
"bisa ga sih manggil nya ga pake sayang sayang,,geli aku dengernya tau" kesal Yola saat merebahkan tubuhnya di kasur setelah selesai menyusun pakaiannya di lemari pakaian Danny.
Entah sengaja atau memang kebetulan, dikamar Danny terdapat dua buah lemari pakaian, tapi Yola tidak mau ambil pusing soal itu, dia hanya ingin mengeluarkan keluhannya kepada Danny.
"terus kamu maunya di panggil apa?" tanyanya memandang lekat Yola.
"ya apa aja terserah, asal jangan sayang" balasnya cepat.
"oke, kalau gitu aku panggil istriku" ucapnya sambil tersenyum menatap Yola,
"issa,,apa lagi itu,," semakin terlihat kesal.
"ya terus kamu mau apa?" tanya nya bingung.
"nama aja deh" ucapnya mantab
"no,,,ga,,aku ga akan panggil itu, aku sudah nyaman dengan memanggil mu sayang, dan aku tidak akan pernah merubahnya" tegas Danny menatap Yola hangat.
"dan aku mau kamu panggil aku seperti saat kita pertama bertemu, kau tau aku sangat senang dengan panggilan itu, manis sekali" ucapnya sambil menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
sayangnya Dimata Yola justru terlihat semangkin menjengkelkan.
"ogah,, ketus menatap sengit Danny.
"kalau kamu ga mau manggil aku mas,,jangan salahkan aku bertindak lebih berani lagi, toh kamu sudah sah menjadi istriku" ucapnya terdengar mengancam.
"CK,,bisa nya cuma ngancem" kesal Yola karena tidak pernah menang jika berdebat dengan Danny.
"bagaimana? mau manggil mas atau aku cium sekarang nih" ucapnya memberikan pilihan,
"issss,,apaan sih,,iya iya,,mas,,puas" kesal Yola akhirnya menyerah dan memanggil nama Danny sesuai dengan keinginan suaminya.
"nah gitu dong, kan manis,, muach,," mencium jarak jauh dengan gerakan bibirnya dan berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
malam pertama?? oh tidak,,Yola belum siap untuk itu, membayangkan saja dia sudah bergidik ngerih dengan kalimat malam pertama.
_____
_____
__ADS_1
Pagi harinya, Danny sudah bersiap siap untuk berangkat kerja, dengan seragam satpamnya yang entah dia dapat darimana, sungguh terlihat pas ditubuhnya, sungguh rencana yang sudah matang,luar biasa sekali, jangan ditanya siapa yang ada dibalik layar suksesnya sebuah sandiwara,,sudah tentu nya Reza sang asisten nya yang sangat bisa diandalkan.
"kamu ga sarapan dulu mas?" tanya nya saat Danny memakai sepatunya di teras rumah,
Sejenak Danny memandang Yola yang berdiri diambang pintu dengan sepiring nasi goreng juga segelas teh hangat.
"suapi aku, aku sedang terburu-buru," ucap ya beralasan agar mendapat mood booster dari sang istri.
perhatian kecil Yola, yang sudah menyiapkan sarapan nya tanpa diminta membuat Danny menghangat, rasa cinta semakin tumbuh berkali-kali lipat,,lebay,,hihihi.
" CK,,,dengan mengerucutkan bibirnya kesal, Yola segera duduk di samping kursi yang di duduki Danny, dan menghadap ke arah Danny agar semakin mudah menyuapi bayi besar nya yang mendadak manja.
Selesai dengan sarapan yang disuapi Yola, Danny melihat jam yang melingkar ditangan nya, tak berselang lama, Reza sudah datang dengan mengendarai sepeda motor yang bisa di bilang sangat sederhana, motor bebek yang sedang tren saat ini.
Danny melotot kan matanya terkejut, darimana Reza mendapat kan motor bebek itu,
"apa-apaan Reza, membawa Bogor bebek itu,,apa dia tidak mikir apa dengan postur tubuh ku yang tinggi besar berboncengan dengan nya yang juga memiliki postur tubuh yang tidak jauh berbeda dari nya,," Danny mengumpat kesal dalam hatinya.
Melihat tatapan tajam sang bos, Reza pura-pura tidak melihat,
__ADS_1
"ayo bang, bisa terlambat nanti kita" seru nya dengan tersenyum ke arah Yola.
Danny semakin geram melihat Reza yang justru malah tersenyum dengan istrinya. dengan rasa kesal yang membuncah Danny segera naik ke atas motor yang berada diboncengan, sebelum itu dia mencium sekilas kening Yola, yang membuat Yola seketika mematung mendapatkan ciuman dari Danny.