
Sebulan sudah pernikahan Danny dan Yola, tapi masih belum ada perkembangan, terutama sikap Yola yang masih membentengi dirinya agar tidak memiliki perasaan kepada suaminya Danny, ada apa sebenarnya dengan Yola? mengapa sulit sekali rasanya untuk membuka hatinya, padahal selama satu bulan ini Danny selalu memperlakukan nya dengan baik,.
Yola masih belum siap untuk memberikan kesuciannya, dia masih takut, membayangkan nya saja sudah membuatnya bergidik ngerih, apalagi sampai melakukan nya,,ohhh tidak Yola sampai paranoid memikirkannya.
Hadehhh,,jomblo satu ini,,eh,,bukan jomblo lagi, tapi dia sudah menikah. terbiasa dengan kesendirian nya yang selalu merasa happy tanpa adanya kekasih, membuatnya tidak pernah berinteraksi dengan lawan jenis. walaupun sebelumnya Yola pernah menjalin kasih dengan seorang pria tapi itu dulu, waktu masih SMA,,cinta monyet,,hihihi.
Siang harinya Danny meminta Yola untuk mengirimkan makan siang dikantornya, karena Danny berencana untuk mengungkap semua sandiwara nya, dan memperkenalkan nya dengan semua karyawan nya dengan status istri direktur.
Ting,,, HP Yola bergetar menandakan pesan masuk.
Danny : " siang ini antarkan aku makan siang".
Yola : " bisakah kau beli saja mas, q sangat mager"
Danny: " apa lagi itu mager? bisa tidak kalau berbicara padaku jangan memakai bahasamu yang aku tidak mengerti!"
Yola " hadeh,,mager saja tidak tau🤦, mager itu MALAS GERAK!"
Danny :" aku tidak suka adanya penolakan, atau aku akan membuatmu tidak bisa berjalan esok pagi"
Yola ;" CK,,kau selalu saja mengancam, menyebalkan"
Danny :" ya atau tidak!"
Yola :" ya,,ya,,baiklah,,baiklah,, PUAS!!! "
__ADS_1
Danny :" sangat puas sayang, dan jangan lupa berpakaian lah yg menarik😘,
Yola :" apalagi itu,,aku kan hanya untuk mengantarkan makan siang, lalu mengapa harus dandan segala, merepotkan"
Danny :" ayolah sayang,,jangan mengecewakan ku, oke"
Yola :" ya baiklah,,tidak ada alasan ku untuk menolak, kau selalu saja mengancam"
Danny :" aku mencintaimu 😘, aku menunggu makan siang darimu😍".
Yola tak berniat untuk membalas pesan Danny, jika terus dibalas maka tidak akan ada habisnya, Yola segera menyiapkan kebutuhan untuk memasak, setelah mengecek semua bahan yang tersedia, Yola segera memulai memasak,.
Hampir satu jam Yola bertempur dengan peralatan dapur, dan selesai dengan menu makanan yang khusus dimasak untuk suami nya. menu makanan sederhana yang menjadi favorit Yola, tidak tau Danny suka atau tidak, kalaupun Danny tidak menyukainya, setidaknya makanan itu nanti tidak mubazir, karena Yola akan dengan senang hati memakan nya.
Sementara di kantor, Danny senyum senyum sendiri tanpa sadar, semua itu tidak luput dari perhatian Reza, yang merasa bos nya sedikit berbeda dari biasanya, tapi dia tidak berani untuk bertanya.hingga akhirnya Danny membuyarkan lamunannya.
" hah,," Reza terlihat gelagapan karena si bos menyadari lamunannya.
"tidak ada bos" ucapnya cepat.
"siang ini kosongkan jadwal ku" perintahnya tanpa perlu dibantah.
"tapi pak, siang ini ada meeting penting dari klien jam makan siang nanti " jelasnya mengingat kan.
"aku tidak bisa, siang nanti aku akan makan siang bersama istriku" senyumnya merekah saat menyebut kan nama istrinya.
__ADS_1
"Bapak pulang makan siang?"
"tidak, Yola akan datang mengantar makan siang ke kantor"
"dan tolong pesankan kepada resepsionis untuk mengantarkan Yola keruangan ku jika dia sudah sampai nanti" jelasnya dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya.
"baik pak" ucapnya patuh mengangguk hormat dan berjalan keluar ruangan sang direktur.
"kamu kenapa za?" tanya Ribi sekertaris Danny yang melihat Reza melewati meja sekertaris nya begitu saja tanpa menyapa dirinya.
"oh,,aku mau kebawah dulu, kemeja resepsionis untuk memberikan perintah dari si bos"
"ada apa? tumben?" tanya nya penasaran.
"nanti jam makan siang, istri si bos mau datang mengantar makan siang." ucapnya menjelaskan.
"apa!!!?" serius??" tanya nya kaget sekaligus penasaran.
"biasa aja kale,," memutar bola matanya malas.
"issa,,serius za,? Bu bos mau datang?" tanya nya antusias.
"iyalah,,mana berani gue bohong,,iya kali,,masih sayang nyawa dan gaji neng"
"huuu,,ya sudah sana,,hus,,hus,," mengimbas ngibaskan tangannya kearah Reza agar segera pergi kemeja resepsionis.
__ADS_1
Rasanya dia tidak.sabar menanti kedatangan Bu bos yang mampu merubah mood pak bos yang berubah ubah seperti bunglon,
penasaran seperti apa pawangnya kulkas 4 pintu dingin dan beku itu,,hihihi