Jomblo Happy Bertemu Jodoh

Jomblo Happy Bertemu Jodoh
BAB 15


__ADS_3

Dikediaman rumah Jesika, tampak raut kesedihan terlukis jelas di wajah mamanya, namun Danny tidak bisa lebih lama lagi tinggal, karena pekerjaannya sudah menumpuk jika dia harus tinggal lebih lama lagi, bukan tidak percaya dengan kemampuan asistennya Reza, tapi Danny harus lebih bertanggung jawab lagi terhadap pekerjaan nya, sebagai seorang Direktur , Danny memegang tanggung jawab yang besar.


Untuk sementara waktu, Danny memang tidak memberitahu Yola tentang siapa dia sebenarnya. dia teringat akan nasehat seseorang yang pernah hadir dalam hidupnya, seorang kakek tua yang tidak sengaja menyelamatkan nyawa nya saat melakukan perjalanan bisnis keluar kota,.


Kakek itu berpesan, kelak jika ingin mendekati seorang wanita yang akan kau jadikan seorang pendamping hidup, maka jangan pernah perlihatkan kekuasaan mu, sebelum kau benar-benar yakin dengan pilihanmu itu.maka kau akan tau seberapa tulus nya perasaan nya padamu.


Dan kini Danny telah menemukan wanitanya, meskipun terkadang terlihat jutek dan cerewet, tapi ketulusan Yola tidak diragukan lagi, disaat orang lain meremehkan pekerjaan nya yang hanya sebagai satpam, tidak dengan Yola, bagi Yola apapun pekerjaan nya yang penting halal, dan tentunya dia bertanggung jawab.


"Danny apa tidak bisa kau undur satu ataupun dua hari berangkat nya?" tanya sang Mama memandang putranya.


"ga bisa ma, Danny sudah lama cuti nya, jelasnya memberikan alasan.


"mama baru merasa senang, mendapatkan seorang putri, dan belum juga mama pergi shopping bersama, kau sudah membawanya menjauh dari mama" kesal Jesi melihat putranya yang tidak mau mengerti keinginannya itu.

__ADS_1


"ayolah ma, kami nanti akan sering berkunjung jika mama nanti kangen" bujuknya kepada sang Mama.


"mama sih ga perduli, mau kamu pulang apa ga,,mama cuma mau sama Yola, menghabiskan waktu bersama, berbelanja bersama" ucap Jesi datar dan tersenyum melihat Yolanda,


Yola mengangguk angguk kan kepala nya setuju dengan ucapan sang Mama mertua.


"tu kan,, Yola aja setuju kok kalau lebih lama disini bersama mama, ya kan Yola" menatap Yola meminta dukungan.


Yola masih terus mengangguk kan kepalanya, berharap Danny menunda keberangkatan mereka.


"ya Uda deh, tapi kamu harus janji tiap bulan Yola harus pulang kampung, dengan atau tanpa kamu" tekan mamanya memandang kesal Danny.


"ga bisa gitu dong ma,,Yola harus terus sama aku, kalau pun pulang kampung ya harus sama aku dong, atau ga pulang sama sekali" ucapnya tak kalah tegas,

__ADS_1


Hadehh,,papa Wijaya pusing melihat perdebatan anak dan istrinya memperebutkan sang menantu. tapi mau bagaimana lagi, Jesi sudah cukup lama kesepian dirumah karena Wijaya sibuk bekerja, sementara Danny sendiri memiliki sebuah perusahaan yang harus dia kelola sehingga sangat sibuk, hampir tidak ada waktu untuk pulang.


"sudah sudah, mama ini bagaimana sih, Yola kan sudah menjadi istrinya Danny, jadi kemanapun Danny pergi Yola akan ikut, " ucap Wijaya menengahi perdebatan istri dan anaknya.


"papa emang the best" ucapnya senang memberikan dua jempolnya untuk sang ayah.


"huuuu,,,papa sama anak sama saja,,menyebalkan,," ucap Jesi semakin kesal karena tidak mendapatkan dukungan dari suaminya.


"sudahlah ma, kalau nanti kangen, Danny dan Yola akan datang berkunjung, kalaupun mereka belum bisa, kita nanti yang akan datang berkunjung ke tempat mereka" jelas Wijaya memberikan pengertian kepada istrinya.


"sungguh?? janji ya, kita akan sering datang kesana, karena kalau mengharapkan Danny yang datang itu Wallahu alam" ucap Jesi yang berbinar kemudian berubah sengit saat kalimatnya yang terakhir.


Wijaya hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya, melirik Danny yang terlihat kesal dengan ucapan Mama nya. sementara Yola sendiri hanya tersenyum mendengar ucapan mereka, tidak tau harus berkata apa, inginnya tetap tinggal sesuai keinginan sang Mama mertua, tapi Yola juga tidak bisa mengambil keputusan sendiri, karena sekarang dia sudah menikah, seperti ucapan papa mertua nya, kemanapun Danny pergi Yola akan ikut,

__ADS_1


Ya Uda deh pasrah aja kemana Danny membawanya, dia akan ikut, begitulah pikir Yolanda saat ini.


__ADS_2