Joker The Confidence Man

Joker The Confidence Man
Bab. 10 Kakak Dan Adik


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 7 malam Diyo dan Kaye masih saja belum mendapakan pelaku utama,petunjuk juga tidak ditemukan oleh mereka berdua.


Karena sudah malam Kaye berniat untuk melanjutkan pencarianya besok,berbeda dengan Diyo yang masih mencari pelaku utamanya.


"Diyo,mau makan? saya yang traktir"


Ternyata Diyo tidak makan dari pagi sampai malam ini karena sibuk mencari pelaku utamanya dan petunjuk-petunjuk.


Mendengar Kaye akan mentraktir nya Diyo sangat senang dan tanpa basa basi menerima ajakan dari Kaye.


Kaye membawa Diyo ke Coh D'Argento restoran terkenal di London,saat tiba disana Kaye meminta atau lebih tepatnya menyuruh Diyo untuk memesan makanan yang bisa membuatnya kenyang.


Karena Kaye sangat tidak suka jika ada yang kelaparan seperti pepatah yang berkata "Seseorang tidak bisa berpikir dengan baik jika belum makan dengan baik"


Mendengar kata-kata itu dari Kaye dengan ekspresi yang seris membuat Diyo terkekeh(tertawa kecil).


Dengan begitu dimalam hari pukul 7 malam lewat sedikit Diyo menikmati makanan Tartare de chevreuil(Daging rusa tartare dengan kuning telur yang ada diatasnya) bersama Kaye yang memesan wine.


Beralih ke Refa yang ada di Jakarta,Refa yang sudah menceritakan cerita masa-masa SMA Diyo kepada Sayu membuatnya senang.


Namun Sayu menganggap cerita dari Refa tentang masa SMA Diyo belum semuanya dan ada beberapa hal yang disembunyikan.


Karena Sayu sangat peka jika ada yang disembunyikan darinya maka dari itu Sayu tiap hari pergi ke sekolah lama Diyo untuk memastikan kebenaran dari cerita Refa tentang masa SMA Diyo.


Itu juga dilakukan Sayu sampai malam hari atau saat jam pulang Refa dari kantornya,namun kali ini saat Refa pulang ke rumahnya Refa tidak melihat keberadaanya dari Sayu yang membuatnya sangat panik dan menelpon Sayu secara cepat.


Untungnya Sayu masih mengangkat telponan dari Refa yang menandakan Sayu masih aman,mengetahui Sayu ada disekolah lama mereka berdua(Diyo dan Refa).


Refa langsung menyuruh Sayu untuk pulang segera karena cewek sekolahan diluar saat malam hari itu sangat berbahaya.


Sayu yang mendengar itu hanya mengatakan.


"Saya Orang Saya!"(Saya adalah saya)


Dengan cuman kata depan yang bernada keras sambil melanjutkan kata-katanya dengan nada biasa.


"Jangan menyuruhku seenaknya saya sudah SMA juga loh"

__ADS_1


Mendengar Sayu yang mengatakan itu membuat Refa marah dan kembali menyuruh Sayu untuk pulang namun kali ini suara dari Refa lebih besar.


Tiba-tiba telponan dari Sayu langsung terputus Refa yang sudah tidak peduli lagi langsung pergi ke kamarnya untuk tidur.


Ke-esokan harinya pada tanggal 21 September 2022 jam menunjukan pukul 5 pagi.


Refa masih tidak melihat keberadaan dari Sayu membuatnya kembali panik Refa bergegas pergi ke sekolah lamanya karena disitu lah keberadaan Sayu terakhir kalinya.


Tidak menemukan Sayu disana membuat Refa semakin panik takut jika Diyo tahu akan hal ini Refa langsung menghubungi Dami dan Farjan untuk membantunya mencari Sayu yang sekarang keberadaanya tidak diketahui.


Dami dan Farjan yang juga takut akan Diyo jika dia marah (Karena Diyo berhasil mengalahkan Suradji sendiri di keadaan yang tidak mendukung,itu juga menandakan bahwa Diyo memiliki keterampilan yang sangat mahir dalam bela diri) tanpa berpikir panjang mencari keberadaan dari Sayu.


Dami yang binggung kenapa Refa tahu keberadaan dari Sayu sebelum menghilang menanyakan hal itu pada Refa,Refa menjawab dengan polosnya seperti anak-anak yang tidak punya salah.


Mendengar Sayu mengatakan "Saya Orang Saya" dengan cuman kata depan yang bernada keras.


Dami menyadari bahwa itu adalah sebuah kode SOS yang ingin disampaikanya pada Refa namun Refa tidak menyadarinya.


Menyesal tidak sadar kode SOS dari Sayu tadi malam sekarang Refa langsung berpikir dengan keras cara agar Sayu bisa ditemukan.


Kaye yang sudah dari pagi-pagi buta mencari kembali pelaku utamanya masih saja dengan hasil yang nihil(tidak ada).


Membuatnya semakin bersemangat karena Kaye sangat suka menangkap penjahat yang susah untuk ditangkap,menurutnya itu akan menjadi pretasi yang besar.


Tiba-tiba ada surat yang datang dari kantor kepolisian surat itu ternyata dari si pelaku utama itu,isi surat itu adalah foto korban yang pelaku itu bunuh saat Kaye dan Diyo sudah tidur.


Mengetahui pelaku utama membunuh lagi membuat Kaye semakin bersemangat,Kaye yang sedang melihat foto dari isi surat itu Kaye menyadari sesuatu dari foto itu.


Foto itu difoto didalam rumah sakit dimana dalam rumah sakit itu ada Sayemi yang masih tidak sadarkan diri karena tertembak oleh Desha di big ben 3 hari yang lalu.


Mengetahui hal itu Kaye langsung bergegas ke rumah sakit itu dan benar saja ditemukan mayat orang disana sama persis(mirip sekali) dengan foto yang dikirim oleh si pelaku.


Kaye melaporkan hal itu ke kantor dan meminta pembersih mayat juga datang untuk mengangkat mayat yang tergeletak(terkapar) dilantai rumah sakit itu,sedangkan Kaye akan memeriksa kondisi dari Sayemi.


Saat sampai diruanganya Sayemi membuat Kaye terkejut karena si pelaku juga menusukan pisau tepat di luka tembak nya.


Kaye yang menyadari Sayemi masih bernapas langsung memanggil dokter dan suster untuk segera melakukan operasi kepada Sayemi.

__ADS_1


Dokter bedah langsung membawa Sayemi ke ruangan operasi untuk segera menyelamatkan Sayemi yang sudah sekarat itu,Kaye yang melihat semua itu semakin tidak bisa memaafkan pelaku utamanya dan ingin segera menangkapnya.


Asisten dari Kaye yang baru saja kembali dari Australia membuat Kaye kaget lagi,asisten dari Kaye itu langsung menanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi di London.


Menjawab pertanyaan dari asistenya dengan jujur dan lengkap tidak lupa juga memberitahukan sosok Diyo yang begitu jenius.


Asisten dari Kaye yang mengetahui ada sosok orang seperti itu membuatnya ingin bertemu dengan Diyo,akhirnya mereka Kaye dan asistenya pergi ke hotel dimana ada Diyo disana.


Diyo yang masih belum mengetahui siapa pelaku utamanya ingin menjernihkan pikiranya dengan berjalan-jalan diluar.


Namun saat baru saja keluar dari kamar hotelnya Diyo menemukan surat didepan pintunya.


Membuka surat itu membuat Diyo memukul dinding hotel sampai hancur kecil karena amarah yang begitu besar saat dia membaca surat itu.


Dalam surat itu terdapat foto Sayu yang sedang dikurung dalam ruangan gelap dalam keadaan kaki tanganya diikat erat dan tertulis.


"Jika kau tidak segera menyerahkan diri mu maka cewek ini akan kubunuh,akan kutunggu balasan yang bagus darimu dalam 1 minggu"


Tidak lama dari itu Kaye dan asistenya mendatangi Diyo yang sedang berada diluar hotel dengan ekspersi yang sangat menakutkan seperti iblis keluar dari neraka.


Melihat ekspresi marah dari Diyo membuat Kaye tidak bisa berjalan dan membiarkan asistenya yang bertemu dengan Diyo.


Asisten dari Kaye itu bertemu dengan Diyo dan langsung memperkenalkan dirinya sebagai Jhon.


Diyo yang tidak peduli akan hal itu langsung berjalan ke arah Kaye,namun langkah Diyo terhenti seketika saat asisten dari Kaye berteriak kecil tentang kondisi dari Sayemi yang sekarat.


Mendengar hal itu membuat amarah Diyo tidak bisa dikendalikanya dan berniat untuk memukul dengan keras pada Jhon,melihat Diyo yang ingin memukul Jhon.


Kaye langsung menahan Diyo dengan memeluknya dengan sangat erat.


"Tenangkan pikiran mu Diyo!!"


Jhon langsung menyetrum Diyo menggunakan stun gun dan membuat Diyo pingsan,Diyo langsung dibawa ke rumah sakit yang jauh dari Sayemi untuk Diyo bisa menenangkan dirinya.


Dengan begitu pada jam 7 pagi,Sayemi dan Sayu kedua bersaudara ini sedang dalam keadaan yang memungkinkan mereka berdua mati kapan saja.


^^^To be Continued... ^^^

__ADS_1


__ADS_2