
Danny sampai di rumah orang tua nya, turun dari taksi, Danny merasa risih dengan pemandangan para ibu-ibu yang sedang berkumpul di teras rumah yang tak jauh dari rumah orang tuanya.
"ehh,,Bu ibu,,itu siapa ya yang baru turun dari taksi,,mana guanteng tenannloh" heboh salah satu ibu-ibu yang berkumpul itu.
"mana ? yang baru turun dari taksi itu ya, loh itukan rumah Bu Jesika kan?" ucapnya juga tak kalah heboh.
"jangan jangan anak nya Bu Jesika" sambut ibu yang lainnya juga
"bisa jadi, soalnya kan katanya anak Bu Jesika ada yang kuliah di luar kota"
"loh bukannya anak Bu Jesika cuma satu ya kan, emang Bu Jesika punya anak berapa sih?"
"anak Bu Jesika cuma satu loh ibu ibu,,anak tunggal, dan kemungkinan yang baru turun dari taksi itu anaknya buk Jesika yang sudah lulus kuliah itu loh"
"emangnya baru lulus kuliah, bukan nya sudah kerja to"
"ahh,,,entahlah,,pokoknya yang saya tahu, anak bu Jesika cuma satu, dan itu sudah bekerja,"
"eh,,ibu ibu,,kok pada nge ghibah sih,,mending sekarang pada bubar jalan, dari pada ngurusin hidup orang,,entar dosa loh,," ucap buk RT yang kebetulan lewat rumah yang banyak ibu-ibu sedang berkumpul.
"eh,,buk RT,,iya nih buk, kami Uda mau bubar kok,,ya kan ibu ibu" seru pemilik rumah.
sudah mendapat ulti dari buk RT dan juga pemilik rumah, mereka akhirnya bubar kembali kerumah masing-masing.
__ADS_1
"buk RT mau kemana?" tanya pemilik rumah yang tadi berkumpul bernama Susan.
"oh,,ini Bu Susan, saya ada keperluan sama Bu Jesika"
"mari Bu saya duluan" pamitnya berlalu menuju rumah Bu Jesika.
Bu Susan hanya menatap Bu RT yang semakin menjauh dari rumah nya,
"belum juga selesai bertanya, Bu RT main pergi aja," gerutu Bu Susan.
Tak lama kemudian Bu RT sudah sampai di rumah Bu Jesika.
"assalamualaikum,, Bu Jesika" ucapnya salam saat sampai di depan rumah Bu Jesika.
seorang pemuda berperawakan tinggi datang menghampiri Bu RT yang sedang mematung di depan pintu.
"mau cari siapa Bu?" tanya nya ramah.
"Bu Jesika nya ada?" tanya nya sambil menatap heran pada pemuda tersebut.
"mama ada di dalam Bu, tunggu sebentar saya panggilkan,,mari Bu silahkan masuk" ucapnya mempersilahkan masuk sebelum pergi memanggil mamanya.
Bu RT masuk kedalam rumah, duduk di salah satu sofa yang berada diruang tamu, sambil menerka-nerka siapa pemuda barusan yang menyambutnya ramah saat bertamu ke rumah ini.
__ADS_1
_____-----_____-------_____
Sedangkan di sekitaran area terminal, tampak Yola dan sahabatnya Nadira sedang melepas rindu, mereka saat ini berada di sebuah kafe yang tidak jauh dari terminal.
"kok kamu lama sih Yol,,,sampai jamuran nih bedak yang nungguin kamu"kesal Nadira yang jenuh menunggu Yolanda sampai.
"maaf ya beb,,,tadi ada sedikit rintangan" memperlihatkan ujung jari jempol dan telunjuknya yang menyatu.
"kamu ga lagi cari alesan kan" memutar bola matanya malas.
"CK,,kok gitu sih,,ya beneran lah, ngapain juga bohong,,ga banget" kesalnya mengerucutkan bibirnya.
"terusss,,,coba cerita dulu kronologi nya gimana?" tatapnya dalam
"Hufh,,,menghembuskan nafasnya panjang.
"tadi tu gini ceritanya,,,,,," menceritakan dari awal hingga sampai menemukan dompet orang dan mengembalikan dompet kepada pemiliknya.
"ohh,,, gitu toh,,terus,,terus,,, cakep ga cowoknya?"tanya nya antusias.
"hadeh,,,dari panjangnya cerita kenapa yang nyangkut di kepala mu itu cuma tentang cowok sih,,,ga banget" kesal Yola memandang jengah Nadira.
"hehehe,,,siapa tau aja jodoh,,kan jomblo Happy seperti kita juga butuh pendamping" ucapnya nyengir kuda.
__ADS_1
Yola hanya memutar bola matanya jengah, heran sama kelakuan wanita satu ini, dari dulu hingga sekarang masih aja ganjen kalau bahas tentang pria, pacaran kagak,,jomblo iya,,miris ya,,,hahaha,,