Jomblo Happy Bertemu Jodoh

Jomblo Happy Bertemu Jodoh
BAB 14


__ADS_3

Pagi ini sarapan bersama dengan suasana yang berbeda dari sebelumnya, jika sebelumnya hanya bertiga, kini mereka sudah berempat, dengan bertambahnya satu orang anggota yang bernama menantu satu satunya dari keluarga Pramono.


"makan yang banyak nak Danny, jangan sungkan," ucap Maya memulai obrolan.


"iya mah, terimakasih ini sudah cukup kok" ucapnya sungkan sambil tersenyum.


"syukurlah kalau kamu tahu diri," ketus yola memandang Danny sekilas.


"Yola,,," tegur sang papa, yang merasa gemas dengan putrinya.


"ga apa apa kok pa, sudah biasa," ucapnya sambil tersenyum menatap Yola.


"carmuk,," kesal Yola memandang Danny dengan memonyongkan bibirnya.


semua yang berada di ruang makan memandang lekat Yola, pasalnya mereka penasaran dengan ucapan Yola barusan yang merasa asing, bahasa apalagi itu yang keluar dari mulut ketus Yola .


"apa??" tanya saat semua menatap nya penuh tanya.

__ADS_1


"oh,,carmuk ya,,cari muka" ucapnya datar.


tampak Maya menghela nafasnya, kesal melihat putrinya yang tidak ada sopannya pada suaminya, baru juga 2 hari mereka menikah, Yola sudah membuat jarak diantara mereka.


"Yola, berhentilah bersikap kurang sopan seperti itu, Danny adalah suami mu, laki-laki yang harus kau hormati, sekarang tanggung jawab papa terhadap mu sudah berpindah tangan kepada Danny" ucap Pram panjang lebar.


Yola hanya mengangguk tanpa berniat untuk menjawabnya.


Pram menghembuskan nafasnya panjang, rasanya ia ingin menghukum putrinya itu, tapi Yola sekarang bukan lagi tanggung jawabnya, melainkan Danny lah yang lebih berhak untuk itu.


"papa jangan khawatir, Danny akan selalu berusaha untuk membahagiakan Yola, terlepas bagaimana sikapnya nanti pada saya, sekarang Yola sudah menjadi tanggung jawab saya, dan saya harap papa mendukung keputusan saya kedepannya" ucapnya sehalus mungkin agar tidak menyinggung perasaan mertua nya.


"papa percayakan semua pada mu nak" ucap Pram yakin dan menepuk bahu Danny pelan sebagai dukungan nya untuk sang menantu.


Danny merasa senang, karena mertua nya mendukung dirinya, tidak perduli perlakuan Yola nanti kedepannya seperti apa, yang penting saat ini Danny sudah mengantongi restu dari mertua nya.


Setelah selesai sarapan bersama, walau ada sedikit drama tadi, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga, membicarakan tentang keputusan Danny untuk segera kembali keluar kota untuk kembali bekerja, juga Yola ikut sekalian, tapi sebelum pergi, mereka berencana mengunjungi Jesika terlebih dahulu untuk berpamitan.

__ADS_1


"kenapa buru-buru sih, terus nanti toko ku siapa yang jaga?" protes Yola memandang Danny sekilas,


Danny hanya tersenyum mendengar ucapan Yola yang merasa keberatan akan keputusannya untuk segera kembali keluar kota untuk bekerja.


"tidak bisa Yola, saya harus bekerja , cukup lama saya cuti kerja" ucap Danny tenang.


"kalau soal toko, cari saja seseorang untuk menjaganya, dan tiap harinya dia akan menyetor uang penghasila kepada mama, bisa kan ma" tanya nya memandang mama nya.


"oh tentu bisa dong" ucap Yola bersemangat.


"CK,,mama sama aja, seneng tu lihat anaknya menderita" kesal Yola.


"kamu sudah menikah Yola, dan kamu harus ikut kemana suamimu pergi."


"terserah deh," ucap Yola pasrah.


pukul 10 Danny bersiap untuk pergi, semua barang-barang mereka sudah masuk kedalam mobil, setelah semua selesai Pram dan Maya juga Jesi dan Wijaya ikut mengantar putra putri mereka.

__ADS_1


__ADS_2