
"Assalamualaikum,," salam keluarga Pramono saat masuk kedalam rumah ibu nya yang lumayan mewah.
"wa'alaikumussalam,," sambutan serempak dari penghuni rumah.
"kamu sudah sampai nak" menyambut putra nya saat Pramono masuk kedalam dan mencium punggung tangan ibunya Marini. di ikuti oleh Mayangsari dan Yolanda.
"Yolanda,,sini sayang," panggil marini kepada cucu perempuannya yang saat itu hendak duduk lesehan bersama saudara sepupu yang lain.
Yolanda segera menghampiri neneknya yang memberikan tempat sambil menepuk sofa disebelahnya duduk.
"ada apa nek?" tanya Yola lembut setelah duduk disamping neneknya.
"bagaimana kabar mu nak"? tanya nenek memulai obrolan.
"Alhamdulillah,,Yola sehat nek"
"syukurlah,,kapan kamu memperkenalkan cucu menantu untuk nenek mu ini Hem"?
__ADS_1
"ayolah nek,,Yola masih betah dan happy dengan kesendirian ini nek", ucapnya manja dan juga malas tentunya.
"nenek sudah tua Yola,,nenek ingin sebelum menutup mata nenek melihat kamu menikah."
"nenek ngomong apa sih, entar kalau sudah waktunya, Yola pasti akan nikah juga kok"
"heleh,,bilang aja kamu ga laku aja, kok banyak alesan segala," sarkas Tante Rumi. adik dari ayahnya.
"CK,," Yola memutar bola matanya jengah.
"Tante sirik aja sih,,sempet sempet nya ngurusin hidup yola, Sampek ga sadar anaknya juga butuh di urusin" ketus Yola mulai membalas ucapan Rumi.
"kamu,,apa maksudnya?" berang Rumi tidak terima.
"Tante pikir aja sendiri," ucapnya kesal sambil berlalu menuju dapur untuk mengambil air minum.
"dasar anak itu, tidak ada sopan sopan nya" kesal Rumi sambil melirik Mayangsari.
__ADS_1
Merasa dilirik oleh Rumi, Mayangsari pun tidak tinggal diam.
"makannya kalau punya mulut di filter dikit lah,,jangan asala bunyi" ketus Mayang.
"huuh,,anak sama ibu sama aja, ga ada sopan nya," gerutu Rumi lagi.
"sudah,,sudah,,ayo kita makan aja," ucap nenek marini melerai anak dan menantunya yang sudah mulai memanas.
Rumi dan Mayang memang dari dulu tidak pernah akur, pasalnya Rumi selalu kalah saing, dari mulai wajah Mayang yang ayu dan manis, juga kulitnya yang putih dan bersih, dan itu menurun kepada putrinya Yolanda, hanya wajah wajahnya Yola mirip dengan ayahnya Pramono yang memiliki wajah cukup tampan, sedan Yolanda sendiri terlihat cantik dan manis, dengan hidung kecil dan mancung seperti ibu nya.
Terlebih lagi anak Rumi tidak secantik Yola dan sekarang putrinya Priska Sudah menikah, dan putri keduanya Dona masih kuliah.
Rumi merasa menang saat putri pertamanya di nikahi oleh seorang manager di sebuah perusahaan, tapi itu tidak berlangsung lama, karena setelah menikah Priska mengalami kdrt dari suaminya, yang secara tak sengaja ketahuan selingkuh, huuu,,sungguh miris kehidupan rumah tangga Priska.
Hal itulah yang menjadi pertimbangan Yola untuk menikah cepat,,untuk apa menikah terburu-buru, menikah itu bukan ajang lomba lari, siapa yang lebih dulu, tapi sebuah komitmen siapa yang bisa bertahan.Yola sangat menikmati status jomblonya, meski terkadang merasa iri dengan Teman sebayanya, yang sudah berkeluarga terlebih mereka sudah memilik malaikat kecil yang sangat menggemaskan, seperti sahabat nya Jeni dan Fika.
Mereka bersahabat cukup lama dari masa sekolah SMA, dan yang pertama menikah adalah Jeni, dan disusul oleh Fika, dan jangan tanya kenapa Yola belum,, jawabannya sudah pasti belum siap untuk berkomitmen, Yola masih ingin menikmati kesendirian nya, yang bebas kesana kemari tanpa meminta izin terlebih dahulu yang pasti sangat merepotkan.
__ADS_1