Joker The Confidence Man

Joker The Confidence Man
Bab. 7 Sang Pemenang


__ADS_3

Refa sudah mendapatkan kabar dari Dami bahwa kerja sama nya batal yang menandakan rencana untuk menghancurkan Lopetri dimulai, jam sekarang menunjukan pukul 9.12 pagi.


Untuk memulai rencana awalnya Dami akan memantau gerak gerik dari asisten keuangan Lopetri, sedangkan Farjan akan terus berada di kantor Lopetri untuk membuat peta struktur bangunan Lopetri.


Mereka berdua akan melakukan itu sampai 3 hari kedepanya, Refa akan tetap dikantornya dan memantau Dami dan Farjan dari jauh agar tidak dicurigai.


Saat sedang berkerja di kantor nya Refa tiba-tiba mendapatkan tamu yang sangat tidak asing, tamu itu adalah Sayemi.


Kedatangan Sayemi dikantor Refa adalah karena Sayemi ingin menitipkan Sayu kepada Refa dengan alasan akan pergi ke London dan menemui Diyo disana untuk memberitahu kan tentang informasi time travel yang baru saja Sayemi dapatkan tepat setelah Diyo menaiki pesawat.


......................


Catatan kecil :


Sayemi mengetahui dan mengenal Refa saat kejadian di kapal itu telah selesai, saat itu Sayemi datang ke pelabuhan untuk memeriksa keadaan dari Budi dan berniat untuk mengantarkan Budi kerumahnya.


Namun karena Budi masih memiliki urusan dengan Diyo akhirnya Sayemi ikut Refa untuk pergi pulang ke kost-kost an.


kembali ke cerita.


......................


Refa bertanya-tanya kenapa Sayemi tidak menelpon Diyo saja saat tiba di London, atau menitipkan Sayu kepada Budi saja namun Sayemi tetap memaksa ingin pergi ke London serta memberitahu kan kepada Diyo secara langsung dan Sayemi memiliki alasan tersendiri kenapa dia tidak menitipkan Sayu ke Budi.


Tidak mempunyai pilihan lain Refa akhirnya menyetujui permintaan dari Sayemi untuk menjaga Sayu saat dia sedang berada di London tapi Refa menambahkan syarat.


Syarat nya adalah Budi akan dipinjam oleh Refa untuk sementara waktu dan akan dikembalikan saat Sayemi sudah kembali ke Indonesia.


Tidak menentang hal itu Sayemi dengan cepat setuju dengan syarat itu, Sayemi akan menjemput Sayu terlebih dahulu di sekolahnya dan setelah itu akan dititipkan pada Refa.


Selagi menunggu Sayemi menjemput Sayu disekolah Refa mulai menghubungi Budi dan menjelaskan syarat yang sudah diterima oleh Sayemi, untuk memastikan hal itu Budi mengakhiri telponanya dan menghubungi Sayemi.


Mendapatkan penjelasan dari Sayemi, Budi akhirnya dengan terpaksa mengikuti syarat yang diajukan Refa,1 jam telah berlalu dan Sayemi sudah datang kembali ke kantor Refa untuk menitipkan Sayu.


"Kak,dia siapa?"


Sayu yang tidak mengenal Refa bertanya-tanya kepada Sayemi kenapa dia tidak dititipkan pada Budi dan malah dititipkan pada orang yang tidak dikenal oleh Sayu, namun Sayemi meyakinkan Sayu untuk percaya pada Refa karena Refa adalah sahabat Diyo dari masa SMA.


Mendengar Refa adalah sahabat dari Diyo membuat Sayu langsung tidak mempersalahkan hal itu lagi dan setuju kalau dia dititipkan pada Refa, karena Sayu ingin lebih mengenal Diyo dengan bertanya pada sahabatnya.


"Ah ternyata ini orang yang dimaksud Diyo..."


"Eh? paman bilang apa?

__ADS_1


"Pa..paman?! it...itu masih terlalu cepat untuk mu"


Dengan begitu Sayu dititip kepada Refa dan Sayemi akan segera pergi ke London untuk menemui Diyo.


Sayu yang akan langsung dipulangkan ke rumah Refa tidak menyetujui hal itu dan memaksa untuk berada di kantor Refa sampai Refa pulang, namun dengan alasan Refa tidak akan menceritakan tentang masa SMA Diyo kepada Sayu jika dia tidak mau pulang.


Maka dengan terpaksa Sayu pergi ke rumah Refa, setelah Sayu pergi Refa menelpon kembali Budi dan meminta nya untuk membantu dalam rencana menghancurkan Lopetri.


Mengetahui bahwa Refa akan melakukan hal yang buruk Budi tidak setuju dengan rencana menghacurkan Lopetri,tidak menyerah untuk meminta Budi membantunya Refa mengatakan bahwa Budi hanya perlu untuk tutup mulut dan tidak memberitahu tindakan dari Refa pada kepolisian.


Karena Budi sudah menerima syarat nya maka dengan terpaksa Budi akan tutup mulut dan tidak akan melaporkan setiap tindakan Refa.


"Mohon bantuannya, Budi"


Tiga hari sudah berlalu dan akhirnya peta struktur dari bangunan Lopetri dan jadwal harian asisten keuangan Lopetri sudah ada ditangan Refa, tinggal melanjutkan rencana mereka ke tahap selanjutnya.


Berdasarkan laporan dari Dami maka asisten keuangan Lopetri akan selalu berjalan-jalan di taman para pukul 8 pagi.


Pertama Refa mengajak asisten keuangan Lopetri Joe saat sedang berjalan-jalan di taman untuk pergi ke hotel yang sudah disediakan oleh Refa.


Kedua Dami akan menggoda Joe agar Joe bisa memberitahu kelemahan dari pengelola keuangan Lopetri Elie, dikarenakan wajah dan bentuk tubuh Dami berada pada tingkat artist terkenal maka hal itu sangat mudah dilakukanya.


Kelemahan dari Elie adalah pisau jika dia diancam dengan serius menggunakan pisau maka dia akan memberitahukan semuanya karena Elie lebih mementingkan dirinya sendiri daripada perusahaan.


Ketiga setelah menangkap Elie,Farjan akan menginterogasi Elie menggunakan pisau ditanganya untuk mendapatkan informasi apakah Lopetri memiliki dokumen tentang uang illegal.


Ke empat sebagai puncaknya Refa akan pergi menemui Natan dan berbincang tentang bisnis saat Refa sedang berbincang dengan Natan, Farjan akan mengambil uang illegal yang ada dibrankas bersama Elie sedangkan Dami akan mengambil dokumen tentang pasukan uang illegal bersama Joe.


Setelah Farjan sudah mengambil uangnya tiba-tiba Elie langsung mengambil pistol dari sakunya dan mengancam Farjan yang tanganya sedang penuh dengan uang yang dia ambil.


Elie yang sedang mengancam Farjan membawanya ke ruangan presdir Natan dan membuat Refa terkejut.


"Farjan?!"


"Maafkan aku presdir Refa"


Rencana yang sudah berjalan dengan baik akhirnya hancur hanya dengan satu kesalahan.


Presdir Natan langsung tertawa terbahak-bahak karena melihat Refa yang begitu menyedihkan,melihat itu Farjan dengan keras memarahi presdir Natan namun presdir Natan membalasnya dengan berkata perbuatan Refa lebih buruk dan mengatakan rencana Refa sangatlah gampang untuk ditebak.


Tanpa basa basi Natan membawa Refa dan Farjan ke kantor polisi sekitar serta membawa barang bukti berupa(berwujud) rekaman cctv Farjan yang sedang mengambil uang di brankas Lopetri.


Dalam perjalanan Natan membuktikan rencana Refa yang begitu bodoh dan mudah ditebak serta menjelekkan nama Refa didepan Farjan.

__ADS_1


Tidak menerima Refa dijelekin Farjan dengan keras memberontak dan kembali menjelekkan presdir Natan serta Elie, karena itu Farjan langsung di pukul dibagian belakang kepala oleh Natan yang membuat Farjan pingsan.


Saat Farjan pingsan Elie yang melihat pesona dari Farjan membuat nya tidak terkontrol(fokus) dan meminta presdir Natan untuk membuatnya mencicipi sedikit dari tubuh Farjan.


Tidak menolak hal itu presdir Natan langsung menyetujui permintaan dari Elie,mobil langsung berhenti dan Elie membawa Farjan ke hotel terdekat.


Refa yang melihat itu semakin marah terhadap Natan dan Elie serta berjanji akan menghancurkan mereka hari itu juga.


Mendengar omong kosong dari Refa, Natan kembali tertawa terbahak-bahak di dalam mobil.


Mobil kini dikendarai oleh Natan sedang menuju kantor polisi terdekat.


Sesampainya di kantor polisi bukanya Refa yang ditangkap malah Natan lah yang ditangkap.


Dami dan Budi juga ada disana bersama para polisi.


Natan yang kebingungan langsung memberontak dan memberitahu kan kepada polisi bahwa Refa lah yang salah dan Natan juga memberitahu kan rencana dari Refa serta bukti rekaman cctv yang dia bawa tadi.


"Kau masih saja tidak sadar ya? presdir Natan"


"Sadar?! Sadar apa?!"


Refa menjelaskan pada Natan bahwa kejadian tadi juga merupakan rencana dari Refa tapi Farjan yang dibawa ke hotel diluar dari rencananya.


Ternyata saat Dami mengambil dokumen uang illegal bersama Joe yang merupakan rencana dari Natan, Dami tidak benar-benar mengambil dokumen itu bersama Joe melainkan Dami mengikatnya di ruangan dokumen itu.


Refa juga sudah mengetahui dan menebak rencana dari Natan karena mereka dengan mudahnya mengajak Joe dan mengancam Elie dengan jarak waktu yang dekat saat itulah Refa curiga dan menebak rencana dari Natan.


Setelah Dami mengambil semua dokumen yang ada di ruangan dokumen, Dami membawanya kekantor polisi dan bertemu Budi disana yang membuat Dami menjelaskan kepada polisi menjadi lebih mudah.


Menyadari tidak memiliki waktu yang banyak Refa dengan cepat menaiki mobil dan pergi kembali ke hotel tempat Farjan dibawa oleh Elie.


Polisi juga mengikuti Refa karena Refa mengatakan sekutu dari Natan ada di hotel dekat daerah itu.


Sesampainya dihotel dengan cepat Refa memasuki hotel nya dan menanyakan pada resepsionis nya dimana kamar yang baru saja dipesan, karena melihat polisi dibelakang Refa resepsionis itu langsung memberitahu kan kamarnya.


Membuka kamar dimana Farjan berada, Refa terbuat lega karena Farjan sedang memberontak pada Elie dan masih mengenakan pakaian walaupun sudah setengahnya terbuka.


Elie langsung terkejut melihat banyak polisi didepan pintu kamar, para polisi langsung menangkap Elie di kamar itu dan Refa dengan cepat membuka jaket nya dan memakaikanya pada Farjan.


Sudah 1 hari berlalu sejak kejadian tadi terjadi dan sekarang perusahaan Lopetri sudah hancur sampai inti sarinya, sedangkan Refa Company semakin merajalela di bidang kuliner sebagai perusahaan makanan terbesar di Indonesia.


Sejak saat itu Farjan semakin menggoda Refa saat sedang berkeja maupun saat sedang istirahat.

__ADS_1


Pada 16 September 2022,Sayemi yang telah tiba di London sejak 3 hari yang lalu sedang mencari keberadaan dari Diyo di London.


^^^To Be Continued... ^^^


__ADS_2