Joker The Confidence Man

Joker The Confidence Man
Bab. 4 Mawar Yang Kalah


__ADS_3

Malam yang begitu teduh namun mematikan,jam menunjukan pukul 07.10 malam.


Para polisi sudah sampai dikapal kargo yang didalam nya ada Dami,Diyo dan penjahat utama Suradji.


Tanpa menunggu hal-hal yang tidak penting,Siva langsung memberi aba-aba masuk untuk menggerebek kapal kargo itu.


"Masuk!!


Dengan memprioritaskan sandera para polisi masuk secara cepat.


Refa yang sedang menunggu polisi masuk duluan,sedang mempersiapkan beberapa alat bertahan,Refa membawa pisau,tali dan uang palsu.


Melihat itu Farjan bertanya kepada Refa kenapa membawa banyak uang palsu,tapi Refa tidak menjawab pertanyaan dari Farjan yang membuat Farjan semakin kesal dengan perilaku Refa.


Tidak berselang lama dari itu Siva tiba tiba datang menghampiri Refa yang ada di kapal pencarian,tidak mengetahui niat asli dari Refa,Siva bertanya kepada Refa kenapa dia sangat ingin masuk saat polisi sudah tidak ada di kapaln pencarian.


Refa menjawabnya pertanyaan dari Siva dengan santainya seolah-olah itu adalah hal yang tidak penting.


"Karena saya takut dengan Suradji"


Mendengar itu Siva mau tidak mau terpaksa percaya dengan perkataan Refa yang penuh dengan kebohongan.


Siva akhirnya masuk ke dalam kapal kargo itu dan menyisakan Refa dan kawan kawan di belakang.


"Budi tolong jaga Farjan"


Di kapal pencarian sekarang hanya tersisa Budi dan Farjan yang ada didalamnya.


Alih alih mengikuti Siva dari belakang Refa malah berjalan mengambil jalan yang berbeda dari para polisi,tidak mengerti dengan perilaku Refa.


Farjan mengikuti Refa dari belakang Budi berusaha menghentikan tindakan Farjan itu namun gagal dan berakhir mengikuti Farjan.


Kembali ke kondisi Diyo yang saat ini berada di kemudi kapal kargo itu.


Diyo yang sudah kembali siuman setelah pingsan tadi,malah terikat dengan erat dibagian tangannya dan tidak bisa melihat apapun seperti sedang ditutupi oleh kain hitam yang pekat.


Tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras memangil Diyo dengan sebutan bocah Diyo yang sadar itu adalah Yakuza tadi mulai berbicara dengan bahasa jepang dengan niat memprovokasi si Yakuza itu agar bisa satu lawan satu denganya yang akan membuat ikatan dimata dan ditangan Diyo akan dibuka.


Mendengar kata-kata provokasi dari Diyo membuat Yakuza itu dengan keras meminta sosok yang tidak diketahui Diyo untuk melawan Diyo satu lawan satu dengan mata terbuka.


Sosok itu tidak mengizinkan Yakuza itu untuk melawan Diyo dengan mata terbuka dan malah membuat persetujuan lain yaitu,Yakuza itu akan melawan satu lawan satu dengan Diyo dengan mata tertutup sosok itu juga menambahkan hadiah jika Diyo bisa menang.


Hadiahnya adalah Diyo akan dibebaskan secara aman dan akan dikirim ke Jakarta kembali dengan selamat,mendengar itu Diyo terdiam sejenak untuk memikirkan rencana untuk mengalahkan Yakuza itu dengan mata tertutup tapi jika Diyo melarikan diri maka Diyo akan menjadi tubuh tanpa jiwa.

__ADS_1


Tidak menemukan cara menang DIyo kembali membuat persetejuan lain dengan sosok itu,persetujuan Diyo tidak jauh dari persetujuan sosok itu tapi Diyo menambahkan satu hal yaitu,Diyo diizinkan menggunakan pisau.


"Pisau? baiklah tidak apa apa"


Sosok itu setuju dengan persetujuan yang diajukan Diyo,terdiam kembali Diyo telah mendapatkan rencana untuk menang.


Yakuza itu bersiap-siap dengan niat untuk menghancurkan Diyo,sosok itu mendekati Diyo dan melepaskan ikatan di tangan Diyo diiringi dengan sosok itu memberikan piasu dapur yang tidak tajam kepada Diyo.


Sadar akan hal itu Diyo menanyakan kepada sosok itu kenapa pisau yang diberikanya pisau yang tumpul,sosok itu menjawabnya dengan tertawa.


"Ya...karena dari persetujuan mu pisau nya tidak harus tajam kan?"


Diyo sadar sosok itu tidak benar-benar ingin membawa pulang Diyo dengan selamat dan aman,tidak punya pilihan lain Diyo tidak bisa mundur dari perkataanya sendiri.


Bersiap-siap melawan Yakuza itu Diyo dengan mata tertutup hanya berdiam,melihat itu membuat Yakuza yang sudah marah semakin marah dengan perilaku aneh Diyo dan membuatnya dengan cepat menuju kearah Diyo yang dikiranya lengah dan penuh celah.


Saat Yakuza itu sudah mendekati Diyo dengan cepat muncul tendangan dari bawah,menyadari hal itu Yakuza itu langsung mengambil tindakan untuk menahan tendangan cepat itu dan membalas nya dengan pukulan dari arah kiri.


"Kenapa dia bisa menyadarinya?!"


Diyo yang tidak menyadari hal itu karena mata nya tertutup langsung terlempar jauh ke kiri,Yakuza itu tidak memberikan kesempatan pada Diyo secara cepat menunju ke arah Diyo kembali dengan niat membunuh dan langsung menendang beberapa kali wajah Diyo yang sedang terkapar di lantai kapal.


Kembali mendapatkan serangan telak membuat Diyo tidak menyangka dia akan dihabisi dengan sangat cepat


Yakuza itu tetap tidak memberikan kesempatan pada Diyo untuk memikirkanya dan memukul Diyo secara beruntun yang membuat Diyo susah berpikir,dengan insting alaminya Diyo menjadi liar secara tiba-tiba.


Dengan spontan Yakuza itu langsung mundur kebelakang diiringi dengan mengambil gerakan bertahan,Diyo sudah menjadi liar itu langsung menyerang Yakuza yang sedang berdiri didepanya dengan pukulan yang sangat keras dan membuat pertahanan dari Yakuza itu terbongkar membuat Diyo mendapatkan kesempatan untuk serangan balik.


Tidak ingin kesempatan itu hilang Diyo dengan cepat memukul kembali dengan keras dari arah kiri yang membuat Yakuza itu mendapatkan serangan telak.


Tidak seperti Diyo,Yakuza itu tidak terlempar jauh seolah-olah pukulan keras dari Diyo tidak mempan namun sebenarnya pukulan Diyo tadi sangat keras sampai-sampai membuat tulang pipi Yakuza itu retak.


"Lumayan juga kau bocah"


Sosok tadi yang membuat persetujuan dengan Diyo melihat para polisi sedang berada dibagian luar kapal kargo itu,membuatnya menyuruh Yakuza itu untuk berhenti dan segera lari dari sini.


Mendengar para polisi sudah ada didalam kapal kargo membuat Yakuza itu langsung lari dan pergi dari kapal itu dengan cepat namun sebelum itu dia menanyakan nama Diyo terlebih dahulu.


"Bocah! siapa nama mu?!"


Diyo menjawab pertanyaan Yakuza itu dengan suara yang keras.


"Diyo!! nama ku Diyo! si jenius minerva!"

__ADS_1


"Diyo! akan ku ingat nama mu..."


Yakuza dan sosok itu meninggalkan ruangan kemudi dan menyisahkan Diyo ditempat,mengetahui itu Diyo langsung membuka penutup matanya dan pergi untuk mengejar sosok itu.


Kembali ke Refa yang sedang berada di bagian samping luar kapal seperti sedang menunggu sesuatu,Farjan dan Budi yang juga mengikuti Refa tadi bersembunyi agar tidak dilihat oleh Refa.


Tiba-tiba terdengar suara orang yang membuka pintu dan membuat Farjan terkejut karena orang yang membuka pintu itu adalah Dami.


Farjan secara tidak sengaja berteriak dengan keras memanggil nama Dami yang membuat Farjan dan Budi ketahuan oleh Refa.


Mengetahui mereka ketahuan Farjan dan Budi bergegas pergi dari situ,Refa yang tidak mempedulikan hal itu langsung menanyakan kepada Dami apakah Dami sudah membawa uang nya.


Dami menjawab dengan jawaban yang memuaskan Refa dengan cepat Refa memberikan perintah kepada Dami untuk mebawa uang palsu dibawa Refa untuk ditempatkan di tempat uang yang Dami ambil.


Mengikuti perintah itu Dami kenmbali masuk kedalam dan berniat menempatkan uang palsu itu ketempat dimana dia mengambil uang tadi,namun dalam perjalanan secara tiba-tiba dia bertemu dengan sosok yang lari tadi.


Sosok itu langsung mengeluarkan pisau tajam dari pinggang nya dan mengancam Dami untuk memberikan uang itu kepada nya,Dami yang tau itu uang palsu secara sukarela memberikan uang itu kepada sosok itu.


Kembali berlari sosok itu lari ke arah yang berbeda dari Dami,tidak lama dari itu Diyo yang sedang mengejar sosok itu bertemu dengan Dami yang berdiam,Diyo tanpa basa-basi langsung menanyakan apakah Dami melihat sosok yang baru saja lewat sini.


Dami menjawab Diyo dengan jujur yang membuat Diyo berterima kasih kepada Dami dan melanjutakan mengejar sosok itu dengan menambahkan kecepatan larinya.


Para polisi yang sudah berkeliaran di tempat itu menemukan Yakuza yang sedang berlari-lari,melihat itu Siva memberikan perintah kepada anggota nya untuk menelusuri tempat ini dengan seksama sedangkan dia akan mengejar Yakuza itu.


Mengetahui dia sedang diikuti polisi Yakuza itu lari kearah luar kapal dan menunggu polisi itu di luar,saat Siva membuka pintu keluar dengan cepat muncul pukulan dari arah kanan tapi Siva yang menyadari itu langsung menahan pukulan itu dan memabalikanya dengan pukulan keras dari arah kiri.


Namun pukulan Siva juga ditahan oleh Yakuza itu yang membuat kedua tangan mereka sedang beradu kekuatan,tidak sekuat Yakuza itu Siva harus terdorong kearah laut dan membuatnya dalam kondisi yang tidak menguntungkan.


"Sial!! mundur kau yakuza sialan!"


Tidak mengerti dengan bahasa Siva,Yakuza itu kembali mendorong Siva dengan kuatnya.


Dengan menguatkan seluruh otot-otot nya Siva akhirnya terhindar dari kondisi buruknya namun saat Siva terhindar dari kondisi buruk itu tiba-tiba dia mendegar kata-kata yang tidak masuk akal disituasi itu.


"Mati!"


Kata-kata itu ternyata keluar dari mulut Yakuza itu dan seketika Siva yang masih berdiri tadi langsung terjatuh tidak berdaya seperti orang mati.


"Harusnya saya melakuakan ini dari tadi"


Yakuza itu akhrinya berhasil kabur dari para polisi yang sedang menyelidiki kapal itu,sedangkan Siva terbaring saja dilantai kapal.


Dalam malam yang disinari oleh sinar bulan yang sangat terang,Siva meninggal didalam kapal kargo itu saat sedang mengejar seoarang Yakuza yang tidak dikenal para polisi yang tidak mengetahui itu masih menyelidiki bagian dalam kapal dengan seksama,sedangkan Diyo mengejar sosok itu dari belakang dan Refa sudah bertemu kembali dengan Dami namun mereka berdua masih sangat misterius.

__ADS_1


^^^To Be Continued...^^^


__ADS_2