Journey Into Your Heart

Journey Into Your Heart
Pernikahan


__ADS_3

Hatiku rasanya berdetak lebih cepat seakan rasanya mau meledak. Entah mengapa perasaanku bahagia, padahal aku tak memiliki rasa apapun pada bang Galuh. Apa karna ini pilihan ibuku? banyak sekali pertanyaan di kepala ini, aku hanya ngobrol di belakang dengan banyak tanaman sambil menyiraminya.


Ada suara ketukan pintu.


"Eh.. Sasi... ada apa?". Tanya ku.


"Ya kemarilah, kan sasi brides maid gitu loh". Ujar nya kesal. Padahal aku lupa kalau besok hari pernikahanku.


"Iya maaf yaaa... yok masuk". Ucap ku sambil mengandeng tanggan nya bahagia.


"Kau beneran yakin nih?". Ujarnya bertanya seakan ragu.


"Yakin 1000000% pokoknya doakan aja ya, kawanmu ni nikah". Ucapku bersemangat.


Aku mengajaknya berkeliling taman dan memperlihatkan baju pernikahanku. Aku juga bercerita kalau acara akan di adakan di Axila Forest, karna tema pernikahan kami adalah ala-ala di hutan gitu, gaun nya pun putih sederhana bahkan om Putra selalu mengikuti apa yang aku mau. Aku sangat bersyukur mendapatkan Ayah mertua yang baik seperti ini.


"Saya terima nikah dan mas kawin nya, Djiwa Kenanga binti Harjodi Prawiro dengan seperangkat rumah, kebun kopi dan emas 30 gram di bayar tunai". Ucap bang Galuh yang sangat lancar akad nya, dan aku juga shock dengan mahar nya.


Kami bertukar cincin dan menandatanggani buku nikah serta saling menatap dan salim tak lupa keningku dicium. Mengabadikan dengan foto dokumentasi, memasang wajah yang penuh haru bahagia, ini benar-benar membahagiakan. Melihat teman-temanku turut bersuka cita dan banyak-banyak mendoakan ku. Hanya paman dan istrinya saja yang nampak sekali tidak suka dengan pernikahan ku, karna aku tak meminta paman menjadi wali nikah. Aku tahu semenjak mereka mengusirku, sungguh membuatku muak dengan mereka yang sejahat itu dengan keluarganya.


Gaun putih ku yang panjang dan berlengan panjang, sedikit terbuka di bagian punggung karna memang aku ingin pamer punggung indah ku, dengan tile-tile aksen bunga-bunga yang cantik. Rambut pendek ku dibiarkan menjuntai indah hanya dipasang pita berwarna putih. Bang Galuh dengan setelan jas abu-abh yang terlihat besar tubuh nya, gagah dan tampan. Jenggot nya pun dicukur rapi dan banyak para wanita memuji nya. Tapi sekarang lelaki tampan itu suami ku.


Aku berkeliling menemui teman-teman ku tertawa ngakak cerita jaman dahulu sampai lupa kalau hari ini aku yang jadi ratu nya. Bahkan Mahdi dan Jani pun datang dengan wajah yang bahagia, aku bersyukur sekarang Mahdi benar-benar dewasa dan serius menjalin hubungan. Aku sangat senang dia bisa move on dan membahagiakan orang lain.


Acara sudah usai, saat nya aku dan bang Galuh menempati rumah ibu mertua yang sudah menjadi rumah ku sebagai mahar. Rumah ku dan bang Galuh rasanya membuat ku deg-deg an. Entah apa yang di rasakan bang Galuh yang nampak dingin dan santai ini. Apakah dia bahagia, atau tak suka. Sunggu aku tak bisa menebak isi hati nya.

__ADS_1


"Abang... ". Ucap ku memanggil.


"Iya? ". Jawab nya singkat.


"Lihat banyak kado ini, banyak sekali gaun malam yang tipis dan bolong-bolong gini". Ujar ku sambil memperlihatkan baju malam nya.


"Uhuk.. uhuk..". Bang Galuh kesedak, karna sedang minum.


"Kenapa abang... ". Aku langsung menghampirinya dan memijat nya.


"Sudah .. sudah.. aku tak apa, mending kamu mandi dan bersihkan make up mu". Ujar nya dengan tatapan penuh perhatian.


"Baiklah, ini kan malam pertama kita". Ucap ku menggoda nya, dan nampak sekali muka nya langsung panik dan tak bisa membalas ucapanku.


Aku menghapus make up dan segera mandi, bang Galuh sudah mandi dan ganteng, aku hanya penasaran dengan banyak nya kado. Setelah mandi terlihat bang Galuh sudah tidur duluan, padahal kan ini malam pertama, masa iya dia tidur, mungkin kecapean sih. Apakah aku harus membangunkan nya, atau aku yang excited sendirian padahal dia sama sekali tak ingin dengan ku.


Aku menghampirinya dan memeluknya dari belakang.


"Abang ... selamat pagi". Ucap ku dengan nada manja.


"Hemm... iya pagi". Jawab nya dengan singkat.


"Abang masak apa? maaf ya aku kesiangan". Ujar ku sambil melihat masakan nya.


"Bikin bubur ayam, iya gapapa kamu pasti lelah, aku juga ketiduran semalam, kamu mandi lama banget". Kata bang Galuh bertanya.

__ADS_1


"Wah kelihatanya enak, hmm iya bang kan mau malam pertama, aku jadi insecure jadi gosok-gosok badan terus biar wangi". Jawab ku sambil duduk di meja makan dan minum air putih.


"Apa yang perlu Djiwa insecure in, kamu sudah cantik dan istimewa". Kata nya sambil memberi ku mangkuk bubur ayam.


"Yaaa... Abang kan ganteng di puja banyak cewe, eh malah dapet istri yang buluk gini". Kata ku menjawab sambil merapikan rambut.


"Gak ada, gausa dipikirin. Sekarang yuk makan". Ujar nya sambil memulai doa makan.


Aku bersyukur setiap waktu aku bersyukur dan tak menyangka hal ini terjadi. Bang Galuh mengajak honeymoon habis ini, ngetrip dengan mobil. Aku juga bilang teman-teman kalau titip kedai dulu karna mau bulan madu. Ayah juga menyemangati agar aku segera memberinya cucu, tapi aku juga belum siap menjadi ibu tapi ya aku iyain aja sebagai doa.


Aku mempacking baju-baju abang dan aku juga, ternyata sangat riweh yaaa. Tapi abang membantu sekali. Di sepanjang jalan kami ngemil, menyanyi dan banyak bercerita. Hal yang membuat ku kesal adalah kenapa dia memanggil ku terlalu kaku, orang lain memanggil Wawa ini masih dengan Djiwa, Djiwa, Djiwa.


"Abang... ada yang kurang". Seru ku.


"Apa yang kurang Djiwa". Jawab nya sambil melihat kebelakang apakah ada yang tertinggal.


"Nama panggilan nya jangan Djiwa dong". Seru ku sambil memasang muka cemberut.


"Ya apa? itu kan nama mu". Jawab nya skngkat semakin membuat ku badmood.


"Panggil aku Istriku... Wawa istriku". Jawab ku sambil menyuruh dia mempraktek kan nya.


Seketika muka nya memerah dan malu.


"Iya istriku". Ucap nya yang membuatku meleleh dan tak bisa berkata-kata lagi dan langsung ku kecup pipi nya.

__ADS_1


......................


__ADS_2