Jomblo Happy Bertemu Jodoh

Jomblo Happy Bertemu Jodoh
BAB 20


__ADS_3

Kabar kedatangan sang Bu bos sudah menyebar di kalangan karyawan kantor, dan membuat mereka semakin penasaran siapa Bu bos mereka yang telah menjinakkan pak bos yang terkenal dingin seperti kulkas 4 pintu.


semua itu karena mulut ember sang resepsionis Sera, pasalnya dia sangat senang mendengar kabar kalau pak bos nya sudah menikah dan yang lebih membuat dia senang adalah istri dari pak bos bukan wanita seperti Melia.


Sementara Yola yang tidak tau menahu tentang penyambutan nya nanti tampak santai dan biasa saja, Siang harinya Yola sudah sampai di depan pos satpam yang berada di depan gerbang gedung kantor. sebelum berangkat dari rumah, Yola menghubungi Danny menanyakan alamat kantor tempat dia bekerja.


Sampai lah Yola di depan pos satpam,


"assalamualaikum,,selamat siang" sapanya ramah kepada dua orang satpam yang berjaga.


"wa'alaikumussalam, selamat siang, ada yang bisa kami bantu mbak?" balasnya sopan sambil memperhatikan Yola dengan tatapan heran.


"maaf sebelumnya, pak saya mau mengantarkan makan siang suami saya, mas Danny nya ada?" ucapnya sopan dan tersenyum.


"maaf mbak, kalau boleh tahu suaminya dibagian apa?"


"suami saya satpam, sama seperti bapak-bapak ini"


"siapa tadi namanya mbak?" tanya nya bingung sebab semua satpam disini rata-rata sudah menikah dan memiliki anak,dan mereka tahu semua istri-istri sesama satpam, kalaupun ada yang masih lajang hanya satu nama yaitu Roni, dan dia masih jomblo.


"mas Danny pak" ulang Yola masih tersenyum ramah.


"nama lengkapnya mbak?"


"Danny Wijaya"


"apa!!!!" ucapnya syok dan terkejut melihat sosok wanita cantik yang masih berdiri di hadapan mereka dengan tersenyum ramah.


"Jon,,Jon,,cepet lu bawa masuk Bu bos" ucap Beni membuyarkan lamunan Jono rekan kerjanya yang masih mematung.


"ahh,,i,,iya,,m,,mari Bu bos ikut saya" ucapnya terbata-bata sambil mengarahkan Yola untuk mengikuti nya masuk kedalam bangun gedung kantor.


Sementara Yola merasa bingung dengan panggilan untuk nya yang baru saja di sebutkan oleh satpam tersebut, namun Yola tak mau ambil pusing, yang penting segera bertemu dengan suaminya dan menyerahkan makan siang, setelah itu kembali pulang.


Yola masih mengikuti satpam tersebut yang bernama Jono itu hingga sampai di meja resepsionis.


Sera Memandang Jono seakan bertanya siapa wanita cantik yang bersama nya. seakan tau maksud dari tatapan mata Sera, Jono membisikkan sesuatu ketelinga Sera.


"bu bos sudah datang, cepat antarkan keruangan pak bos" bisik nya pelan,


Sera membulat kan matanya terkejut, Bu bos nya ternyata jauh lebih cantik dari apa yang dia bayangkan, dalam fikirannya sosok istri bos nya adalah seorang wanita cantik dengan gaya Hedon, tapi ini yang dia lihat, seorang wanita cantik dengan penampilan sederhana terlihat elegan dan berkelas, walaupun hanya dengan pakaian yang sederhana.(halu author ya pemirsa, mendefinisikan seorang Yola Dimata karyawan Danny 🤭).


Fix,,Sera mengidolakan Bu bos nya, hihi lebay ya Sera. Sera masih Memandang lekat Yola, yang seakan tidak pernah bosan Memandang sosok wanita cantik yang berdiri di hadapan nya.

__ADS_1


"halo mbak" ucap Yola ramah sambil melambai lambai kan telapak tangannya di depan wajah Sera yang masih terbengong.


"hah,,eh,,i,,iya,," jawabnya kikuk tersadar dan segera tersenyum ramah kearah Yola.


"mari Bu saya antar" ucapnya sopan mempersilahkan Yola mengikutinya.


Yola semakin dibuat bingung dengan perlakuan dua orang yang tiba-tiba menaruh hormat padanya, sepenting apa jabatan suaminya, kenapa saat dia menyebutkan nama lengkap suaminya, mereka mendadak hormat.


Bukannya Danny hanya seorang satpam, lalu mengapa mereka seakan menghormati suami nya, berbagai pertanyaan muncul di kepala Yola yang semakin membuat nya pusing, dan tak menyadari mereka saat ini sudah masuk kedalam lif menuju ruangan Danny.


Sera curi-curi pandang ke arah Yola, dan setelah itu tersenyum senang, sekilas Yola melirik Sera yang terus senyum-senyum sendiri.


"maaf Bu, boleh saya selfi bersama ibu?" tanya nya ragu dan cemas. tapi rasa penasaran dan juga senang bisa melihat langsung dan berselfi bersama satu ruangan ya walaupun hanya di dalam lif, setidaknya dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. belum tentu besok dia bisa bertemu dan sedekat ini, begitu pikirnya.


Yola mengerutkan keningnya terlihat berfikir, ada apalagi ini, tiba-tiba mengajak Selfi, sudah seperti artis saja, entahlah Yola semakin bingung dengan situasi saat ini. tapi tetap mengangguk dan akhirnya mereka berselfi ria dengan berbagai gaya. hingga lif terbuka , dan sudah sampai kelantai 10 dimana ruangan Danny berada.


Melihat Sera berjalan dengan seorang wanita, Ribi sekertaris Danny, langsung menyambut kedatangan mereka,


"Bu bos sudah datang" bisiknya pelan di telinga Sera.


Sera mengangguk kan kepalanya cepat tak lupa senyum yang selalu mengembang di wajah nya.


Ribi segera membawa Yola menuju ruangan Danny, dan menatap Sera seakan berkata tunggu aku disini setelah mengantar Bu bos menemui suami nya.


Yola semakin bingung dengan melihat sebuah ruangan yang didepan pintunya tertulis Ruangan Direktur.


"loh kok,," ucapnya bingung dan penasaran, sedang apa suaminya diruangan direktur.


tok,,tok,,tok,, terdengar ketukan pintu dari luar,


"pak ibu sudah datang" ucap Rini sopan,


"masuk,,terdengar sahutan dari dalam ruangan.


"mari Bu" ucap sopan Ribi mempersilahkan Yola masuk.


Dengan ragu Yola masuk kedalam ruangan, tapi tidak ada orang didalam ruangan tersebut, hanya ada seorang yang tengah duduk di kursi kebesaran direktur yang membelakangi pintu.


Yola mengerutkan keningnya melihat Danny yang duduk di kursi direktur dengan menggunakan stelan jas semakin terlihat tampan. dan bukan stelan satpam yang biasa dia pakai setiap berangkat kerja.


"mas?" ucapnya bingung.


Danny tersenyum dan bangkit dari duduknya berjalan menuju Yola berdiri mematung.

__ADS_1


"selamat datang sayang" ucapnya lembut dan mencium lembut kening Yola.


"kamu ngapain duduk di kursi itu, dan apalagi ini, baju yang kamu pakai juga bukan baju kerja satpam yang biasa kamu pakai" ucapnya penuh tanya.


Danny hanya tersenyum mendengar ucapan Yola, dan membimbing Yola agar duduk di sofa yang ada diruang kerja nya.


"minum dulu" memberikan sebotol air mineral kemasan, dan langsung diambil Yola dan meminumnya hingga habis setengah botol. kejadian hari ini membuat nya sangat bingung.


"jelaskan, ini maksudnya bagaimana?"


"oke aku akan jelaskan, tapi jangan pernah memotong sedikit pun penjelasan ku hingga aku selesai bicara.


Yola menganggukkan kepalanya tanpa berniat untuk memotong penjelasan Danny, karena dia begitu penasaran.


Danny menarik nafasnya panjang, rasanya inilah saat yang tepat untuk mengakui semua sandiwara nya selama ini. Danny menarik nafasnya sekali lagi sebelum bicara. dan hal itu semakin membuat Yola pemasaran.


"sebenarnya,,,,_______" Danny menceritakan semua sandiwara nya dari mulai tak sengaja bertemu dengan nya dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu untuk kedua kalinya setelah drama dompetnya jatuh tanpa sengaja. dan pesan yang dia dapatkan dari seseorang pria tua yang pernah menolongnya saat kecelakaan beberapa tahun yang lalu, itulah mengapa Danny melakukan sandiwara untuk mendapatkan pasangan yang tulus menerima nya.


Yola tidak tau harus berkata apa, anugrah atau musibah yang terjadi didalam hidupnya. tapi ya sudahlah,,toh semua sudah terjadi, seakan semua ini adalah takdir yang harus dijalani dengan ikhlas, meskipun terkadang Yola masih berfikir lebih bahagia menjadi jomblo Happy yang tidak pernah pusing dengan drama percintaan. walaupun Yola tetap menjalankan perannya sebagai istri yang baik, mengingat pesan sang Mama,


"maafkan aku karena tidak jujur sebelumnya" Danny berkata lirih karena takut Yola tidak mau memaafkan nya.


"ya sudahlah,,mau marah pun percuma, semua sudah terjadi, pantas saja semua orang yang aku temui mendadak hormat" kesal Yola.


"apakah mereka memperlakukan mu dengan baik?"


"ya mereka sopan dan baik, dan tadi ada yang minta Selfi segala, sudah seperti artis saja aku" ucapnya tersenyum membayangkan kejadian tadi saat di lif dimana Sera yang meminta Selfi berdua dengan nya.


"pria atau wanita?" tanya nya cepat dengan ekspresi dingin.


"hei,,kau kenapa,,mendadak posesif begitu?"


"jangan pernah dekat dengan pria manapun selain aku" ucapnya tegas penuh penekanan.


"dia wanita, siapa tadi namanya" tampak berfikir sejenak,


"Sera,,ya Sera namanya, wanita resepsionis di bawah"


"oh,,,


"mana makan siangku?" ucap ya mengalihkan pembicaraan.


"ini, bukalah" memperlihat kan tas bekal makanan diatas meja, dan langsung membukanya.

__ADS_1


"kau yang memasak?" ucapnya berbinar saat melihat menu makanan yang menjadi favorit nya, ikan nila bakar dan sambal matah juga sayur asam sambal terasi, hahaha selera Danny masi merakyat ya pemirsa, bagaimana tidak selama satu bulan menikah dengan Yola, Danny tidak pernah menunjukkan sikap sultan nya. yang ada Danny si satpam makannya menunya merakyat sekali.


__ADS_2