
Jani sadewi adalah namaku, cewe terpopuler kelas 1 saat SMA, kenapa bisa populer? Karna aku juara sains waktu SMP dan cerdas cermat. Masuk SMA juga dibilang cewe pintar yang cantik serta karismatik padahal aslinya pemalu. Rambutku hitam panjang suka memakai aksesoris wanita dan di bilang sangat girly mungkin itu juga tambahan sebagai cewe kalem yang pintar.
Itulah pandangan semua orang terhadapku. Kedua orangtua ku sangat kaya, Mama ku mempunyai bisnis bakery yang cukup terkenal untuk menengah keatas. Sedangkan Papaku adalah Dokter ternama dan bekerja di singapura. Bisa dilihatkan dari kepadatan jadwal pekerjaan mereka bisa dibilang tak memiliki waktu untuk anaknya satu-satunya yang cantik dan cerdas ini. Mereka hanya bisa memberiku banyak uang tanpa kasih sayang. Karna aku pintar mereka mempercayakan apa saja kepadaku, mereka selalu setuju apapun pendapatku dan kemauanku. Sampai akhirnya aku tertarik akan suatu kasus, kakak kelasku yang lomba sains juga denganku gila cinta oleh cewe tomboy yang tak begitu cantik namun di tolak berkali-kali dan tak menyerah. Mungkin ini saatnya aku mencampuri urusan mereka dengan bermain mencoba menyatakan perasaan pada kakak kelas ini, yang berjalan dengan lancar tak sesuai dengan dugaanku.
Ternyata aku hanya dijadikan pelampiasan saja, saat aku menyatakan cinta. Ia langsung menerimanya di depan sahabatnya yang ia cintai itu. Tapi ini namanya bukan kemenangan jika tak berhasil membuat kak Mahdi jatuh cinta padaku.
Bisa dibilang sejak kak Mahdi kelas 3 SMA sampai sekarang dia bekerja di suatu penerbit selama 2 tahun, mungkin sudah 3 tahun saat ini kami berpacaran tanpa cinta. Aku yang berkuliah di luar negeri dan dia yang bekerja beda kota dari rumahnha. Menjalin Ldr yang nampak sekali dia tak peduli, jarang menghubungiku entah kami masih berpacaran atau tidak, aku pun juga tak mengerti. Di sini aku juga menjalin kasih dengan bule untuk agar tak merasa kosong. Mungkin dia juga sama atau dia masih mencintai kak Djiwa?
Liburan semester aku berencana pulang dan menemuinya karna merasa rindu meski dia tak memiliki rasa dan ingin putus, aku melarangnya dan membuatku menjadi tameng agar kak Mahdi tak sakit hati lagi karna kak Djiwa. Dengar alasan itu kak Mahdi mau melakukanya meski percuma saja menjalin hubungan ini. Tapi jika tak memenangkanya kembali aku merasa kalah, aku tak suka kalah karna selama ini aku selalu mendapatkan semua yang aku mau.
"Kakakkuuuuu sayangggg.... " Ucapku sambil memeluknya. Meski ia tak membalas pelukanku aku sudah bersyukur ia mau menjemputku dibandara.
"Aku kangen kakak banget, I love you so bad." Kataku sambil mengengam tangganya. Responnya hanya diam saja.
"Kakakku lusa memintaku pulang, karna Ayah sakit." Ucap kak Mahdi sambil menyetir.
__ADS_1
"Sakit apa Ayah kak? aku juga ikut yaaa." Kataku sambil memegang pundaknya.
"Terserah." Jawabnya singkat.
Kami sampai di suatu rumah makan dan memesan makanan kesukaanku yaitu rendang sedangkan kak Mahdi memesan sup iga.
"Kakak sup iga mulu gak bosen? aku aja gasuka." Kataku dengan lembut sambil ngefoto untuk dijadikan snap ig.
"Dulu kan kau juga suka, kenapa sekarang gak suka." Tanya kak Mahdi.
Setelah itu kami berjalan-jalan sebentar dan diantarnya aku ke hotel untuk beristirahat sedangkan kak Mahdi kembali ke kontrakannya.
Bila diingat aku dulu pernah kecelakaan dan koma, tapi aku tak mengingat apapun karna aku tak sadarkan diri. Waktu itu aku kecelakaan mobil menabrak pembatas jalan dengan kencang di tol. Meski begitu aku bersyukur karna aku tak menabrak siapapun saat itu. Jika diingat aku tak mengingat apapun dalam kurun waktu yang sama.
Hari dimana pergi ke rumah Ayah telah tiba, perjalanan sekitar 4 jam jika berkendara melewati tol. Sepanjang perjalanan kak Mahdi hanya diam dan aku tidak menggangunya karna mungkin ia sedang khawatir. Selagi disana aku juga bisa kerumahku yang sudah lama aku tinggal, disana hanya ada asisten rumah tangga yang merawat rumah. Jika diingat dulu paling bestie sama mbak Nurul tapi ia sekarang sudah nikah dan tidak bekerja lagi, jadi kangen. Sepertinya aku akan berkeliling nantinya karna sudah sangat rindu.
__ADS_1
Di kediaman Ayah yang sedang sakit kak Mahdi menangis dan hanya bisa pasrah dan berdoa, Ayah hanya mau dirawat dirumah sakit kalau kedua anaknya berkumpul. Kami mengangtar Ayah kerumah sakit dan menjalani operasi. Kami menunggu dengan sangat tegang sampai akhirnya operasi itu berjalan dengan lancar. Kami sangat bersyukur dan tiba-tiba pacar bule ku telpon bilang kalau sangat rindu dan ingin mengunjungiku tapi aku larang. Padahal ia sudah tau kalau aku punya pacar disini tapi kenapa memaksa ingin kesini sih.
"Kau... hmmm kamu duduk sini." Ucap kak Mahdi dengan sopan yang membuatku deg-deg an.
"Iya kak?. " Ucapku sambil duduk disebelahnya.
"Aku berterimakasih kamu mau nunggu lama-lama disini menemani ayahku. Aku sudah dengar kamu punya pacar di australia, lebih baik berhubunganlah dengannya tidak denganku." Ucap kak Mahdi dengan tenang.
"Hah? kak Mahdi dengar? emm maaf aku hanya bosan aja itu hanya sementara kak, itu main-main aja." Kataku terbata-bata karna panik ketahuan selingkuh.
"Sudah yaaa.. cukup. Kamu pulang aja." Ucap kak Mahdi menyuruhku pulang dengan sopan, membuatku tak bisa melawan karna segan dia tak marah aku selingkuhin.
Ini membuat hatiku sakit, padahal aku yang selingkuh dan berkhianat tapi kenapa aku yang sangat sedih.
......................
__ADS_1