
Sabtu pagi, Yola di buat kalang kabut, karena hampir terlambat menjemput sahabat nya di terminal bus, Nadira satu-satunya sahabat yang belum menikah sama seperti dirinya, Nadira pulang kampung karena cuti untuk menghadiri acara pernikahan kakaknya. sehingga meminta Yola untuk menjemputnya sebelum sampai kerumah orang tuanya.
Mereka berencana untuk menghabiskan waktu bersama sebelum acara pesta pernikahan kakak nya Nadira bernama nancy.
"oooh,,ya ampun,,aku hampir terlambat" gerutunya sambil menyambar cepat tas punggungnya, kemudian berlari cepat menuju ruang makan untuk berpamitan kepada Maya,
"sayang,,ga sarapan dulu" tegur Maya melihat putrinya tampak terburu-buru.
"entar aja ma, sekalian sarapan bersama Nadira di terminal," ucap Yola sembari mencium pipi dan punggung tangan Maya dan melambaikan tangannya menuju sepeda motornya yang masih terparkir di garasi mobil.
"hati-hati di jalan,,kurangi kecepatan" teriak Maya setelah bayangan Yola menjauh.
Yola segera menghidupkan mesin motor nya, dan meluncur menuju terminal bus yang tidak begitu jauh dari rumahnya.
Tiga puluh menit, Yola sudah sampai di terminal, segera ia memarkirkan motornya di parkiran, dan berjalan cepat memasuki terminal.
Yola tampak celingukan mencari sosok sahabat nya, yang katanya sudah sampai sejak 15menit yang lalu, namun sebelum sampai ke tempat tujuan dimana Nadira menunggu, Yola tak sengaja melihat dompet seseorang yang baru saja terjatuh dari saku jaketnya.
Yola segera mengambil dompet itu dan mengejar pemilik dompet, sebelum orang nya pergi jauh, beruntung orang tersebut belum masuk kedalam taksi.
__ADS_1
"mas,,mas,, tunggu,," teriak Yola memanggil sipemilik dompet.
Tampaknya sipemilik dompet tidak menghiraukan panggilan Yola, mau tidak mau Yola berlari kencang agar tidak tertinggal, Dengan nafas yang ngos-ngosan Yola menepuk pelan bahu orang tersebut.
"mas,,HOS,,HOS,,,HOS,," nafas Yola memburu
Orang tersebut membalikan badannya untuk melihat siapa yang menepuk bahunya itu,
"nih mas,,dompetnya tadi terjatuh,," Yola menyela ucapan orang tersebut sebelum mengucapkan sepatah katapun. menyerahkan dompet yang tadi di temukan nya.
Setelah orang itu menerima dompetnya, Yola segera membalikkan badannya dan berjalan cepat menuju ke tempat sahabat nya menunggu.
"hei,,nona,,siapa nama mu, terimakasih!" teriaknya kemudian,
"terimakasih " lirihnya melihat punggung Yola yang semakin menjauh dan menghilang di tengah keramaian pengunjung terminal.
seseorang tersebut merupakan seorang pria yang juga baru kembali kekampung halaman nya setelah sekian lama merantau jauh, pria tersebut bernama Danny Hilman, putra tunggal dari pasangan Wijaya dan Jesika, seorang Tuan tanah di komplek perumahan dimana Yola tinggal.
"mau kemana mas?" tanya sang supir taksi, membuyar kan lamunan Danny.
__ADS_1
"oh,,iya pak, jalan aja, ke perumahan gading ya pak" ucapnya cepat.
"kenapa mas, yang ngelihatin mbak yang tadi sampai segitunya" jiwa kepo supir taksi mulai meronta.
"ohh,,ga apa apa pak, cuma kagum aja pak, sama mbak itu tadi, "
"memang mbaknya ngapain mas?"
"ini pak, dompet saya tadi jatuh, dan mbak nya itu mengejar saya untuk mengembalikan dompet ini" menunjukkan dompetnya pada si supir taksi.
"Alhamdulillah ya mas, masih rezeki mas nya"
"iya pak, Alhamdulillah,"
"cuma saya belum mengucapkan terimakasih, si mbak nya Uda langsung pergi aja"
"jadi belum sempat kenalan ya mas?"
"gimana mau kenalan pak, lah mbaknya aja langsung pergi gitu aja, tanpa melihat saya sedikitpun." ucapnya sedikit kesal.
__ADS_1
"kalau jodoh, nanti pasti ketemu lagi mas"
"ehh,,,"