Jomblo Happy Bertemu Jodoh

Jomblo Happy Bertemu Jodoh
BAB 13


__ADS_3

Yola sampai dikamarnya, segera ia menutup pintunya dan menguncinya, Danny yang sudah bangun, hanya melihat apa yang tengah di lakukan oleh Yola. saat membalikkan badannya, Yola terperanjat melihat Danny sudah terbangun menatap nya dengan tanda tanya.


Upss,,Yola lupa kalau dia sudah menikah, bukan kah tadi mama menyuruhnya untuk melayani suaminya, menyiapkan kebutuhannya, dan ini teh juga buat Danny bukan, bagaimana sih Yola sampai lupa begitu.


"ngapain kamu lihat aku seperti itu?" tanya nya menutupi keterkejutannya tadi.


"aku yang harusnya tanya kayak gitu, ngapain kamu berdiri disitu kayak


lagi lihat hantu aja, pakai kaget segala"


"hah,,," iya ya Yola hampir lupa,,tu kan penyakit lupa Yola mendadak kambuh.


"ga ada kok, nih teh suruh mama kasihkan kamu" meletakkan sgelas teh di atas nakas.


"makasih sayang" ucapnya senang melihat teh yang baru dilihatnya di atas nakas.


"huek,,,lebay" kesal Yola mendengar ucapan Danny.


Danny hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya itu, bangun tidur sudah disuguhi pemandangan yang sangat menggemaskan, ahhh indahnya hidup Danny setelah bertemu dengan Yola.


Yola meninggalkan Danny yang masih senyum-senyum ga jelas, menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Saat Yola masih berada di kamar mandi, tak lama handphone Yola berdering, Danny yang mulanya cuek tak perduli, akhirnya penasaran juga siapa yang menelepon istrinya pagi buta begini.


terlihat di layar handphone yang berkelip sebuah panggilan grup Empat Serangkai,


"sayang,, handphone mu berdering, ada panggilan Vidio masuk" teriak Danny di depan pintu kamar mandi.


"siapa?" tanya balik Yola yang masih di dalam kamar mandi.


"dari grup Empat Serangkai" ucap nya lagi keras.


"jawab aja mas, bilang aku lagi mandi, suruh tunggu bentar, nanggung nih" balas Yola lagi tak kalah keras, hadeh sepasang suami istri ini masih pagi sudah teriak-teriak, beruntung penghuni rumah hanya ada mereka dan dua orang tua Yola saja, dan kedua orang tua Yola sudah biasa dengan suara Yola yang cempreng itu.


akhirnya Danny menjawab panggilan video tersebut, tampak di layar wajah-wajah wanita yang masih muka bantal, dan mereka belum menyadari siapa yang menjawab panggilan video tersebut.


Nadira: " lama amat sih beb, jawabnya" terlihat kesal.


Fika: " iya nih, ga tau kita lagi sibuk apa ya"


"Jeni: " emangnya kalian lagi sibuk apa sih,,hari libur juga"

__ADS_1


Nadira: " sibuk lah sama kabar berita yang baru di dengar hari ini"


Fika & Jeni :" emang berita apa sih beb?" tanya mereka serempak tentunya penasaran.


Nadira :" noh si bontot Uda kawin ga bilang-bilang" ucapnya dengan nada kesal.


Fika & Jeni :" hah,,serius" ucapnya serempak lagi.


Nadira :" mana nih si bontot kok ga nongol-nongol " semakin kesal.


Danny memperlihatkan wajahnya,


"Yola nya sedang mandi, tunggu sebentar, dia akan segera selesai mandi.


Tampak Nadira , Jeni juga Fika terkejut melihat wajah Danny yang muncul dilayar handphone mereka,


Nadira :" eh,,ini gue ga salah nomorkan" ucapnya bingung takut salah nomor.


Jeni :" gila Lo,,ini kan panggilan grup, ya ga salah lah,,gimana sih"


Nadira :" lah terus tu laki siapa?"


Danny : " saya suami Yolanda, hai salam kenal" ucap Danny ramah.


Danny hanya tersenyum tanpa berniat menjawab ucapan Nadira.


Tak lama Yola selesai mandi, dan masih mengenakan jubah mandinya dia menghampiri Danny dan merebut handphone nya kembali.


"aku sudah siap, silah kan mandi" ucap ya ketus.


"iya sayang,," mengedipkan sebelah matanya, dan melenggang pergi masuk kedalam kamar mandi.


Yola hanya mendengus mendengar ucapan Denny yang lebay.


Nadira " woi,,woi,,romantisannya entar lagi aja, sekarang jelasin sama kita kapan Lo nikahnya, kok ga kasih kabar sama kita, Lo masih anggap kami sahabat Lo ga sih Yol" cerocos Nadira panjang lebar menuntut penjelasan.


Yola :" satu satu kali.nanya nya beb" memutar bola matanya malas.


Jeni :" jelasin ke kita dong beb?"


Yola :" maaf ya sebelumnya, karena ga sempat ngabarin kalian semua, bukan ga ingat, tapi memang waktu nya mepet dan terburu-buru."

__ADS_1


Fika :" terburu-buru maksudnya gimana?"


Yola :" jujur sebenarnya aku tu emang belum mau nikah, tapi tu orang ngebet banget minta sama ortu ku, kan kalian tau gimana emak ku kalau ada yang datang ngelamar, senangnya minta ampun, terlebih lagi tu orang anak yang memang di idam-idamkan sama emak aku dari dulu, ya Uda emak ku langsung terima tanpa minta persetujuan aku lebih dahulu, nyebelin kan" jelasnya panjang lebar dengan wajah kesal.


Jeni :" udah lah terima aja, lagian tu laki juga cakep bener, emang sebelumnya elu Uda pernah kenal sama dia?"


Yola :" kalau kenal juga belum lama, pertama jumpa itu pun ga sengaja, kamu ingat ga NAD waktu mau jemput kamu aku telat, nah tu dia aku ga sengaja jumpa dompet dia dan aku kembalikan, dan dari situ awal kami jumpa, berlanjut ternyata dia satu komplek sama rumah aku, ya Uda semua ngalir gitu aja." jelas nya lagi.


Nadira :" eh tapi kok gue kayak familiar gitu sama wajahnya ya"


Fika :" eleh,,kalau sama cowok cakep aja lu mesti ngomong gitu, ingat tu laki Uda punya bini, dan bininya temen Lo sendiri.


Nadira :" ga gitu,, serius, gue kayak ga sing sama tu wajahnya,"


nama laki Lo siapa Yol?"


Yola :" Danny Wijaya, kenapa emang?"tanya nya penasaran.


Nadira :" kok sama ya sama nama bos gue, ga mungkin kan kebetulan"


Yola : " ga mungkin lah, dia itu satpam Nadira"


Nadira ;" masak sih?" semakin tak percaya.


Yola :" iya loh Nadira,, kamu itu, ngehalu deh masih pagi juga.


Nadira :" mungkin kali ya gue salah orang"


Fika :" udah ah,,kok bahas ga penting gitu, oh ya yol Lo ga masalah kalau kerjanya cuma satpam?"


Yola :" ya ga masalah lah, yang penting halal, apapun kerjanya yang penting dia bertanggung jawab, mau kerja apapun aku ga peduli, selagi halal, kenapa tidak" ucap nya yakin.


saat Yola berkata seperti itu, tak sengaja Danny mendengar ucapan Yola barusan, seketika hati nya menghangat, Danny merasa bahagia karena dia tidak salah memilih istri, setelah menetralkan degup jantungnya, Danny keluar kamar mandi.


ceklek,, terdengar nyaring suara pintu terbuka, sekilas Yola melihat kearah kamar mandi yang masih berdiri Danny di depan pintu sambil tersenyum menatap nya,


"busyet,,cakep bener tu laki gue " ucapnya dalam hati.melihat rambut Danny yang masih sedikit basah dengan tetesan air yang mengalir dari ujung-ujung rambutnya.


Jeni " :" ehem,,ehem,,seakan dunia milik berdua ,kita mah numpang ya Guys,," teriak Jeni cempreng membuyarkan lamunan Yola.


Yola mendengus kesal, sedangkan Fika dan Nadira tersenyum mengejek Yola,

__ADS_1


Fika :" Uda dulu ya beb,,gue mau siapin sarapan dulu buat suami tercinta juga anak-anak, lain kali kita sambung lagi, dan buat Lo Yola selamat ya semoga samawa, dan ditunggu kabar bahagia selanjutnya, calon ponakan gue" ucapnya cekikikan diakhir kalimat.


Fika, Nadira, Jeni :" Aamiin ,," serempak Meraka menjawab, dan setelah itu tertawa bersama, sementara Yola hanya mendengus kesal mendengar ucapan para sahabatnya, dan panggilan pun berakhir saat mereka semua mengucapkan salam.


__ADS_2