
Paginya Taehyung terbangun dengan keadaan senang luar biasa.
Tidurnya tetap, tidurnya tidak berubah.
Masih sama.
Didekapan Daddy nya.
Mengusak kecil matanya, membiasakan dengan cahaya yang merangsek masuk lewat celah gorden cendela kamarnya.
Taehyung ingin bangun, perut kecilnya lapar.
Tapi tak bisa, lengan kekar Jungkook membelenggu dirinya.
Ia lapar.
"Tae lapal, tapi ingat di cini Tae tak boyeh makan," gumamnya.
Haruskah ia tidur lagi, tapi perutnya berontak minta diisi.
Kemarin seharian ia dikunci di kamar ini.
Melewatkan makan malamnya, makan malam yang sangat hangat bersama Yoongi Appanya, juga Nini nya.
Ia lapar.
Sudah berapa kali ia menyebut lapar sedari tadi.
"Uh, Daddy, Tae lapal," tidak ada cara lain, selain membangunkan Jungkook.
Merasakam guncangan kecil yang mengusik tidurnya, Jungkook terpaksa membuka matanya.
Dan kalimat yang keluar pertama kalinya,
"Jimin, sayangnya Daddy kenapa eoh?"
telak. Membuat mata kucing Taehyung berkaca-kaca.
Jadi begitu ya?
Ia dipeluk, karena dikira Jimin begitu?
"Tae, lapal."
Mendengar itu, Jungkook langsung sadar sepenuhnya.
"Sejak kapan kau di sini?!" Ujarnya tak percaya.
Jadi benar Jungkook tak menganggapnya, lalu, kemarin.
Kenapa. Bajingan. Sekali. Rasanya.
"Tae, lapal." Gumamnya.
Jungkook mendecak kesal, lalu turun dari ranjang tanpa peduli Taehyung sama sekali.
__ADS_1
Masuk kamar mandinya, membasuh wajahnya, lalu keluar kamar begitu saja.
Taehyung berdiam diri di ranjang Jungkook.
Bingung ingin melakukan apa.
Sedangkan Jungkook sudah berada di kamar milik Jimin.
Membangunkan anak tersebut dari lelap tidurnya.
"Eumm, Chim dah bangun tau'," pekiknya kecil.
Jungkook langsung saja mengecupi keseluruhan wajah kesayangannya itu.
Beda sekali ya? Dengan apa yang dilakukan Jungkook pada Taehyung sebelumnya.
Memangnya kalian berharap apa setelah kejadian kemarin?
Sikap Jungkook akan sangat lembut begitu pada Taehyung?
Kenyataan memang tak selalu sejalan dengan apa yang dipikirkan.
"Chim, bangun, cuci muka lalu turun untuk sarapan ya sayang." Jungkook lekas membawa Jimin ke kamar mandi untuk melakukan apa yang diucapkan tadi.
Mereka berdua makan sarapannya dengan nyaman, sesekali Jungkook mengusap sisa susu yang menempel pada sudut bibir kesayangannya.
Tanpa peduli, masih ada satu anak yang bahkan sedari tadi pagi merengek lapar.
Bahkan melupakan keberadaannya.
...
Setelah selesai makan Jungkook masuk ke kamarnya untuk mandi.
Menyegarkan tubuhnya adalah sebuah keharusan dipagi hari.
Saat memasuki kamar, tepat di sana.
Ranjangnya yang berukuran besar terisi seorang anak kecil yang masih asik meringkuk.
"Dia itu memang tidak ada gunanya." Setelahnya Jungkook bergegas mandi.
Sudah ia bilang, ia tak peduli pada anak manis satu itu.
Beberapa menit kemudian ia telah rapih dengan setelan kasualnya.
Ekor matanya kembali melirik pada atensi Taehyung yang masih betah meringkuk, tidak berniat bangun mungkin.
"Bangun, hey bangun!" Taehyung tidak tidur, ia hanya memejamkan matanya yang mungil.
"Kau tuli, bangun Taehyung!" Teriaknya, sembari menyibak kasar selimut yang dipakai anak itu.
Taehyung bangun menatapnya dengan mata yang berkaca, bahkan sembab.
Ia sehabis menangis.
__ADS_1
"Bersihkan dirimu, lalu turun ke bawah."
Kesan dingin kembali terasa dipendengaran Taehyung.
Jungkook kembali ke sikap yang seharusnya.
Keluar kembali dari kamarnya meninggalkan Taehyung yang berjalan lesu menuju kamar mandi.
Saat kakinya menapak pada lantai bawah, Jungkook tersenyum tampan mengetahui siapa yang datang.
"Hey, Jin hyung." Sapanya.
Yang disapa hanya menatap malas.
"Bajingan ini, sudah kusuruh kau menjemputku di Bandara, malah tidak jemput." Jungkook meringis santai.
"Maaf Hyung, aku lelah sekali."
Seokjin, Jeon Seokjin hyung dari Jeon Jungkook.
Sangat tampan bak salah satu tokoh anime di dunia nyata.
"Oh, iya. Mana Taehyung?" Tanyanya.
"Kau tahu dari mana hyung?" Setahunya ia tak sedikitpun menceritakan tentang Taehyung pada hyungnya ini.
Seokjin hanya tersenyum singkat, lalu menuju kamar Jungkook.
"Woah, manis sekali," serunya saat melihat Taehyung diujung kamar sana.
Taehyung terkejut tentu saja.
Matanya memanas begitu melihat atensi Seokjin di ujung pintu.
Mendekatlah si tampan pada Taehyung.
"Sini, sayang ikut Jinnie Hyung," setelahnya Taehyung sudah berada pada gendongan Seokjin.
Bertemu tatap dengan Jungkook saat baru saja keluar dari kamar tersebut.
"Ingin kemana Hyung?" Tanyanya heran.
Seokjij tersenyum lalu menjawab, "Hanya mengajaknya jalan-jalan,"
Jungkook menengok ke arah Taehyung, sontak membuat Taehyung memekik kecil.
"Taetae mau cama Jinnie yung."
Rematan pada pinggang Taehyung mengerat.
Seokjin bersikap biasa saja, lalu menoleh pada Jungkook.
"Jangan lama-lama Hyung."
Setelah kalimat itu meluncur dari Jungkook, Seokjin segera membawa Taehyung keluar dari Mansion.
__ADS_1
Meninggalkan Jungkook yang mengusap tengkuknya resah.