Journey Into Your Heart

Journey Into Your Heart
Honeymoon


__ADS_3

Menikah denganmu adalah sesuatu yang tak terpikirkan dalam otak ku. Bahkan aku mengundang mantan kekasih dan teman-teman yang lain nya. Wajah bertopeng yang entah turut bahagia atau mencibir di belakangku. Saat ini aku harus melihat kedepan dan menjadi lebih dewasa, karna statusku sekarang adalah suami yang memiliki keluarga.


Mempersunting Djiwa, wanita mandiri dan ceria selalu positive vibes dan easy going. Berpasangan denganku, lelaki cuek, pendiam, badan gede, rambut ikal sedikit panjang, berkulit putih tapi nampak seperti bodyguard bagi Djiwa yang bertubuh kecil. Aku berusaha baik dengan nya karna dia memang baik, tapi aku tak punya rasa padanya, mungkin belum atau mungkin nanti.


Setelah pernikahan itu, kali pertama Ibu ku Sonya, hadir dalam mimpiku. Beliau tersenyum di taman yang banyak tumbuhan dan bunga. Memeluk dan mengelus kepala ku, seolah aku masih kecil, setelah itu hilang entah kemana. Aku terbangun dan melihat Djiwa di sisiku. Awkward memang, aku langsung bersih-bersih dan membuat sarapan. Aku tahu jika Djiwa berusaha keras untuk mengambil hati ku. Karna dia menikah karna aku adalah pilihan Ibu nya dan menjalani pernikahan dengan baik. Sedangkan dalam otak ku, hal ini terlalu terburu-buru. Tapi setelah Ibu ku datang di mimpi, membuat hatiku teduh dan yakin harus menjalani kehidupan baru dengan yakin.


"Istriku... kamu suka bepergian?". Tanya ku memanggil nya seperti yang diminta nya.


"Ah abang... aku jadi malu tauk ah, panggil adek aja deh. Abang adek kan cocok, dek Wawa yaaa.. ". Cetus nya sambil memegang kedua pipi nya yang merah bagai tomat.


"Iya.. iya.. bawel". Kata ku menggerutu kesal.


"Ih abang kok gitu". Tanya nya.


"Gapapa, lupain aja". Jawab ku dengan singkat.


"Sebenarnya aku gapernah traveling bang, setelah lulus SMA, aku bertani kopi, lalu membuka kedai kopi dan jualan kaktus, jadi ini kali pertama ku jalan-jalan, padahal dulu pengen banget solo backpacker". Jawab nya dengan lembut, sembari mengingat-ingat masa lalu.


"Yasudah, ini abang ajang adek bepergian kemana-mana". Ujar ku sambil melihatnya tersenyum merekah.


"Iya bang, adek kali aja langsung hamil". Ucap nya dengan lantang yang membuat ku kaget.


"Apa ?? kamu mau punya anak?". Tanya ku sambil melolot.


"Iya. .. anak kita". Jawab nya singkat sambil melihatku.


"Hmm... iya terserah!". Entah aku mau berkata apa lagi, karna dia sangat bersemangat akan pernikahan ini.

__ADS_1


Sampai akhirnya sampai lah di hotel dekat pantai, setelah perjalanan yang cukup jauh. Terlihat sekali Djiwa sangat menyukai kamar nya, apa lagi kamar mandi bathtub yang sangat ingin dia berendam di situ. Dia mengeluarkan pakaian menatanya di lemari hotel dan menyuruh ku agar baring di ranjang agar beristirahat. Sedangkan dia membuat kopi untuk di seduh bersamaku.


Kami menikmati senja di pantai sambil berfoto-foto, karna Djiwa suka dengan kenangan yang di abadikan. Dia juga mengambil swafoto dengan mukaku yang kaku dan di upload nya ke sosial media. Hal ini membuatku merasa malu dan gemas dengan nya.


Malam pun tiba, membuatku kalut harus melakukan apa malam ini. Sedangkan Djiwa sudah membersihkan diri sampai memakai parfum yang banyak.


"Wa... Malam ini aku tidur duluan ya". Kata ku sambil menarik selimut bersiap tidur.


"Apa? Kenapa? badan abang sakit?". Tanya nya.


"Gak sakit, hanya lelah aja". Jawab ku sambol membaringkan badan menghadap jendela.


"Oh... abang lagi gapunya tenaga?". Kata nya seolah mengejek.


"Hmmm". Jawab ku dan berusaha memejamkan mata agar cepat tertidur.


"Waa.. bisa gak kesana an dikit, sempit tau! ". Ucap ku kesal.


"Oh..Maaf bang.. Aku cuma ingin merasa hangat karna baju ku tipis dan dingin, coba liat nih liat... seksi kan adek mu? ". Tanya nya sembari memperlihatkan tubuh nya yang seksi, membuatku semakin panas dingin.


Aku langsung mengambil sweater dan menyuruh nya memaki itu, aku sedikit keras dan memarahinya karna kami harus istirahag total untuk malam ini. Dia hanya manyun dan terlihat wajah sedih nya, memakai sweater dan tidur tanpa menjawab apapun.


Tangganku terasa kaku dan pegal, ternyata saat bangun, ku lihat Djiwa menjadikan lenganku bantal nya. Langsung aku tarik tangganku dan membuatnya keget.


"Abang kenapa bang? ". Tanya nya dengan wajah tak berdosa.


"Pikir sendiri, tanggan ku kram gara-gara kau". Jawab ku kasar.

__ADS_1


"Maaf bang, aku ga sadar". Ucap nya.


Jiwa langsung pamit berendam sambil membawa kopi dan entah apa yang dia lakukan karna lama sekali. Aku ketok-ketok dia tak menjawab, ternyata pintu kamar mandi tak di kunci. Ku dapati dia sedang asik nonton sambil berendam ditambah ngopi.


"Enak banget ya, kelakuan mu". Kata ku memarahinya.


"Abang kok masuk?". Tanya nya.


"Cepat keluar, aku mau BAB". Kataku mengusir nya.


"Tapi adek belum kelar". Jawab nya dengan manja.


"Yaaa buruan!". Kata ku sambil membanting pintu.


Karna aku sudah tak betah, aku memutuskan untuk ke toilet umum saja, menunggu nya mandi sangat membuat darah tinggi naik. Setelah itu aku masuk lagi ke kamar hotel dan mendapati Djiwa menanggis.


"Kenapa?". Tanya ku membentak.


"Aku takut abang kemana tadi, ku cari gak ada". Jawab nya sambil sesenggukan.


"BAB lah, nungguin Djiwa Kenanga yang mandi sangat lama membuatku hampir mati menahan sakit perut". Kata ku yang entah mengapa aku memarahinya.


"Maaf abang.... ". Ucap nya sembari memegang tangganku dan mencium pipi ku.


Entah apa lagi yang akan terjadi nanti malam, sangat mengerikan memiliki istri yang tak mudah menyerah seperti ini dan sangat dominan.


......................

__ADS_1


__ADS_2