
Cuaca hari ini tampaknya sangat mendukung kemalasan Yolanda yang masih terbaring nyenyak di dalam selimut tebalnya, berulang kali suara ketukan pintu tak mampu menganggu tidur nya.
Tok,,tok,,tok,,
berulang kali Maya mengetuk pintu kamar putri semata wayangnya, namun tidak juga terbuka.
Maya menghela nafasnya,,kesal dan juga jengkel selalu seperti itu jika membangunkan putrinya yang pemalas itu,
Setiap akhir pekan, Yola memang selalu menghabiskan waktunya dikamar seharian, tanpa berniat keluar sedikitpun, kalaupun keluar kamar hanya saat makan saja, selebihnya dia akan kembali lagi kekamar,
Yola adalah gadis yang pemalas, ya malas sekali, malas mengurusi hidup orang, malas mencari ribut, malas ikut campur dengan masalah orang lain, malas berdebat, malas mandi juga tidak ketinggalan, itulah kenapa dia senang sekali berada didalam kamarnya setiap akhir pekan, karena dia malas mandi,,hahahaha.
"Yola belum.bangun juga ma?" tanya Pram kepada istrinya yang masih mematung di depan kamar putrinya.
__ADS_1
"huu,,,anak kamu itu mas,,malas sekali kalau sudah akhir pekan," gerutu Maya.
"anak mama juga kale,,," sahut Pram tidak terima.
"iya deh iya,,anak kita pokonya, puas" kesal Maya,
Pram hanya terkekeh melihat istrinya kesal ,karena kalakuan putrinya yang selalu malas kalau bangun pagi tiap akhir pekan,
"Mas lupa,,Yola mana kerja sih mas,,dia kan bos nya, bos ditoko nya sendiri maksudnya".
"mau hari libur sekalipun, toko tetap harus dibuka, kan kemauan anak itu sendiri membuka toko sembako, dan itu tidak ada hari liburnya" kesal Maya sambil mencubit pinggang suami nya.
"awww,,,sakit ma," mengelus elus pinggangnya yang terasa panas akibat cubitan istrinya.
__ADS_1
"siapin sarapan papa aja deh ma, papa sudah kelaparan"
Maya segera melayani suaminya, sejenak melupakan rasa kesalnya kepada putrinya yang tak kunjung berubah,
Sejujurnya, Maya juga sangat mengharapkan putrinya segera menikah, seperti teman-teman sebayanya, tapi apa mau dikata, jika Yolanda saja masih menikmati setatus jomblonya.
Terkadang berbagai sindiran juga gunjingan selalu dia dengar dari para tetangga juga sanak saudara yang melihat Yola tak kunjung menikah, tapi Maya juga tidak bisa memaksakan kehendaknya, karena untuk apa menikah terburu-buru jika akhirnya akan mendapatkan pasangan yang salah,, biar lah lambat menikah, tapi tak salah mendapatkan pasangan.
Sarapan pagi ini, hanya Pram dan istrinya saja yang berada diruang makan, jangan ditanya kemana Yolanda, sudah pasti dia ada di kamarnya.
pukul 10 pagi menjelang siang, Yolanda merasakan perih diperutnya, menandakan perutnya sudah kelaparan minta diisi, dengan rasa malas yang masih menempel di pikiran nya, Yola memaksakan diri untuk segera bangun dan mencuci muka nya, sebenarnya sebelum subuh Yola sudah mandi, setelah selesai mengerjakan kewajibannya, Yola kembali tidur, kesibukannya di toko sembako yang dia bangun, membuatnya membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri menikmati hari libur, jika dituruti toko sembakonya tidak ada hari libur, tapi memang dasarnya Yolanda, hari Minggu wajib libur bagi nya.
Rezeki sudah ditakar, tidak mungkin tertukar apalagi nyasar, begitulah motto berjualannya, agar hari Minggu dia bisa libur dan tidur, tidak harus pusing mikir ini dan itu , apalagi ada sebagian ibu-ibu rempong yang dengan seribu alasan agar bisa ngutang,,hadehhhh,,pusingggg Yolanda kalau mikirin itu semua, sudah cukup hari Senin sampai Sabtu dia berjualan, dan hari Minggu waktunya berleha-leha mendinginkan pikiran, biar ga botak mikirin hutang piutang ibu-ibu komplek,,hehehe,,,
__ADS_1