
Acara pernikahan Yola dan Danny di percepat, terhitung setelah lamaran seminggu kemudian tanggal nya sudah di tetapkan, mengingat Danny tidak bisa berlama-lama cuti, karena Danny harus kembali bekerja.
Karena waktunya yang mepet dan terburu-buru, sehingga pesta pernikahan hanya diadakan sederhana saja. juga tidak bisa mengundang banyak orang, terlebih keluarga besar Yola maupun Danny berada jauh diluar kota, karena pernikahan yang bisa dibilang mendadak ini, sehingga para saudara yang tinggal jauh tidak bisa menjadwalkan izin cuti nya dengan pernikahan Yola dan Danny.
Banyak saudara mengeluhkan karena pernikahan Yola sangat terburu-buru, berbagai spekulasi Mulai bermunculan, yang katanya Yola Hamidun( hamil diluar nikah), yang Yola sudah ga laku lah sampai menjebak seseorang agar cepat menikahi nya, pokonya masih banyak lagi tuduhan-tuduhan yang menjengkelkan, tapi itu semua tidak di ambil pusing oleh Yola, toh nyatanya semua gosip itu hanya isapan jempol saja, kenyataan nya tidak demikian.
Sudah dipastikan, Yola masih tersegel alias perawan tingting, jadi terserah mereka saja mau berkata apa, Yola tidak mau pusing, soalnya para emak-emak rempong saja sudah membuat nya pusing, mereka pada heboh kok Yola bisa nikah sama putranya bu Jesika, padahal muka pas-pasan, ga cantik cantik amat,, jangan-jangan Yola pakai pelet,,ahhh entahlah,,, emak emak rempong terkadang julidnya diluar nalar.
Besok adalah acara akad yang akan dilakukan pukul 10 pagi dan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan sederhana, hanya menyambut sanak saudara, Jiran tetangga, bahkan sahabat Yola saja tidak diberitahu, kasian ya mereka, hari bersejarah sibontot terpaksa tidak publikasikan, karena memang waktunya yang mepet.
Hari yang dinanti kan akhirnya tiba juga, walaupun sebenarnya tidak sama sekali diharapkan Yola, tapi mau bagaimana lagi, pantang mundur sebelum berperang,,, hahaha.
__ADS_1
"sayang,,kamu cantik banget nak" ucap Maya memandang lekat putrinya yang telah dirias oleh MUA.
"baru nyadar ya ma,,emang Yola Uda cantik dari dulu kale" ketus Yola memutar bola matanya malas.
Maya hanya tersenyum mendengar ucapan putri nya yang ketus, Maya menyadari pernikahan ini bukanlah keinginan Yola sendiri, tapi bagaimana ya,,rasanya Maya sudah jatuh hati pada Danny untuk segera menjadi menantunya.
Kesempatan tidak mungkin disia-siakan pikirnya, sebenarnya dari dahulu Maya mengagumi sosok pemuda yang baik hati itu, hanya saja tidak mungkinkan dia menyodorkan putrinya kepada keluarga Wijaya yang terkenal akan kekayaan nya itu, Maya cukup sadar diri aja.
"udah ga usah manyun gitu,,yuk acara nya sudah mau dimulai, pengantin pria juga sudah datang,
"ga mau ah ma,,Yola disini saja, tunggu sampai selesai akad baru Yola muncul kepermukaan"
__ADS_1
"apaan sih, muncul kepermukaan, emang ikan" kesal Maya melihat putrinya.
Sementara para mua hanya tersenyum mendengar perdebatan ibu dan anak itu, menurut mereka ini adalah calon pengantin yang menggemaskan.
Yola masih bersih keras tidak mau, akhirnya Maya membertahukan kepada suami dan keluarga agar acara akad segera di langsungkan, tanpa mempelai wanita disamping mempelai laki-laki.
Setelah selesai akad baru pengantin wanitanya menghampiri pengantin pria nya, dan semua setuju dengan permintaan Yola.
Yola hanya bisa mendengar suara lantang Danny saat mengucapkan akad nikah dengan papa nya, dan terdengar cukup kencang kata sah bersahutan dari para tamu undangan,
"akhirnya status jomblo Happy ku raib sudah,,berganti istri" lirihnya sambil menghapus air matanya yang tanpa sengaja mengalir di ujung matanya.
__ADS_1