitu pak!"
"Bawa si Ahmad itu kemari! segera!!"
Dengan terberuru-buru polisi keluar dari ruangan itu dan menuju ke sel Ahmad kembali dan membiarkan pintu ruangan itu terbuka.
Refa dan kawan kawan melihat sosok yang sangat ganas dan mengintimidasi dari ruangan itu.
"Siapa kalian?!!"
Ucap orang dari ruangan itu.
"Ah! saya Refa pak! presdir dari Refa company!"
Tanpa sadar Refa bersuara keras mengikuti nada suara orang itu.
"Untuk apa presdir perusahaan makanan ada disini?!!"
Refa mendengar itu langsung menjelaskan situasi yang ada di pelabuhan tadi subuh tapi tidak menyebutkan nama Diyo dan meminta orang itu untuk ikut mendiskusikan rencana mereka.
"Ho ho! saya mengerti!! masuk dan duduklah didalam!"
Secara cepat Refa dan kawan kawan mengikuti kata-kata dari orang itu dan duduk di dalam.
Didalam ruangan orang itu memperkenalkan dirinya sebagai Siva,kapolsek di daerah sini.
"Jadi?! apa kalian sudah punya rencana?!"
"Soal itu pak...saya sudah punya rencana nya..namun saya kurang yakin akan rencana ini"
Refa menjelaskan rencana mereka kepada Siva dengan detailnya.
Dalam rencana Refa, mereka berencana untuk pergi mengikuti kapal kargo itu dan menggunakan polisi untuk menggerebek Suradji yang ada didalam kapal.
Sedangkan Refa akan mengikuti polisi dari belakang dan mencari Diyo dan Dami.
Budi akan berjaga di luar dengan polisi lainya.
Farjan yang punya pengalaman ngehack akan ngehacking kapal dan membuat mesin kapal tidak dapat beroperasi.
"Hmmmm!!...bagus!! rencana ini akan kita pakai!!
"Eh? bukanya rencana ini penuh dengan celah?"
"Tidak apa apa!! rencana ini akan kita pakai! dengan kekuatan ku semua rencana akan berhasil!!"
Kata-kata dari Siva membuat Refa dan kawan kawan menjadi tenang, karena mereka mendapatkan bantuan yang luar biasa.
Tidak berselang lama dari itu, pintu ruangan itu terbuka dengan keras.
"Pak! saya sudah membawa Ahmad! apa yang akan kau lakukan pak?!
"Baiklah! kita akan menanyakan lokasinya pada si Ahmad ini!!"
Ahmad mendengar itu tanpa basa-basi atau dengan iming-iming tidak mau memberi tahu lokasi kapal itu.
Malah langsung memberi tahu dimana lokasi kapal kargo itu pergi.
"London!! kapal itu pergi ke London untuk menjual para wanita yang sudah diculik!!"
Refa tidak percaya akan hal itu.
"Dengan bukti apa kita harus percaya langsung kata-kata mu?"
"Saya akan ikut dengan kalian, ikat saja tangan ku atau apa-pun itu...jika saya berbohong bunuh saja saya"
Tidak punya pilihan lain,mereka semua mau tidak mau harus percaya akan hal itu.
"Hmmm!!...baiklah! kita ikuti perkataan Ahmad!!"
Ucap Siva dengan kerasnya.
"Ha...tidak punya pilihan lain ya...andai saja Diyo ada disini..."
Pada jam 12 lewat mereka semua yang ada diruangan itu membulatkan tekad untuk mentaruhkan rencana ini.
__ADS_1
Demi Diyo dan Dami yang sedang dalam kondisi bisa mati kapanpun.
^^^To be continued...^^^