Journey Into Your Heart

Journey Into Your Heart
Jani's Bakery


__ADS_3

Saatnya aku belajar membuat kue-kue, aku mulai belajar di rumah dulu, semalam aku sudah mengumpulkan berbagai macam resep kue-kue dari yang tradisional sampai yang kue dari luar negeri. Hari ini aku bertekad akan belanja dan memasak, tapi aku juga malas karna hari ini begitu mendung dan sejuk nuansa yang enak untuk rebahan seharian.


"Nak... hari ini kamu sudah list bahan-bahan yang akan di beli? " Suara mama mengagetkan ku.


"Maaa.. kaget tauk, mama tiba-tiba masuk kamar". Kataku manja.


" Salah siapa di bangunin dari tadi gak turun-turun" Jawab mama kesal.


"Iyaa .. habis dingin banget, eh taunya pintu kamar kebuka, rasanya ngantuk banget". Jawab ku sambil melihat jam di dinding.


" Tuh.. dah jam 9 pagi, cepat mandi dan belanja, mama mau keluar dulu. Mama pulang harus sudah selesai, nanti mama nilai". Kata mama sambil berlalu pergi.


Aku langsung melipar selimut dan merapikan kamar, membuka jendela yang ternyata sudah dibuka mama. berkaca dan melamun sebentar sampai akhirnya aku mandi dan bersiap ke pasar. Di pasar karna aku sendirian aku sedikit bingung dengan bahan-bahan ini, sampai aku bertemu kak Brian dan memintanya membantuku.


"Kak.. emang kakak ya yang bagian belanja? " Tanya ku


"Biasanya Djiwa, cuma dia lagi anter paket kaktusnya" Jawabnya sambil membantuku memilih coklat batang.


"Kak, kakak gapengen bekerja yang lain? maaf nih, emang cukup buat keperluan sehari-hari? " Tanya ku.


"Cukup kok, Djiwa bos yang baik, selain itu juga aku ada pekerjaan lain di kebun kopi milik kakek ku, jadi aman-aman aja, terlebih kedai juga omsetnya bagus aja". Jawabnya santai.


"Gitu yaa kak, aku cuma takut aja kalau kak Mahdi kan penghasilan nya ga menentu". Kataku sambil berpikir.


" Yaa . . kamu tuh yang percaya aja sama lakimu, rejeki laki-laki tuh selalu ada jika niatnya untuk keluarga". Jawabnya menenangkan ku.


"Baik kak, makasih yaa dah bantuin belanja sama dengerin ceritaku," Ucapku berterimakasih, lalu berpamitan karna kak Brian mau belanja bahan yang lain.


Sesampainya di rumah rasanya sudah lelah dan kepanasan, akhirnya aku pesan es kopi di kedai kak Brian deh, sambil nunggu aku mau bersantai dulu, telfon kak Mahdi dulu sampai kopi datang. Eh taunya malah ketiduran sampai mama datang dan ngomel karna aku tak kunjung belajar bikin kue.

__ADS_1


"Kamu tuh gimana sih nak! serius gak sih? " Tanya mama.


"Serius ma, tapi tadi belanja aja sudah capek dan panas" Jawab ku yang malah membuat mama emosi.


"Sekarang cepat bikin roti kukus yang gampang, mama mau arisan, mau mama bawa" Katanya sambil naik keatas.


"Ma.. tapi ma.. bantuin" Kata ku.


"Gaada yang boleh bantuin Jani dirumah ini". Kata mama tegas.


Lalu aku langsung kedapur untuk menyiapkan bahan sambil ngeliat youtube, aku bereksperimen memakai pewarna warna kuning dan coklat, pas roti kukus berhasil mengembang aku sangat senang bukan main, ternyata bikin kue itu mudah. Apakah mudah karna ini buatnya gampang ya, cukup ikutin cara pembuatan nya. Langsung aku packing ke tempat yang cantik dan memanggil mama.


"Ma .. cantik kan roti nya" Kata ku.


"Cantik sih cantik, enak apa enggak ini? " Kata mama sambil meledek.


"Kok pahit yaa". Kata mama sambil mencoba roti kukusnya.


" Iya maa.. agak pahit kenapa yaa? " Tanya ku.


"Adonan nya ini gasesuai takaran nih". Jawab mama tapi tetap membawa roti kukusnya.


" Eh maa.. jangan di bawa ma". Ucap ku sambil mengikuti mama.


"Gapapa, inikan karya mu. Keluarga pasti seneng, dah ya mama berangkat dulu, belajar menakar yang benar ya". Kata mama sambil berlalu pergi.


Aku sedikit kecewa padahal aku sudah mengikuti sesuai resep, apakah sendok takaran nya yang salah atau bagaimana ya. Sampai tiba-tiba kak Djiwa datang kerumah.


"Halo kak, ada apa ya kak? " Tanya ku.

__ADS_1


"Sorry ya tiba-tiba dateng, tapi ini ada aku mau antar pesanan nya Mahdi". Jawab kak Djiwa sambil memberi kaktus.


"Apa ini kak? " Tanya ku bingung.


"Coba baca surat nya ya ada di dalam, aku balik dulu mau ke kedai lagi rame soalnya, tadi sekalian mampir soalnya searah". Kata kak Djiwa.


" Bentar kak bentar, tunggu... " Kataku dan cepat memberi kak Djiwa roti kukus buatan ku untuk dibagikan ke temen-temen di kedai.


"Okey .. thanks yaa adek ipar". ledek kak Djiwa dan pergi.


Aku langsung masuk kedalam dan membuka kotak isi kaktus dan mencari surat, ternyata dari kak Mahdi. Pikiranku sudah kemana-mana menggangap kak Mahdi romantis, ternyata:


...to; Jani...


...Jani, thankyou sudah menunggu kesiapanku menerima hatimu, setelah dipikir-pikir kita wajib mempunyai perjanjian sebelum pernikahan dan setelah menikah. Bukan aku bermaksud tidak baik dengan mu. Hanya saja hal ini harus kita bicarakan agar tidak ada hal-hal yang membuat tidak nyaman kedepan nya. ...


...1. Pekerjaanku tidak boleh di ganggu dan pendapatan cukup, jadi kamu harus menerimanya. ...


...2. Gajimu atau gajiku yang lebih tinggi bukanlah suatu masalah. ...


...3. Jangan pernah menjelek-jelek kan pendapatku. ...


...Itu dulu untuk sementara karna aku tau kamu pasti tidak akan nyaman hidup serba kekurangan, padahal kamu selalu serba lebih. Maaf yaa... ...


...Kaktus ini jagalah dengan baik sebagai tanda cinta dariku. ...


...Mahdi...


......................

__ADS_1


__ADS_2