Jomblo Happy Bertemu Jodoh

Jomblo Happy Bertemu Jodoh
BAB 6


__ADS_3

Seminggu telah berlalu perjumpaannya dengan sahabatnya Nadira, dan selama satu Minggu itu, Yola menutup toko sembako nya, beruntung papa dan mama nya tidak begitu memaksakan Yola untuk tetap berjualan, karena mereka mengerti bagaimana hebohnya Yola dan teman-temannya kalau sudah berkumpul, bahkan yang sudah bersuami saja sampai menitipkan anak-anak mereka dengan para suami, sementara istri-istri me time bersama geng nya,,beruntung para suami Jeni dan juga Fika tidak keberatan akan hal itu.


Saat nya kembali membuka toko sembakonya dan bertemu dengan si para pembuat drama, siapa lagi kalau bukan emak-emak rempong seputaran komplek gang perumahan gading.


"emak emak rempong aku datang" seru nya saat pintu toko sudah terbuka lebar.


Dari kejauhan terlihat emak-emak komplek yang sedang berkumpul, kira-kira ngapain ya mereka pada kumpul gitu,,? ya ghibah dong apa lagi, ya ga sih..


"eh,,ibu ibu,,lihat deh itu toko Yola sudah buka kembali" tunjuknya pada sebuah bangunan ruko sederhana berlantai dua, kepada ibu ibu rempong yang asik ber ghibah ria.


"iya ya,,sudah buka, Alhamdulillah,, akhirnya buka juga tu toko" seru nya senang.


"senang banget Bu Retno lihat toko Yola buka" cetus buk Rika


"iya dong,,kan belanja tanpa uang tunai ga merepotkan," ucapnya penuh makna,


"heleh,,bilang aja mau ngutang aja buk,,buk,,pake bahasa belanja tanpa uang tunai segala " sarkas Bu Rika lagi.


"Bu Rika sirik aja,, apa bedanya saya sama Bu Rika,,sama sama suka ngutang" ucapnya sengit tak mau kalah.


"sudah ibu ibu,,,kok malah saling ngegas sih,,tegur buk RT.


"iya nih, Bu Rika duluan kok Bu RT"


"lah kok saya sih,,kan kamu yang ngebet pengen hutang di tempat Yola"


"kamu juga kan sebenarnya juga pengen ngutang" berangnya lagi.

__ADS_1


"ya ampun ibu ibu,,jangan buat keributan dong,,kalau mau belanja ya silahkan,,tapi jangan saling serang dong" lerai Bu RT lagi.


ibu ibu rempong yang lain hanya menonton menunggu siapa yang menang berdebat, apakah Bu Retno atau Bu Rika, mereka sangat penasaran, apalagi mereka tau tabiat kedua ibu-ibu yang sedang berdebat itu. mereka tidak mau mengalah meskipun tau kalau mereka salah,,hadeh,,pusing ya lihatnya,,,


Sementara di toko, Yola merasa telinga nya panas,, dan bersin-bersin,,


"ihhhh,,,siapa yang nyeritain aku sih, kok telingaku panas banget, mana bersin-bersin lagi" ucapnya sambil mengusap lembut telinganya dan mengelap ingus yang mulai meler di hidung nya karena bersin-bersin terus.


Lagi asik menggerutu, masuk seorang pemuda yang belum pernah di lihat oleh Yola sekalipun.


"assalamualaikum,," sapa nya ramah.


"wa'alaikumussalam,," Yola mendongakkan kepalanya menatap wajah seseorang yang baru datang itu.


"mau cari apa mas?" tanya nya ramah dan tersenyum.


"saya mau beli ini" balasnya ramah sambil menyerahkan secarik kertas yang berisi list belanjaan.


Dengan cekatan Yola menyiapkan pesanan belanjaan pemuda tersebut, setelah selesai Yola menghitung dan memasukan kedalam kantong plastik.


"berapa mbak_?"


"total jumlah belanjaan nya Rp 250.000 mas"


"ini Mbak" menyerahkan 3 lembaran uang pecahan seratus ribuan.


"maaf mbak sebelumnya,,kok saya merasa ga asing ya sama wajahnya mbak?" tanya nya hati-hati,

__ADS_1


"masak sih mas,,oohh,,mungkin wajah saya pasaran kali ya,,makannya terlihat familiar, " senyumnya ramah.


"ga,,bukan itu maksudnya mbak, maksud saya mbak nya mirip sama yang menemukan dompet saya waktu diterminal waktu itu" jelas nya lagi.


"ohh,,itu,,jadi mas nya pemilik dompet itu".


"loh mbak nya tau" ucapnya heran.


"iya,,saya yang menemukan dompet nya mas waktu itu, cuma karena lagi terburu-buru, saya ga sempat melihat lebih detail nya wajah mas nya" ucapnya panjang lebar.


"terimakasih ya mbak,, kebetulan sekali,,saya sudah berusaha mencari siapa orangnya, tapi karena waktu itu terminal juga sedang ramai jadi saya kesulitan mencari keberadaan mbak nya.


"sudah,, santai aja kali mas,,cuma gitu doang"


"saya mau mengucapkan terimakasih banyak mbak"


"iya terimakasih kembali,"


"saya Danny mbak"mengulurkan tangannya tanda perkenalan.


"saya Yolanda, panggil saja Yola" membalas uluran tangan Danny.


"minta nomor telepon boleh kan mbak?" memberikan handphone nya


"boleh mas" menerima handphone Danny dan mengetik nomor telepon nya.


"terimakasih banyak Yola,"

__ADS_1


"saya pulang dulu, bunda sedang menunggu belanjanya" pamitnya ramah.


"oh,,iya mas Danny,,silahkan,, terimakasih sudah berbelanja di YolaMart" balasnya ramah dan tersenyum.


__ADS_2