Journey Into Your Heart

Journey Into Your Heart
Kemenangan Jani


__ADS_3

Keajaiban dari semesta, hati yang keras bisa jadi lunak tanpa di duga. Meski membutuhkan waktu 5 tahun. Selama dalam penantian hanya bisa berdoa dan berusaha. Chat yang dibalas bisa sampai 1 minggu bahkan 1 bulan kemudian pun, kini akan segera menjadi tunanganku. Rasa syukur dan terima kasih tak terhingga pada sang kuasa pun selalu kupanjat kan.


Aku yang mendapatkan apapun dengan mudah dan instan hanya ini satu-satu nya yang melelahkan dengan penuh ketabahan akhirnya membuahkan hasil yang manis.


"Mamaaaaa.... kak Mahdi ngajak bertunangan". Kata ku sambil memeluk mama saat mama pulang ke rumah.


"Sungguh nak?". Ucap mama yang tak percaya karna selama ini hanya mama yang tahu akan kisah perjalanan cintaku.


"Iyaaaa maaaaaa... astaga aku sangat excited dan bahagia sekali". Kataku sambil tertawa dengan lebar.


"Mama ikut bahagia nak, kapan itu pertunangan nya?" Tanya mama sambil mengandengku duduk di ruang tamu.


"Bulan depan ma, sebelum aku balik ke Australia". Jawab ku dengan riang.


"Tapi Mahdi belum menemui mama dan papa". Seru mama bingung.


"Saat weekend nanti dia kembali ke sini, papa juga akan pulang". Jawab ku sambil memperlihat kan, chat dengan papa.


Mama membacanya dan nampak ikut bahagia, entah mengapa papa dan mama jarang berkomunikasi dengan baik, aku tak pernah bertanya. Aku pikir hubungan dewasa seperti itu tapi semakin aku dewasa aku merasakan bahwa komunikasi itu sangat penting sekali. Aku akan bertanya nanti setelah papa pulang. Untuk saat ini aku hanya ingin bermain saja dengan teman-teman ku karna lama tidak berjumpa.

__ADS_1


Ada telepon dari kak Mahdi.


"Halo .. " Kata kak Mahdi.


"Iya kak, ada apa?". Tanya ku.


"Kamu pilih cincin tunangan nya yaaa.. aku tak tau ukuran nya. Kamu beli sendiri nanti aku transfer uang nya". Ucap kak Mahdi dengan suara yang bising, mungkin sedang di kantor.


"Iya kak, kakak mau harga berapa?". Tanya ku, takut aku memilih dengan harga yang tak terjangkau pada kak Mahdi, mengingat dia juga tak begitu memiliki banyak uang.


"Emang biasa nya berapa?" Tanya nya.


"Cincin apa dulu kak, ada dari yang biasa aja 100 ribu sampai ratusan juta". Jawab ku.


"Iya kak, aku nurut aja". Jawab ku menurut pada calon suami, padahal aku ingin cincin berlian, tapi itu gak mungkin sih. Mungkin kak Mahdi kasih yang harga 5 jutaan.


"Oke, kamu cari cincin harga sejutaan yaa, nanti aku transfer. Aku lanjut kerja lagi yaaa lagi di kejar deadline nih. oke.. daaaa". Ucap nya sambil menutup telepon. Aku kaget karna harganya tidak sesuai dari yang aku pikirkan dan aku hanya bisa tertawa ngakak.


Aku janjian dengan Belva teman ku SMA kalau ingin nongki cantik di Kopi Djiwa malam nanti, sebenarnya aku juga ingin cerita pada kak Wawa karna kan kami akan menjadi saudara nantinya jadi harus akrab. Saat jam nya ternyata Belva gak bisa karna adek nya tiba-tiba sakit dan harus mengantarnya kerumah sakit alhasil aku ke kedai sendirian.

__ADS_1


"Kak Brian, aku mau pesan pandan latte sama mushroom sandwich yaaa... ". Kata ku memesan sambil duduk di meja bar.


"Okaaii, mau hot or ice?" Tanya nya.


"Yang hot karna aku lagi hot banget perasaanku". Jawab ku penuh rasa bahagia, lalu tiba-tiba kak Djiwa muncul.


"Ciyeee... kenapa tuh?". Tanya nya penasaran sambil meledek.


"Aku mau tunangan kak, sama kak Mahdi". Jawabku.


"What? Seriously?". Tanya kak Sasi tiba-tiba muncul.


"He hehe... Iya kak. Surprise banget ya kan". Kataku yang juga masih tidak percaya.


"Wow... keren nih, bakal adek iparku nih". Seru kak Djiwa sambil high five.


"Gilak sih ini, gimana ceritain... eh Brian kau siparin orderin bakal adek nya Djiwa ini". Kata kak Sasi yang menggebu ingin mendengarkan ceritaku.


Lalu aku ceritakan semuanya termasuk dengan menjalin pertemanan yang lumayan dekat dengan teman kampus ku dan juga ciuman panas yang hanya sekali aku rasain selama pacaran 5 tahun. Aku melihat mereka bengong dan gak menyangka sama sekali.

__ADS_1


Bahkan aku juga menemani mereka di kedai dan membantu pekerjaan mereka sampai akhirnya tutup dan kami lanjut bercerita banyak tentang pacar kak Sasi dan kak Brian tak lupa kak Djiwa yang setuju menikah dengan bang Galuh yang dingin dan serem itu.


......................


__ADS_2