
Akhirnya Danny bisa bernafas lega, karena perdebatan nya tadi bersama sang Mama hampir membuat nya terlambat, dan sekarang mereka tengah di dalam pesawat menuju kota di mana Danny bekerja.
Tampak Yola tengah tertidur pulas disebelahnya, sengaja Danny memilih kelas ekonomi agar Yola Tan mencurigai nya, walau sempat tadi sebelum berangkat Danny mendapat pelototan mata sang Mama yang terkejut membawa Yola menggunakan kelas ekonomi.
Beruntung waktu keberangkatan tiba, sehingga Danny terhindar dari amukan sang Mama. sejujurnya Danny merasa bersalah pada sang Mama, terlebih lagi pada sang istri, tapi bagaimana ya,,masih mode sandiwara, jadi harus totalitas juga mendalami peran.
Danny menggeser posisi duduknya agar lebih dekat dengan Yola, dan dengan gerakan hati-hati menarik pelan kepala Yola agar bersender nyaman di bahu nya.
"maaf ya sayang, belum bisa jujur untuk saat ini, aku janji setelah semua selesai aku akan memberi tahu mu siapa aku sebenarnya, aku mencintaimu" lirihnya memandang lekat Yola dan mengecup kening Yola, setelah itu kembali pada posisi duduknya dan memejamkan matanya menikmati perjalanan yang untuk pertama kalinya bersama seseorang yang di cintai nya.
Tak berselang lama, mereka sampai pada kota tujuan, dengan sangat pelan Danny membangun kan Yola,
"sayang,,sayang,,bangun,,kita sudah sampai" ucapnya lembut sambil mengelus pipi Yola dengan pelan.
"udah sampai ya" ucapnya serak khas bangun tidur sambil mengucek matanya.
"ya, kita sudah sampai, ayo turun," menarik tangan Yola dan menggenggam jemari tangan Yola erat.
Danny memesan taksi online, dan setelah taksi online sampai segera Danny memasukkan kopernya kedalam bagasi mobil dibantu oleh driver taksi online tersebut.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah sewa yang telah disiapkan oleh Reza, asisten Danny, sungguh telah direncanakan oleh mereka, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan oleh Yola.
Tak berselang lama, taksi online telah sampai di depan sebuah rumah kontrakan yang tidak begitu mewah, namun terlihat nyaman,
__ADS_1
"kita sudah sampai sayang,,ayo turun" ajaknya pada Yola yang masih mengantuk,
Dengan langkah berat Yola keluar dari taksi, sejenak Yola mematung menatap rumah yang ada didepan mata nya.
"ini rumah kita sayang, kenapa kamu kurang suka"?" tanya nya khawatir karena melihat Yola yang masih berdiri mematung.
"hah,,ga,,suka kok,,suka,," ucapnya gugup.
"maaf ya, rumahnya tidak sebagus rumah mu saat tinggal bersama mama dan papa" lirihnya memandang Yola lekat.
"kamu ngomong apa sih,,ga jelas banget,,aku tu cuma masih syok aja, kayaknya baru pagi tadi masih sama mama, dan sekarang aku sudah disini" jelasnya panjang lebar.
"syukurlah,, kalau kamu ga keberatan tinggal dirumah kontrak kan saya" ucapnya merasa lega,
"oh ya,,tunggu sebentar, aku buka dulu pintu nya," Danny berjalan menuju kerumah sebelah kontrak kan nya dan mengetuk pintu,
"assalamualaikum" ucapnya salam setelah mengetuk pintu beberapa kali.
Tak lama kemudian, pintu rumah itu terbuka, dan muncullah seorang wanita paruh baya, diikuti oleh seorang pemuda di belakang nya wanita paruh baya itu.
"ehh,,nak Danny sudah kembali,,mau ambil kunci rumah ya,,tunggu sebentar ibu ambilkan dulu" ucapnya ramah bergegas masuk kedalam rumah lagi dan mengambil kunci rumah kontrakan Danny yang berada di sebelah rumahnya.
"ini nak Danny kunci nya, " tersenyum ramah sambil melirik Yola yang sedang berdiri didepan rumah Danny, dan kembali menatap Danny seolah bertanya wanita itu siapa,
__ADS_1
Menyadari arah pandan wanita paruh baya tersebut yang bernama Bu Ningsih, Danny memperkenalkan Yola sebagai istrinya.
"sayang sini," panggil Dani lembut kearah Yola agar datang mendekat.
sejujurnya Yola merasa asing dan kesal dengan panggilan Danny untuk nya, tapi ga mungkin juga kan Yola mempermalukan suaminya di depan orang lain, cukup nanti saja bahasnya saat mereka sedang berdua tidak ada orang lain diantara mereka.
Merasa di panggil Yola segera menghampiri Danny dan kedua orang yang masih asing bagi Yola.
"kenalkan Bu, ini istri saya Yola" memperkenalkan Yola kepada Bu Ningsih dan juga Reza.
Waww luar biasa sekali sandiwara Danny,,hingga melibatkan asistennya untuk menyempurnakan penyamaran nya, lalu Bu Ningsih siapa? dan ternyata Bu Ningsih adalah pembantu di rumah Danny yang mewah nan megah,
Sejenak Bu Ningsih dan juga Reza terpesona dengan penampilan Yola yang sederhana namun tetap terlihat cantik dan manis sekali, rasanya mereka tidak pernah bosan memandang Yola, hingga Danny ber- dehem memicingkan matanya ke arah Reza, menyadari tatapan tajam sang bos, Reza segera memalingkan wajahnya cepat,
"mampus gue,," ucapnya dalam hati.
"sayang, kenalkan ini Bu Ningsih dan juga putranya Reza" Danny memperkenalkan Yola kepada tetangga nya, uluran tangan Yola segera disambut oleh Bu Ningsih dan juga Reza bergantian, pasalnya saat tadi Danny memperkenalkan Yola kepada Bu Ningsih dan juga Reza, mereka sempat terbengong karena terpesona dengan wajah Yola yang terlihat cantik dan manis,,sangat tidak membosankan, semakin dilihat semakin enggan untuk berpaling dari pandangan. haha sedikit lebay memuji keayuan Yola 😁.
Setelah selesai dengan perkenalan, Danny membawa Yola pulang kerumah kontrakannya untuk segera beristirahat.
Jangan di tanya bagaimana bisa mereka mudah mendapatkan kontrakan dengan rumah yang berdekatan, sudah pasti tentu perintah Danny yang harus dikerjakan kilat oleh Reza tanpa memikirkan kendala apa yang dialami Reza saat mencari rumah yang sesuai dengan keinginan sang bos,
Sultan mah bebas, begitu pikir Reza, yang harus membujuk dan merayu pemilik kontrakan agar mau memberikan kontrak kan nya, tentunya dengan uang dan kekuasaan,
__ADS_1
Dengan uang bisa meraih segalanya, tapi tidak semua segala nya bisa diraih dengan uang, bingung ya pemirsa? sama saya juga bingung maksudnya bagemane😁, intinya ya gitu lah🤭🙏